5 Hal yang Penting Anda Tahu Sebelum Beli Kasur Baru

Hestianingsih - wolipop Rabu, 18 Mei 2016 15:35 WIB
Foto: weareadventurers/Thinkstock
Jakarta - Kualitas kasur cukup berpengaruh terhadap kesehatan tidur, namun tidak banyak orang menyadari pentingnya memilih produk yang bagus. Saat seseorang kesulitan tidur, yang lebih sering dilakukan adalah minum obat atau makanan yang membantu tidur lebih nyenyak ketimbang menyadari bahwa kemungkinan penyebabnya adalah alas tempat Anda tidur setiap hari.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Applied Ergonomics menunjukkan bahwa kasur tidur baru membuat 62 responden tidur lebih nyaman, nyenyak dan rasa sakit serta kaku pada tubuh berkurang dibandingkan ketika mereka memakai kasur lama yang sudah berumur lebih dari sembilan tahun. Tapi kasur baru juga tidak menjamin tidur Anda lebih sehat jika tidak diperhatikan kualitasnya.

Penulis buku 'Sleeping Your Way To The Top' Terry Cralle memaparkan lima poin utama yang harus dilihat saat membeli kasur baru, seperti dikutip dari Huffington Post.

1. Kapan Kasur Harus Diganti?
Jika Anda bangun tidur dengan rasa sakit dan pegal di tubuh, tidak merasa segar atau tidur gelisah padahal sebelumnya tidak memiliki gangguan kesehatan yang mengindikasikan gejala tersebut, bisa jadi penyebabnya adalah kasur tidur yang terlalu lama dipakai. Bisa juga ditandai dengan terbentuknya lengkungan di tengah-tengah matras, atau elastisitas kasur mengendur di pinggiran kasur. National Sleep Foundation tidak menetapkan berapa lama kasur lama Anda harus diganti, namun idealnya daya pakai kasur (dengan kualitas yang masih bagus) sekitar delapan hingga sepuluh tahun.

2. Sesuaikan Kebutuhan
Setiap orang punya bentuk dan bobot tubuh yang berbeda, maka keperluan akan jenus kasurnya pun bisa bervariasi, bahkan berubah seiring berjalannya waktu. Semisal, kasur yang terasa nyaman dipakai saat Anda berusia 35 tahun belum tentu masih sama ketika usia sudah menginjak 45. Faktor-faktor lain seperti penurunan/pertambahan berat badan, penyakit kronis atau sakit sendi maupun tulang juga memengaruhi pertimbangan Anda dalam memilih kasur baru.

"Matras yang terasa nyaman untuk wanita berbobot 45 kg dengan gangguan arthritis (radang sendi) mungkin tidak nyaman bagi pria dengan berat 100 kg," ujarnya menegaskan.

Baca Juga: 30 Inspirasi Dekorasi Pernikahan Unik

3. Mahal Belum Tentu Lebih Baik
Para ahli kesehatan tidur mengatakan bahwa matras dengan harga mahal belum tentu cocok untuk kebutuhan, kebiasaan maupun posisi tidur Anda. Carilah kasur atau matras yang benar-benar membuat Anda nyaman ketika berbaring di atasnya. Jadi sangat penting meluangkan waktu lebih banyak untuk mencari dan mencoba matras yang tepat.

"Faktor yang paling penting adalah kenyamanan," ujar Dan Scheter, pakar kesehatan tidur.

4. Bujet, Kesehatan dan Luas Kamar
Saat membeli kasur baru, pertimbangkan bujet dan ukuran kasur seperti apa yang Anda butuhkan. Lihat juga apakah ada kondisi kesehatan yang bisa terpengaruh dengan kasur baru Anda misalnya radang sendi, sakit punggung, sleep apnea, kebiasaan mendengkur atau alergi. Anda bisa menanyakan beberapa hal terkait kualitas kasur dan apa yang ditawarkan dari produk tersebut kepada staf.

5. Uji Coba Kasur
Beberapa toko atau showroom furnitur biasanya membolehkan calon konsumennya mencoba kasur untuk memastikan kenyamanannya. Cobalah berbaring di atas kasur selama 15 menit, dan dalam posisi ketika Anda terbiasa tidur di rumah. Terry juga menyarankan untuk mengganti posisi tidur misalnya tengkurap, menyamping atau fetus (meringkuk seperti bayi dalam kandungan). Cobalah tidur dengan bantal agar lebih tepat memastikan apakah kasur yang akan dibeli benar-benar cocok untuk Anda. (hst/hst)