Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tips & Pentingnya Mengenali Keaslian Minyak Essensial untuk Aromaterapi

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Selasa, 15 Jan 2013 07:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Penggunaan minyak aromaterapi di rumah bisa membantu Anda maupun seluruh anggota keluarga meningkatkan kualitas hidup. Mulai dari pikiran yang lebih relaks, perasaan lebih tenang hingga meningkatkan semangat kerja maupun energi untuk beraktivitas.

Namun perlu dicatat, manfaat tersebut hanya bisa didapat apabila minyak essensial yang digunakan berbahan 100 persen alami. Banyak produk yang mengklaim terbuat dari bahan alami, namun kenyataannya juga mengandung bahan kimia atau sintetis. Adanya unsur sintetis tentu saja dapat mengurangi efek aromaterapi, tidak menimbulkan efek sama sekali bahkan bisa berbahaya bagi tubuh.

Untuk itu, Anda harus jeli saat membeli minyak aromaterapi di pasaran. Belilah di tempat-tempat yang terpercaya. Misalnya toko organik, klinik kesehatan berbasis herbal atau gerai kecantikan ternama. Jika masih ragu, praktisi aromaterapi Evita Zoraya memberi beberapa tips untuk mengenali ciri-ciri minyak essensial yang asli. Ini dia beberapa di antaranya:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Lihat kemasan botolnya. Minyak essensial yang murni umumnya botolnya berwarna gelap dan pekat. Juga dilengkapi dengan pipet sebagai aplikator.

"Karena terbuat dari bahan alami, kalau terkena sinar matahari bisa rusak makanya kemasan harus gelap. Lalu harus ada dropper karena minyak sangat pekat jadi penggunaan setetes atau dua tetes saja sudah cukup," jelas Evita, saat ditemui di acara Molto Aromatheraphy Lounge di Senayan City, Jakarta, belum lama ini.

2. Harus terdapat nama latin di label kemasannya. Setiap bunga-bungaan, kayu-kayuan, dedaunan atau akar tanaman umumnya memiliki nama latin dan itu menunjukkan keaslian produk. Harus dicantumkan juga cara penggunaan. "Informasi di kemasan harus selengkap mungkin," tutur Evita yang bekerja di Aromatherapy & Life Coach Center Scentsibility sebagai aromatherapist.

3. Bila terbuat dari 100 persen bahan alami dan organik, harus ada cap atau sertifikasi organik dari lembaga yang terpercaya. Apabila sertifikasi dari Amerika, biasanya cap bertuliskan USDA Organic dan terdapat di segel atau label kemasan. Di Indonesia sendiri, sertifikasi organik biasanya diberikan oleh lembaga BIOcert.

4. Harga sangat menentukan kualitas produk. Satu botol minyak Lavender berukuran 10 ml misalnya, bisa dihargai Rp 100 ribuan. Untuk minyak essensial yang terbuat dari bunga-bungaan, harganya bisa lebih mahal sekitar Rp 180 ribuan per 5 ml. "Rose dan jasmine paling mahal, bahkan ada yang sampai Rp 2,7 juta," terang Evita.

Menurut Evita, proses pembuatan yang membuat minyak essensial memiliki harga yang cukup tinggi. Untuk mendapat minyak mawar misalnya, dibutuhkan kiloan kelopak mawar yang datangnya bisa berasal lebih dari dua negara. Jadi ketika Anda menemukan minyak essensial dengan harga yang murah, maka perlu diragukan keasliannya.

(hst/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads