11 Warna Kamar dan Pengaruhnya Terhadap Kebiasaan Tidur Anda
Rahmi Anjani - wolipop
Senin, 04 Apr 2016 09:26 WIB
Jakarta
-
Kamar tidur menjadi tempat beristirahat dan bersantai setelah menghadapi kepenatan di keseharian. Wajar saja jika dekorasinya sangat diperhatikan demi menunjang kenyamanan. Selain memperhatikan pemilihan furniture atau kasur, Anda juga perlu memilih warna yang tepat.
Nuansa warna kamar tidur bisa mempengaruhi kualitas istirahat bahkan seks seseorang. Survei yang dilakukan Travelodge pun mengungkap bila beberapa warna lebih menstimulasi beberapa hal yang tidak berhubungan dengan tidur. Penelitian yang dilakukan pada 2.000 orang Inggris terhadap kebiasaan di malam hari itu pun mengungkap sejumlah temuan-temuan menarik berikut:
Biru
Berdasarkan penelitian, orang yang kamarnya bernuansa biru terbukti lebih ceria dan bangun dengan perasaan senang. Mereka juga tidur lebih lama dibanding warna lainnya yakni sekitar tujuh jam 52 menit setiap malamnya.
Hal tersebut memang bukan sekadar kebetulan. Menurut Chris Idzikowski dari Edinburgh Sleep Centre, biru adalah palet paling sensitif terhadap reseptor di mata. Warna itu juga diasosiakan dengan ketenangan sehingga bisa menurunkan detak jatung dan menurunkan tekanan darah.
Kuning
Setelah biru, kuning menjadi warna kedua paling baik untuk kamar tidur. Fakta tersebut memang cukup mengejutkan karena palet tersebut jarang dipilih untuk ruangan istirahat. Namun kuning diklaimkan dapat mengurangi kegugupan dan meningkatkan relaksasi. Nuansanya yang ceria juga bisa menciptakan kenyamanan.
Hijau
Warna hijau juga baik untuk diterapkan di kamar. Menurut penelitan, 22% responden yang ruangan tidurnya bernuansa warna bumi tersebut sering bangun dengan perasaan yang positif dan ceria.
Silver
Metalik sering diasosiakan dengan glamouritas sehingga bisa membuat Anda merasa mewah ketika berada di dalam ruangan berwarna serupa. Warna silver ternyata juga bisa menenangkan. Tak hanya itu, satu dari lima responden mengatakan jika dekorasi bernuansa perak memotivasi mereka untuk berolahraga dalam kamar.
Oranye
Sebagian orang merasa jika oranye terlalu terang untuk diaplikasi dalam kamar tidur. Namun palet tersebut pantas diterapkan karena menambah kehangatan dan menciptakan atmosfir relaks. Oranye pun dapat membantu merelaksasi otot tubuh yang penting untuk mendapatkan tidur berkualitas.
Ungu
Siapa sangka jika ungu bisa mengganggu kuantitas tidur. Survei menyatakan jika orang dengan kamar ungu mendapat tidur paling sedikit yakni lima jam 56 menit setiap malamnya. Ternyata palet itu terlalu menstimulasi otak sehingga membuat orang sulit istirahat dan memicu mimpi buruk.
Cokelat Tua & Muda
Cokelat tua sebaiknya dihindari diterapkan di ruang tidur. Palet tersebut dapat membuat penghuninya merasa terisolasi, tidak nyaman, dan tidak bisa istirahat. Tapi berbeda dengan warna cokelat muda yang ternyata memicu romantisme. Pasangan yang tidur di ruang berkonsep karemel berhubungan seks paling tidak tiga kali seminggu.
Abu-abu
Abu-abu mungkin terlihat minimalis untuk diaplikasikan dalam dekorasi rumah. Namun riset mengungkap palet itu tidak terlalu baik diterapkan di kamar tidur. Orang dengan kamar abu-abu diketahui paling banyak menghabiskan waktu untuk online di tempat tidur sehingga menggangu kuantitas istirahat.
Merah
Di keseharian, merah sering dikaitkan dengan sensualitas. Tapi hal tersebut sepertinya tidak terbawa ke tempat tidur. RIset mengungkap bila kamar tidur merah paling tidak romantis karena penghuninya dilaporkan hanya berhubungan seks sekali seminggu.
Putih/Krem
Dianggap bersih dan menenangkan, putih sering diterapkan pada kamar tidur. Namun Anda perlu berhati-hati, karena palet tersebut dapat memicu kerja berlebihan. Responden dengan kamar berwarna itu mengaku sering membawa tugas kantor ke tempat tidur paling tidak tiga jam seminggu.
