Vastuhome Hadirkan Furnitur Bergaya Minimalis Kontemporer Asal Jepang
Hestianingsih - wolipop
Kamis, 07 Apr 2016 16:05 WIB
Jakarta
-
Di Indonesia, furnitur Jepang mungkin tidak sepopuler produk keluaran Eropa. Berbagai toko furnitur kelas premium pun lebih banyak menghadirkan furnitur produksi Italia, Prancis atau Jerman. Tak banyak yang tahu, kalau produsen furnitur Asia pun memiliki keunggulan tersendiri. Salah satunya, Jepang.
Furnitur Jepang umumnya menawarkan perabot bergaya simpel sekaligus modern, dengan daya pakai berjangka panjang karena menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi. Desainnya pun timeless, artinya selalu sesuai dengan perkembangan waktu dan tidak ketinggalan zaman.
Mencoba memperkenalkan furnitur Jepang ke pasar Indonesia, Vastuhome bekerjasama dengan IDC Otsuka menghadirkan enam perlengkapan interior dengan desain khas Negeri Sakura yang inovatif. IDC Otsuka yang merupakan perusahaan penyedia furnitur, telah berdiri sejak 1969 dan memiliki 17 outlet yang tersebar di seluruh Jepang.
"Vastuhome biasanya tampilkan produk-produk dari Eropa karena konsep kami awalnya kontemporer minimalis. Kenapa akhirnya menghadirkan furnitur dari Jepang karena IDC Otsuka perusahaan yang sangat terkonsentrasi di furnitur. Jepang juga punya banyak desainer interior yang telah mendunia," tutur Division Manager PT Datascrip untuk Vastuhome Zaky Makarim, saat acara peluncuran di gerai Vastuhome, Jl. Pakubuwono, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (7/4/2016).
Enam seri furnitur yang dihadirkan Vastuhome merupakan beberapa produk unggulan dari IDC Otsuka yang diseleksi sendiri oleh Merry Utomo, direktur Datascrip untuk memastikan kesesuaian dengan pangsa pasar di Indonesia. Menurutnya banyak desain furnitur asli Jepang yang unik namun kurang sesuai dengan kultur masyarakat di sini sehingga perlu disortir secara seksama.
"Struktur geografis dan kebiasaan masyarakat Jepang dan Indonesia kan berbeda. Jadi saya pilih yang memang benar-benar sesuai dengan kultur di sini dengan tetap memperhatikan desain khas Vastuhome yang kontemporer dan minimalis," ujar Merry.
Dua produk unggulannya yang hadir di Indonesia, dirancang oleh Ken Kiyokuki Okuyama, desainer industrial yang karyanya ikut terlibat dalam pengembangan desain untuk mobil Ferrari, Porsche hingga Maseratti. Meskipun lebih banyak menangani desain untuk otomotif dan industrial, Ken juga mahir dalam merancang aksesori interior.
Salah satunya rak kayu berukuran besar yang diberi nama KOD. Desainnya terinspirasi dari bingkai foto sehingga ketika ditempatkan di ruangan, terlihat seperti ada bingkai berukuran raksasa. Kehadiran rak pun bukan hanya sebagai tempat menaruh benda-benda dekoratif tapi juga titik fokus dalam ruangan itu sendiri.
"Empat sudut bingkai dibuat dengan sambungan 45 derajat yang merupakan teknik tersulit dalam industri kayu. Sehingga produk ini punya kekuatan dan keindahan dalam waktu yang bersamaan," ujar Senior Manager IDC Otsuka Masanori Yamanaka.
Karya Ken lainnya juga hadir dalam desain karpet bernama Nami. Dalam bahasa Jepang, Nami berarti 'ombak'. Sesuai namanya, karpet diciptakan dari untaian benang wool yang dikreasikan sedemikian rupa hingga membentuk gradasi warna yang menyerupai putaran ombak. Karpet diproduksi secara manual oleh pengrajin khusus, mulai dari proses pencelupan serat hingga penjahitan.
Ada pula sofa yang didesain oleh Morishige, pembuat mebel asal Jepang sejak 1944. Sofa dengan sandaran lengan dan kepala nyaman ini memadukan nuansa Jepang dan Eropa yang klasik tapi di waktu yang bersamaan juga modern.
Tak ketinggalan, produk dari tim desain IDC Otsuka sendiri juga turut dihadirkan. Beberapa diantaranya sideboard (laci meja) dan meja makan. Desain memadukan kayu black walnut dengan material stainless steel yang semakin mengentalkan kesan modern.
"Kaki-kaki meja menggunakan stainless steel untuk memberi kesan meja seperti mengapung," terang Yamanaka.
Produk lainnya adalah TV board atau meja TV yang menggunakan kayu alami berkualitas pabrikan Asahikawa, kota yang terkenal dengan kualitas furniturnya yang tinggi. Memiliki ketebalan 33 mm, meja sekaligus rak ini mampu menahan beban maksimal 100 kg.
Sebagian besar furnitur IDC Otsuka yang hadir di gerai Vastuhome menggunakan kayu black walnut dari Amerika Utara. Kayu ini dikenal dengan warna alaminya yang indah, kuat serta tahan lama. (hst/ays)
Furnitur Jepang umumnya menawarkan perabot bergaya simpel sekaligus modern, dengan daya pakai berjangka panjang karena menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi. Desainnya pun timeless, artinya selalu sesuai dengan perkembangan waktu dan tidak ketinggalan zaman.
Mencoba memperkenalkan furnitur Jepang ke pasar Indonesia, Vastuhome bekerjasama dengan IDC Otsuka menghadirkan enam perlengkapan interior dengan desain khas Negeri Sakura yang inovatif. IDC Otsuka yang merupakan perusahaan penyedia furnitur, telah berdiri sejak 1969 dan memiliki 17 outlet yang tersebar di seluruh Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Vastuhome biasanya tampilkan produk-produk dari Eropa karena konsep kami awalnya kontemporer minimalis. Kenapa akhirnya menghadirkan furnitur dari Jepang karena IDC Otsuka perusahaan yang sangat terkonsentrasi di furnitur. Jepang juga punya banyak desainer interior yang telah mendunia," tutur Division Manager PT Datascrip untuk Vastuhome Zaky Makarim, saat acara peluncuran di gerai Vastuhome, Jl. Pakubuwono, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (7/4/2016).
Enam seri furnitur yang dihadirkan Vastuhome merupakan beberapa produk unggulan dari IDC Otsuka yang diseleksi sendiri oleh Merry Utomo, direktur Datascrip untuk memastikan kesesuaian dengan pangsa pasar di Indonesia. Menurutnya banyak desain furnitur asli Jepang yang unik namun kurang sesuai dengan kultur masyarakat di sini sehingga perlu disortir secara seksama.
![]() |
"Struktur geografis dan kebiasaan masyarakat Jepang dan Indonesia kan berbeda. Jadi saya pilih yang memang benar-benar sesuai dengan kultur di sini dengan tetap memperhatikan desain khas Vastuhome yang kontemporer dan minimalis," ujar Merry.
Dua produk unggulannya yang hadir di Indonesia, dirancang oleh Ken Kiyokuki Okuyama, desainer industrial yang karyanya ikut terlibat dalam pengembangan desain untuk mobil Ferrari, Porsche hingga Maseratti. Meskipun lebih banyak menangani desain untuk otomotif dan industrial, Ken juga mahir dalam merancang aksesori interior.
![]() |
Salah satunya rak kayu berukuran besar yang diberi nama KOD. Desainnya terinspirasi dari bingkai foto sehingga ketika ditempatkan di ruangan, terlihat seperti ada bingkai berukuran raksasa. Kehadiran rak pun bukan hanya sebagai tempat menaruh benda-benda dekoratif tapi juga titik fokus dalam ruangan itu sendiri.
"Empat sudut bingkai dibuat dengan sambungan 45 derajat yang merupakan teknik tersulit dalam industri kayu. Sehingga produk ini punya kekuatan dan keindahan dalam waktu yang bersamaan," ujar Senior Manager IDC Otsuka Masanori Yamanaka.
Karya Ken lainnya juga hadir dalam desain karpet bernama Nami. Dalam bahasa Jepang, Nami berarti 'ombak'. Sesuai namanya, karpet diciptakan dari untaian benang wool yang dikreasikan sedemikian rupa hingga membentuk gradasi warna yang menyerupai putaran ombak. Karpet diproduksi secara manual oleh pengrajin khusus, mulai dari proses pencelupan serat hingga penjahitan.
Ada pula sofa yang didesain oleh Morishige, pembuat mebel asal Jepang sejak 1944. Sofa dengan sandaran lengan dan kepala nyaman ini memadukan nuansa Jepang dan Eropa yang klasik tapi di waktu yang bersamaan juga modern.
Tak ketinggalan, produk dari tim desain IDC Otsuka sendiri juga turut dihadirkan. Beberapa diantaranya sideboard (laci meja) dan meja makan. Desain memadukan kayu black walnut dengan material stainless steel yang semakin mengentalkan kesan modern.
"Kaki-kaki meja menggunakan stainless steel untuk memberi kesan meja seperti mengapung," terang Yamanaka.
Produk lainnya adalah TV board atau meja TV yang menggunakan kayu alami berkualitas pabrikan Asahikawa, kota yang terkenal dengan kualitas furniturnya yang tinggi. Memiliki ketebalan 33 mm, meja sekaligus rak ini mampu menahan beban maksimal 100 kg.
Sebagian besar furnitur IDC Otsuka yang hadir di gerai Vastuhome menggunakan kayu black walnut dari Amerika Utara. Kayu ini dikenal dengan warna alaminya yang indah, kuat serta tahan lama. (hst/ays)
Hobi dan Mainan
Menariknya Iron Man Mark 39, Action Figure Resmi Marvel yang Mudah Dirakit dan Siap Pajang
Kesehatan
Sering Pegal & Kaku Saat Kerja? Lenovo Massage Gun 8 Kepala Ini Jadi Andalan Kaum Jompo
Kesehatan
Solusi Teeth Whitening Tanpa Ribet ke Klinik! Dengan PUTIH Wireless Whitening Light
Hobi dan Mainan
ORCA MAGMA01 vs Donner DAG-1CE: Gitar Ringkas atau Full Size, Mana Lebih Pas?
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Water Heater Gas Ariston Punya 3 Fitur Pengaman Ini
Japandi Tak Sekadar Tren Interior, Kini Hadir Lewat Perangkat Rumah Tangga
Mau Mencuci Hijab Pakai Mesin Cuci? Simak 5 Tips Ini Biar Tetap Awet
5 Cara Sustainable Living yang Mudah Diterapkan di Rumah
4 Rekomendasi Elektronik Rumah untuk Upgrade di Awal Tahun 2026
Most Popular
1
Ramalan Zodiak 11 Januari: Taurus Rintangan Menghadang, Gemini Terus Maju
2
Hailey Bieber Diduga 'Repost' Video Tentang Justin Bieber Bersikap Toksik
3
Sudah Bisa Pre-Order! 10 Brand Lokal Rilis Koleksi Baju Lebaran 2026
4
Meghan Trainor Tanggapi Sindiran Ashley Tisdale soal Geng Ibu-ibu Toxic
5
Foto: Gaya Denada Sambut 2026, Seksi Pakai Gaun Menerawang
MOST COMMENTED














































