Kejutan 12 Desainer Interior Meracik Elemen Indonesia di 'Hotel' Bergaya Modern

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 15 Sep 2016 19:15 WIB
Foto: Daniel Ngantung Foto: Daniel Ngantung

Jakarta - Kawanan desainer interior yang menamakan dirinya ID12 menyulap atrium Senayan City menjadi sebuah 'hotel' nan elegan dalam rasa Indonesia. Hotel ini adalah pameran yang bertajuk 'The Colors of Indonesia 2016: Hotel No.12.

Ini bukan kali pertama ID12 menggelar pameran instalasi interior di Senayan City. Berbeda dari konsep instalasi interior rumah yang diusung saat menggelar pameran perdananya 2014 silam, ID12 pada pameran keduanya ini memilih instalasi hotel.

"Lewat pameran ini sebetulnya kami ingin menantang diri sendiri karena sebagian besar anggota ID12 fokus pada proyek hunian bukan hotel. Pameran ini juga menjadi selebrasi pertemanan kami yang sudah berlangsung selama sembilan tahun," ujar Ary Juwono, anggota ID12 dan Chairman of the Colours of Indonesia 2016, Kamis (15/9/2016).



Semua personel ID12 yang berjumlah 12 desainer interior mengambil bagian dalam pameran yang berlangsung pada 15-24 September itu. Mereka di antaranya Shirley Gouw, Joke Roos, Roland Adam, Yuni Jie, Sammy Hendramianto, Vivianne Faye, Anita Boentarman, dan Ari Juwono sendiri. Setiap desainer menangani ruang hotel yang berbeda dengan garis desain nan modern namun tetap menghadirkan elemen Indonesia. Adapun pemilihan ruangan ditentukan dengan sistem pengundian. Masing-masing menginterpretasikan gaya modern yang berbalur elemen Indonesia dengan cara yang unik dan 'mengejutkan'.



Anita Boentarman misalnya yang endapat bagian mendesain bedroom suite. Wanita jebolan New England School of Art & Design, Boston, AS, itu menghadirkan partisi dengan ukiran yang terinspirasi dari motif batik sakura. Partisi itu untuk memisahkan kamar mandi dan kamar tidurnya. "Penting bagi seorang desainer interior untuk menghadirkan kejutan-kejutan pada desainnya saat menangani hotel karena tamu hotel biasanya mengharapkan sesuatu yang berbeda dari yang biasa mereka lihat," katanya.

Lain lagi dengan Joke Roos yang menghadirkan motif batik mega mendung pada ruangan rileksasi melalui mozaik-mozaik bermotif yang dibuat khusus di Italia. Mozaik itu menghiasi dinding dan lantai pada ruangan yang ia namakan 'Bodhi Relaxation Room' itu. "Butuh waktu tiga bulan untuk membuatnya," kata Joke.



Tidak hanya motif kain, kekayaan alam Indonesia juga menjadi ilham. Mendesain instalasi restoran hotel, Agam Ridi mengambil bambu sebagai sumber inspirasinya. Bambu ia manfaatkan bambu sebagai ornamen dekoratif dalam table setting yang bercitarasa oriental pada restorannya yang bertajuk Serumpun Bambu Fine Dining.

Pameran 'The Colors of Indonesia 2016: Hotel No.12' yang memakan waktu persiapan delapan bulan imi menjadi bukti bahwa kebudayaan Indonesia bisa diolah sebagai sumber inspirasi untuk desain interior yang kekinian.



Selain pameran instalasi hotel, 'The Colors of Indonesia 2016: Hotel No.12' juga menghadirkan talk show, peluncuran buku, produk dan furnitur. Hajatan ini juga didukung Taco dan Moie. (dng/ami)