Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Piring Anti Basah, Bisa Bersih Sendiri Tanpa Dicuci

wolipop
Selasa, 24 Des 2013 09:03 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta - Di masa depan, mungkin mencuci piring akan 'hilang' dari daftar tugas rumah tangga. Desainer produk asal Swedia telah menciptakan perangkat makan yang bisa membersihkan sendiri. Tanpa menggunakan spons, atau sabun pencuci piring.

Sang desainer menggunakan teknologi terbaru yang diterapkan dalam bahan pelapis piring, sehingga piring atau mangkok jadi anti air juga kotoran. Minyak atau bumbu makanan tidak bisa menempel pada permukaan piring, dan sisa-sisa makanan hanya perlu dibilas dengan air untuk menghilangkannya.

Rahasianya ada pada bahan yang digunakan. Setiap piring terbuat dari material berbahan dasar selulosa yang ringan, tapi padat dan keras seperti keramik. Hal ini tentunya jadi terobosan baru. Karena umumnya selulosa digunakan untuk pembuatan spons atau kain pembersih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selulosa merupakan senyawa organik yang banyak ditemukan pada serat katun, kayu dan rami kering. Selulosa yang berbentuk bulir-bulir dipadatkan dengan cara ditekan menggunakan cetakan panas, untuk kemudian dibentuk menjadi nampan, piring dan mangkok.

Setelah didinginkan, material selulosa menjadi sekeras dan sepadat keramik, namun sangat ringan dan tak mudah pecah. Lalu berlanjut ke proses pelapisan yang dinamakan Rapid Expansion of Supercritical Solutions. Proses ini dilakukan dengan melarutkan lilin dalam cairan karbondioksida pada temperatur dan tekanan tinggi.

Cairan tersebut kemudian disemprotkan ke seluruh bagian piring secara merata. Pelapisan ini mirip dengan daun bunga teratai yang mengambang di atas air tapi tidak pernah basah.

Produk ini dikembangkan oleh studio desain asal Swedia, Tomorrow Machine bekerjasama dengan perusahaan riset Innventia. Material selulosa diproduksi oleh Innventia sementara teknik pelapisan diciptakan oleh KTH Royal Institute of Technology di Stockholm.

"Produk ini tidak hanya menghemat sumber daya alam saat proses pembuatannya, tapi juga mengurangi pemakaian air dan zat kimia (dari cairan pencuci piring) ketika produk digunakan," ujar para desainer, seperti dikutip dari Daily Mail.

Sayangnya, produk yang terlihat stylish dengan motif marble berwarna biru-putih ini belum bisa ditemukan di pasaran. Sebab piring anti noda ini baru diciptakan sebagai prototype dan belum akan diproduksi secara massal maupun komersil dalam waktu dekat.


(hst/rma)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads