Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Ini Kursi Rotan Buatan Indonesia yang Go International Hingga Italia

Rahmi Anjani - wolipop
Selasa, 29 Nov 2016 14:45 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Rahmi Anjani/Wolipop
Jakarta - Di Indonesia, rotan sebagai material utama furniture kurang digemari dibandingkan kayu atau besi. Perabotan dari bahan yang fleksibel tersebut dianggap tampak kuno, tidak minimalis, dan cepat rusak. Padahal rotan merupakan salah satu produk khas Indonesia yang bisa dijadikan perabotan berkualitas jika diolah dengan benar. Buktinya, kursi rotan Lukis Chair buatan anak bangsa sudah mendapat pengakuan internasional bahkan dijual di Italia.

Abie Abdillah adalah sosok dibalik Lukis Chair yang berhasil masuk sebagai salah satu koleksi dari brand furniture Cappellini di Italia. Pemilik Studiohiji itu berhasil menyulap rotan menjadi sebuah kursi minimalis serta klasik namun eksentrik di saat yang bersamaan. Abie sendiri memang fokus pada rotan yang dianggap sebagai material jujur dan khas Indonesia. Ia pun punya mimpi untuk menaikkan martabatnya.

"Rotan adalah material dari Indonesia, 80% rotan di dunia berasal dari Indonesia. Mindset tentang rotan masih minim, malah konotasinya kurang baik. Rotan dianggap mudah rusak memang karena skema prosesnya. Saya sadar bahwa cukup banyak struggle untuk buat rotan yang baik dan diterima masyarakat Indonesia," ungkapnya dalam konferensi pers di Kopikalyan, Cikajang, Jakarta Selatan, Selasa, (29/11/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini Kursi Rotan Buatan Indonesia yang Go International Hingga ItaliaFoto: Rahmi Anjani/Wolipop
Untuk itu, Abie mendirikan Studiohiji di tahun 2014 dan sering mengikutkan karyanya dalam sejumlah kompetisi desain. Hingga suatu saat, pria kelahiran Bandung itu memasukkan Lukis Chair dalam sebuah pameran yang mendatangkan Giulio Cappellini, seorang ikon desain interior dan pemilik brand Capellini. Kursi itu pun langsung dilirik dan diminta untuk diperbaiki sehingga bisa masuk dalam gerai Cappellini.

"Dia lihat ini stand out. Kami kemudian development sama timnya dari Italia dan di-develop di Indonesia. Kami lalu dapat invitation dari Milan Design Week 2016, rotan ini sejajarkan dengan karya-karya desainer internasional ternama lainnya. Lukis Chair sekarang jadi koleksi di Capellini. Kalau di sini, bisa dibeli di reseller resminya," kata Abie.

Terlihat klasik dan minimalis, ternyata Lukis Chair terinspirasi dan merupakan kependekan dari 'bulu tangkis'. Awalnya Abie terilhami dari rotan itu sendiri yang populer di tahun '80-an dan '90-an yang mana juga era kejayaan bulu tangkis. Ia pun membuat desain tempat duduk in door itu seperti raket. Terlihat potensial, Giulio berharap bisa bekerjasama lebih lanjut dengan Abie.

Ini Kursi Rotan Buatan Indonesia yang Go International Hingga ItaliaFoto: Rahmi Anjani/Wolipop
"Saya kagum dengan desain yang klasik dan kontemporer. Bisa cocok dengan lingkungan yang klasik. Saya berharap bisa ada kesempatan berkolaborasi dengan produk lain," ungkap Giulio dalam sebuah video yang ditayangkan dalam acara.

Saat ini Lukis Chair dijual di gerai Capellini Italia dan beberapa distributor resminya di Indonesia. Di Italia, produk itu dijual seharga €1500 Euro atau sekitar Rp 21 jutaan.

(ami/ami)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads