Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Keindahan Tenun Sumba dalam Balutan Abaya Modern dari Koleksi Vivi Zubedi

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Senin, 19 Okt 2026 19:45 WIB
...
Koleksi terbaru Vivizubedi mengusung kain tenun Sumba diperagakan dalam gelaran Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta (18/10/2026).
Koleksi terbaru Vivizubedi mengangkat kain tenun Sumba diperagakan dalam gelaran (IN2MF) x (JMFW). Foto: Dok. Vivi Zubedi.
Jakarta -

Desainer Vivi Mar'i Zubedi kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan wastra Nusantara. Melalui lini brand miliknya, Vivizubedi, ia baru saja meluncurkan koleksi terbaru yang mengusung keindahan kain tenun Sumba pada closing ceremony Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (18/10/2026).

Langkah ini menjadi babak baru bagi Vivi setelah sebelumnya sukses mempopulerkan kain Sasirangan khas Kalimantan Selatan. Lewat helatan ini, desainer menghadirkan interpretasi modern terhadap tenun Sumba yang dipadukan dengan karakter desain khas Vivizubedi.

Koleksi terbaru Vivizubedi mengusung kain tenun Sumba diperagakan dalam gelaran Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta (18/10/2026).Koleksi terbaru Vivizubedi mengangkat kain tenun Sumba diperagakan dalam gelaran Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta (18/10/2026). Foto: Dok. Vivi Zubedi.

Dikenal konsisten mengusung estetika modest fashion yang modern, desainer Vivi Zubedi kembali mengukuhkan identitas rancangannya melalui potongan abaya berkarakter kuat yang dipadukan dengan sentuhan monogram monokrom nan elegan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koleksi kali ini, Vivi memilih kombinasi siluet abaya yang tegas namun flowy dengan permainan motif logo berkonsep clean dan serba pastel, namun tetap mempertegas garis desain khas Vivizubedi yang berani (bold), edgy, sekaligus menghadirkan kemewahan yang simpel bagi para pecinta busana santun modern.

Bagi Founder & CEO ISSA Group ini, mengolah kain tradisional bukan sekadar tentang estetika fashion, melainkan bagian dari misi besar menjaga warisan budaya Indonesia agar tetap hidup dan relevan bagi generasi muda.

ADVERTISEMENT
Koleksi terbaru Vivizubedi mengusung kain tenun Sumba diperagakan dalam gelaran Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta (18/10/2026).Koleksi terbaru Vivizubedi mengangkat kain tenun Sumba diperagakan dalam gelaran Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta (18/10/2026). Foto: Dok. Vivi Zubedi.

"Kali ini inspirasi datang dari Sumba. Karya ini merupakan persembahan Vivizubedi untuk Indonesia, dengan memadukan kekayaan tenun Sumba dan karakter bold serta edgy yang menjadi identitas kami," ujar Vivi.

Ia mengungkapkan rasa antusiasnya karena seluruh busana yang ditampilkan dari awal hingga akhir peragaan secara penuh memanfaatkan kain daerah.

"Paling excited hari ini karena full kain daerah dari awal sampai akhir. Inspirasinya benar-benar Indonesia Raya, bagaimana budaya dan kultur Indonesia kita tuangkan ke dalam koleksi tadi dengan sentuhan khas Vivi Zubedi," tuturnya usai ditemui sesudah show.

Tantangan Mengolah Tenun Sumba dan Teknik Draperi

Koleksi terbaru Vivizubedi mengusung kain tenun Sumba diperagakan dalam gelaran Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta (18/10/2026).Koleksi terbaru Vivizubedi mengangkat kain tenun Sumba diperagakan dalam gelaran Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta (18/10/2026). Foto: Dok. Vivi Zubedi.

Pemilihan tenun Sumba bukanlah tanpa alasan. Berbeda dengan Sasirangan yang sudah sering ia eksplorasi, tenun Sumba menjadi tantangan baru bagi Vivi dan timnya. Selain nilainya yang istimewa dan bernilai tinggi (pricy), pengolahan tenun Sumba dalam skala busana full-body memerlukan teknik khusus agar nilai historis dan maknanya tidak hilang.

"Biasanya kalau kain daerah hanya dijadikan kombinasi kecil atau selendang, tapi kali ini kita pakai full di badan. Tantangannya, selendang-selendang Sumba yang sudah jadi ini kalau digunting akan hilang maknanya. Jadi kita banyak menggunakan teknik draperi tanpa banyak memotong bahan (cutting)," jelas Vivi.

Selain teknik pemotongan, perpaduan warna juga menjadi catatan tersendiri. Karakteristik tenun Sumba yang identik dengan warna-warna kencang dan sedikit sentuhan pastel dipadukan secara cermat dengan ciri khas styling Vivizubedi yang biasanya menyukai warna-warna bold dan dark.

Koleksi terbaru Vivizubedi mengusung kain tenun Sumba diperagakan dalam gelaran Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta (18/10/2026).Koleksi terbaru Vivizubedi mengangkat kain tenun Sumba diperagakan dalam gelaran Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta (18/10/2026). Foto: Dok. Vivi Zubedi.

Proses riset dan survei kain ini memakan waktu sekitar satu bulan, memanfaatkan karya-karya ready dari para pengrajin lokal yang diproses secara mentah langsung dari daerah asalnya.

Dalam panggung IN2MF tahun ini, Vivizubedi menampilkan total 8 look busana yang lengkap dari atas hingga bawah, mencakup outer, rok, atasan, hingga bolero.

Menyesuaikan dengan regulasi ajang modest fashion tersebut yang tidak memperbolehkan penggunaan motif figuratif atau binatang, Vivi secara khusus memilih tenun Sumba dengan motif garis (stripes).

Melalui peragaan ini, Vivi berharap pesan kecintaan terhadap tanah air dapat tersampaikan dengan kuat kepada para pencinta fashion maupun generasi muda.

"Semangatnya adalah terus mengembangkan budaya Indonesia. NKRI harga mati. Mudah-mudahan semua generasi, dari yang sekarang sampai generasi muda nanti, tidak melupakan culture Indonesia dan bisa terus mengaplikasikannya melalui berbagai kain daerah," tegas Vivi.

Saat diminta merangkum pesan dan makna dari koleksi terbarunya tersebut dalam tiga kata, Vivi menjawab tegas, "I love Indonesia."

(gaf/eny)
...
Hide Ads