ADVERTISEMENT

Persaingan Bisnis Hijab Makin Ketat, Bagaimana Peluangnya di 2023?

Gresnia Arela Febriani - wolipop Rabu, 30 Nov 2022 05:00 WIB
Benang Jarum unjuk gigi di Jakarta Fashion Week 2023. Foto: Dok. Instagram @nadapuspita.official.
Jakarta -

Persaingan industri hijab yang semakin ketat membuat pelaku usaha memikirkan cara untuk tetap bertahan dan menghasilkan karya agar tetap eksis. Lalu bagaimana potensi bisnis hijab pada tahun 2023 mendatang?

Allyssa Hawadi Soeleman sebagai Co-Founder Benang Jarum menjawab potensi bisnis industri hijab pada tahun 2023. Ia mengaku tidak khawatir dengan munculnya beragam brand hijab.

"Tidak ada rasa khawatir brand sekarang itu bukan hanya DNA nya yang berbeda. Approach dari Instagram yang berbeda, cara komunikasinya pun berbeda. Banyak hal-hal yang kita lihat dari brand itu sudah mengkerucut dan sudah punya referensi masing-masing," kata Allyssa Hawadi ketika ditemui Wolipop di Jakarta Fashion Week (JFW) 2023.

Allyssa Hawadi, Co-founder Benang Jarum.Allyssa Hawadi, Co-founder Benang Jarum. Foto: Dok. Instagram @allyssahawadi.

Allyssa menuturkan setiap brand memiliki selling point yang berbeda-beda. Persaingan antar brand tersebut menurutnya justru memicu pelaku usaha untuk terus berinovasi.

"Selagi persaingannya masih sehat ya tidak ada masalah. Persaingan ini kan juga dibutuhkan karena kalau tidak ada persaingan apa sih yang bisa kita buat untuk menghasilkan produk yang lebih baik lagi yang penting fokus aja," jelas Allyssa.

Indah Nada Puspita sebagai pemilik brand hijab NadaPuspita menambahkan saat ini brand busana muslim dan hijab bukan hanya menjual produk. Agar bisa bersaing dengan brand lainnya, mereka juga harus membangun ikatan dengan pelanggan setia.

"Bukan hanya menjual busana dan hijab, tapi kita juga build family dan relationship dengan customer. Baju itu kadang desain baju mirip-mirip kadang kalau kita sudah nyaman beli di situ pada akhirnya kita kembali lagi karena sudah merasa nyaman. Sudah mengerucut lagi pelanggannya, lifestylenya seperti apa," kata Nada.

Foto Allyssa Hawadi Soeleman dan Indah Nada Puspita usai menggelar konferensi pers koleksi di Jakarta Fashion Week 2023.Foto Allyssa Hawadi Soeleman dan Indah Nada Puspita usai menggelar konferensi pers koleksi di Jakarta Fashion Week 2023. Foto: Gresnia/Wolipop.

Menurut Nada, peluang bisnis modest fashion pun semakin berkembang. "Orang-orang yang tidak berhijab aja belinya di brand modest wear. Artinya peluangnya sudah terbuka lebar dan tidak perlu dimasalahkan lagi karena sudah semakin nge-blend. Kegunaannya juga bisa lebih personal," tuturnya.

Allyssa melanjutkan Kementerian Perdagangan sudah melirik potensi bisnis hijab dan modest wear yang semakin menjanjikan untuk bersaing di pasar global. Peminatnya tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri.

"Brand modest fashion dikirim ke London dan di support. Ini bisa menjadi bisnis yang besar dan pemerintah sendiri mulai mendukung untuk memproduksi koleksi modest wear," pungkas Allyssa.

Indah Nada Puspita menampilkan koleksi di Jakarta Fashion Week 2023.Ilustrasi bisnis hijab dan busana muslim. Foto: Dok. Instagram @nadapuspita.official.
(gaf/eny)