Kisah Ilhan Omar, Pengungsi Somalia Jadi Wanita Muslim Pertama di Kongres AS
Wanita berhijab ini merupakan wanita Muslim pertama yang berhasil menembus Kongres Amerika Serikat. Dia juga menjadi mantan pengungsi Somalia pertama yang terpilih menjadi anggota dewan di negara tersebut. Ialah Ilhan Omar yang kini menjadi simbol penting bagi politik inklusif dan keberagaman di AS.
Sejak pertama kali mengukir sejarah saat terpilih mewakili Distrik Kongres ke-5 Minnesota, Omar konsisten menyuarakan isu-isu hak asasi manusia, keadilan sosial, dan penegakan hukum internasional. Di tengah penolakan dan tekanan politik dari berbagai pihak, posisi politiknya di wilayah Minneapolis justru makin kokoh.
Selain kiprahnya di dalam negeri, Omar juga aktif mendorong reformasi kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Salah satu fokus utamanya adalah mendesak AS agar memperkuat lembaga-lembaga hukum global seperti Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Congresswoman Ilhan Omar (D-MN) speaks to attendees of a campaign rally for U.S. Senate Democratic candidate Abdul El-Sayed in Dearborn, Michigan, U.S., July 31, 2026. REUTERS/Rebecca Cook. Foto: REUTERS/Rebecca Cook. |
"Jika kita benar-benar percaya pada hak asasi manusia dan penegakan hukum, kita seharusnya memperkuat keadilan internasional - bukan merusaknya. Amerika Serikat harus memimpin dengan memberi contoh dan menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum," tegas Ilhan Omar dikutip dari Aljazeera.
Perjalanan kariernya dari seorang pengungsi anak hingga menjadi figur kunci di Kongres AS menjadikan Omar salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah politik modern Amerika Serikat. Omar merupakan perwakilan Demokrat dari Minnesota yang pertama kali terpilih masuk ke Kongres pada 2018.
Congresswoman Ilhan Omar (D-MN) speaks to attendees of a campaign rally for U.S. Senate Democratic candidate Abdul El-Sayed in Dearborn, Michigan, U.S., July 31, 2026. REUTERS/Rebecca Cook. Foto: REUTERS/Rebecca Cook. |
Lahir di Somalia, Omar mengungsi ke Amerika Serikat saat berusia 12 tahun. Tumbuh besar di Minnesota, ia mulai aktif dalam dunia politik sejak muda hingga mencatatkan sejarah sebagai salah satu wanita Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres AS. Keterlibatannya di Komite Urusan Luar Negeri selama ini menjadi salah satu peran terpentingnya di Capitol Hill.
(gaf/eny)













