Emas
Tahukah Anda jika bankir dan pekerja keuangan paling senang mengaplikasi emas dalam dekorasi kamar. Warna berkilauan tersebut memang diasosiakan dengan kemakmuran.
(ami/eny)
Nuansa warna kamar tidur bisa mempengaruhi kualitas istirahat bahkan seks seseorang. Survei yang dilakukan Travelodge pun mengungkap bila beberapa warna lebih menstimulasi beberapa hal yang tidak berhubungan dengan tidur. Penelitian yang dilakukan pada 2.000 orang Inggris terhadap kebiasaan di malam hari itu pun mengungkap sejumlah temuan-temuan menarik berikut:
Biru
Berdasarkan penelitian, orang yang kamarnya bernuansa biru terbukti lebih ceria dan bangun dengan perasaan senang. Mereka juga tidur lebih lama dibanding warna lainnya yakni sekitar tujuh jam 52 menit setiap malamnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kuning
Setelah biru, kuning menjadi warna kedua paling baik untuk kamar tidur. Fakta tersebut memang cukup mengejutkan karena palet tersebut jarang dipilih untuk ruangan istirahat. Namun kuning diklaimkan dapat mengurangi kegugupan dan meningkatkan relaksasi. Nuansanya yang ceria juga bisa menciptakan kenyamanan.
Hijau
Warna hijau juga baik untuk diterapkan di kamar. Menurut penelitan, 22% responden yang ruangan tidurnya bernuansa warna bumi tersebut sering bangun dengan perasaan yang positif dan ceria.
Silver
Metalik sering diasosiakan dengan glamouritas sehingga bisa membuat Anda merasa mewah ketika berada di dalam ruangan berwarna serupa. Warna silver ternyata juga bisa menenangkan. Tak hanya itu, satu dari lima responden mengatakan jika dekorasi bernuansa perak memotivasi mereka untuk berolahraga dalam kamar.
Oranye
Sebagian orang merasa jika oranye terlalu terang untuk diaplikasi dalam kamar tidur. Namun palet tersebut pantas diterapkan karena menambah kehangatan dan menciptakan atmosfir relaks. Oranye pun dapat membantu merelaksasi otot tubuh yang penting untuk mendapatkan tidur berkualitas.
Ungu
Siapa sangka jika ungu bisa mengganggu kuantitas tidur. Survei menyatakan jika orang dengan kamar ungu mendapat tidur paling sedikit yakni lima jam 56 menit setiap malamnya. Ternyata palet itu terlalu menstimulasi otak sehingga membuat orang sulit istirahat dan memicu mimpi buruk.
Cokelat Tua & Muda
Cokelat tua sebaiknya dihindari diterapkan di ruang tidur. Palet tersebut dapat membuat penghuninya merasa terisolasi, tidak nyaman, dan tidak bisa istirahat. Tapi berbeda dengan warna cokelat muda yang ternyata memicu romantisme. Pasangan yang tidur di ruang berkonsep karemel berhubungan seks paling tidak tiga kali seminggu.
Abu-abu
Abu-abu mungkin terlihat minimalis untuk diaplikasikan dalam dekorasi rumah. Namun riset mengungkap palet itu tidak terlalu baik diterapkan di kamar tidur. Orang dengan kamar abu-abu diketahui paling banyak menghabiskan waktu untuk online di tempat tidur sehingga menggangu kuantitas istirahat.
Merah
Di keseharian, merah sering dikaitkan dengan sensualitas. Tapi hal tersebut sepertinya tidak terbawa ke tempat tidur. RIset mengungkap bila kamar tidur merah paling tidak romantis karena penghuninya dilaporkan hanya berhubungan seks sekali seminggu.
Putih/Krem
Dianggap bersih dan menenangkan, putih sering diterapkan pada kamar tidur. Namun Anda perlu berhati-hati, karena palet tersebut dapat memicu kerja berlebihan. Responden dengan kamar berwarna itu mengaku sering membawa tugas kantor ke tempat tidur paling tidak tiga jam seminggu.
Emas
Tahukah Anda jika bankir dan pekerja keuangan paling senang mengaplikasi emas dalam dekorasi kamar. Warna berkilauan tersebut memang diasosiakan dengan kemakmuran.
(ami/eny)











































