Persaingan Bisnis Hijab Makin Ketat, Bagaimana Peluangnya di 2023?
Persaingan industri hijab yang semakin ketat membuat pelaku usaha memikirkan cara untuk tetap bertahan dan menghasilkan karya agar tetap eksis. Lalu bagaimana potensi bisnis hijab pada tahun 2023 mendatang?
Allyssa Hawadi Soeleman sebagai Co-Founder Benang Jarum menjawab potensi bisnis industri hijab pada tahun 2023. Ia mengaku tidak khawatir dengan munculnya beragam brand hijab.
"Tidak ada rasa khawatir brand sekarang itu bukan hanya DNA nya yang berbeda. Approach dari Instagram yang berbeda, cara komunikasinya pun berbeda. Banyak hal-hal yang kita lihat dari brand itu sudah mengkerucut dan sudah punya referensi masing-masing," kata Allyssa Hawadi ketika ditemui Wolipop di Jakarta Fashion Week (JFW) 2023.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Allyssa Hawadi, Co-founder Benang Jarum. Foto: Dok. Instagram @allyssahawadi. |
Allyssa menuturkan setiap brand memiliki selling point yang berbeda-beda. Persaingan antar brand tersebut menurutnya justru memicu pelaku usaha untuk terus berinovasi.
"Selagi persaingannya masih sehat ya tidak ada masalah. Persaingan ini kan juga dibutuhkan karena kalau tidak ada persaingan apa sih yang bisa kita buat untuk menghasilkan produk yang lebih baik lagi yang penting fokus aja," jelas Allyssa.
Indah Nada Puspita sebagai pemilik brand hijab NadaPuspita menambahkan saat ini brand busana muslim dan hijab bukan hanya menjual produk. Agar bisa bersaing dengan brand lainnya, mereka juga harus membangun ikatan dengan pelanggan setia.
"Bukan hanya menjual busana dan hijab, tapi kita juga build family dan relationship dengan customer. Baju itu kadang desain baju mirip-mirip kadang kalau kita sudah nyaman beli di situ pada akhirnya kita kembali lagi karena sudah merasa nyaman. Sudah mengerucut lagi pelanggannya, lifestylenya seperti apa," kata Nada.
Foto Allyssa Hawadi Soeleman dan Indah Nada Puspita usai menggelar konferensi pers koleksi di Jakarta Fashion Week 2023. Foto: Gresnia/Wolipop. |
Menurut Nada, peluang bisnis modest fashion pun semakin berkembang. "Orang-orang yang tidak berhijab aja belinya di brand modest wear. Artinya peluangnya sudah terbuka lebar dan tidak perlu dimasalahkan lagi karena sudah semakin nge-blend. Kegunaannya juga bisa lebih personal," tuturnya.
Allyssa melanjutkan Kementerian Perdagangan sudah melirik potensi bisnis hijab dan modest wear yang semakin menjanjikan untuk bersaing di pasar global. Peminatnya tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri.
"Brand modest fashion dikirim ke London dan di support. Ini bisa menjadi bisnis yang besar dan pemerintah sendiri mulai mendukung untuk memproduksi koleksi modest wear," pungkas Allyssa.
Ilustrasi bisnis hijab dan busana muslim. Foto: Dok. Instagram @nadapuspita.official. |
Fashion
Hijab Sering Melorot? 3 Rekomendasi Ciput Ini Bikin Hijab Lebih Nempel dan Nyaman Dipakai Seharian
Fashion
Lebih Bebas Gerak! Pilih Bra Tank Tanpa Kawat yang Tepat Agar Aktivitas Harianmu Jadi Lebih Nyaman
Fashion
Cari Celana yang Fit di Kaki? 3 Model Ini Wajib Masuk Wishlist di 2026!
Fashion
Nggak Perlu Waktu Lama, Pilihan Hijab Ini Bikin Sat-set dan Masih Jadi Andalan di 2026!
Eksplorasi Bordir dan Motif Floral untuk Baju Lebaran 2026 dari Bwbyaz
Kaleidoskop 2025
Ini 7 Tren Hijab 2025: Pashmina Meleyot, Motif hingga Menjuntai
Kaleidoskop 2025
Ini Brand Hijab yang Menguasai Tren 2025, dari Lafiye hingga Na The Label
Bank Mega Syariah Resmi Luncurkan Program Loyalitas MPC Points
Juara Emeron Hijab Hunt Nakeisha Rilis Single Nanti, Ini Kisah di Baliknya
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
Komentator Politik yang Sebut Ibu Negara Prancis Transgender Kembali Menyindir
Kisah Cinta Sesama Idol Jepang, Mantan AKB48 Akan Dinikahi Anggota BOYS & MEN
Potret Inka Williams Model Bali Pacar Channing Tatum, Beda Usia Jadi Sorotan














































