Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Pangeran Harry Ingin Berdamai dengan Pangeran William

Kiki Oktaviani - wolipop
Rabu, 21 Okt 2026 21:08 WIB
...
LILLE, FRANCE - APRIL 09:  Prince William, Duke of Cambridge and Prince Harry walk through a trench during the commemorations for the 100th anniversary of the battle of Vimy Ridge on April 9, 2017 in Lille, France.  (Photo by Samir Hussein/WireImage)
Foto: Samir Hussein/WireImage
Jakarta -

Pangeran Harry mengungkapkan keinginannya untuk memperbaiki hubungan dengan ayah dan kakaknya, Raja Charles III dan Pangeran William. Di tengah hubungan keluarga yang masih rumit, Duke of Sussex itu menegaskan bahwa rekonsiliasi menjadi hal terpenting baginya.

Dalam wawancara dengan majalah GQ di New York, Harry berbicara terbuka tentang keretakan hubungan keluarga yang selama ini menjadi sorotan publik. Ia menyebut persoalan yang dialaminya sebenarnya dekat dengan kehidupan banyak orang, mulai dari perselisihan saudara hingga hubungan yang renggang antara orang tua dan anak.

"Ada perselisihan antara saudara, ada hubungan yang rusak antara anak dan orang tua, atau anak dengan salah satu orang tuanya," kata Harry.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, banyak orang yang ia temui juga menghadapi persoalan serupa. Ketertarikan publik terhadap konflik keluarga Kerajaan Inggris, menurut pangeran 42 tahun itu, mungkin muncul karena orang ingin melihat bagaimana masalah tersebut bisa diselesaikan.

William-Kate dan Harry-Meghan Tampil Bareng, Perdana dalam 2 Tahun (AFP) Foto: William-Kate dan Harry-Meghan Tampil Bareng, Perdana dalam 2 Tahun (AFP)

"Sebagian orang mungkin tidak ingin kami berdamai. Tapi saya ingin itu terjadi. Dengan segala hal yang sedang terjadi di dunia, yang paling penting adalah berdamai. Itulah intinya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Saat ditanya apakah ia yakin luka dalam hubungannya dengan keluarga bisa diperbaiki, Harry menjawab dengan optimis. Ia menyadari bahwa bekas luka emosional mungkin tidak akan sepenuhnya hilang, tetapi menurutnya, setiap orang perlu berusaha melepaskan masa lalu.

"Bekas luka mungkin akan tetap ada selamanya, tetapi melepaskan masa lalu adalah sesuatu yang saya anjurkan kepada semua orang," tuturnya.

Harry juga mengakui bahwa pengalaman masa lalu bisa sulit dilupakan jika masih memengaruhi kehidupan sehari-hari. Meski begitu, ia merasa kehidupan sudah dipenuhi cukup banyak drama sehingga konflik keluarga tidak seharusnya terus berlarut-larut.

Setelah wawancara tersebut dirilis, juru bicara Harry dan Meghan Markle menegaskan bahwa pernyataan itu tidak ditujukan untuk menyindir Pangeran William maupun anggota keluarga Kerajaan Inggris lainnya. Komentar Harry disampaikan dalam konteks yang lebih umum mengenai pentingnya memperbaiki hubungan keluarga.

Dalam wawancara yang dilakukan bulan lalu itu, Harry juga membahas kepindahan keluarganya ke Inggris dan pengalaman kedua anaknya, Pangeran Archie dan Putri Lilibet, bersekolah di sana.

Harry mengatakan bahwa memberikan pengalaman budaya yang berbeda kepada kedua anaknya menjadi salah satu alasan penting bagi keluarganya kembali ke Inggris.

Ia mengaku senang melihat Archie dan Lilibet menikmati pengalaman baru di sekolah Inggris. Menurutnya, kesempatan mengenal dua budaya yang berbeda akan menjadi pengalaman berharga bagi mereka.

Selain persoalan keluarga, Harry turut berbicara tentang cara dirinya menghadapi kesedihan dan trauma setelah kematian ibunya, Putri Diana. Ia berharap pengalamannya bisa membantu orang lain yang menghadapi kesulitan serupa.

"Saya tentu tidak menginginkan simpati. Mengapa? Karena saya seorang pangeran. Saya punya jaringan dukungan di sekitar saya, sudah menjalani berbagai bentuk terapi, dan saya berusaha keras untuk mengatasinya," kata Harry.

(kik/kik)
...
Hide Ads