Wujud Kesabaran Luar Biasa yang Dicontohkan Nabi Muhammad SAW

Rahma Indina Harbani - wolipop Selasa, 07 Sep 2021 05:30 WIB
Foto: Getty Images/iStockphoto/ramil110 Foto: Getty Images/iStockphoto/ramil110

Saat itu, Rasulullah dalam keadaan sedih karena telah ditinggalkan oleh istri tercintanya, Siti Khadijah, serta pamannya Abu Thalib. Sehingga ia memutuskan untuk mencoba berdakwah ke kota Thaif.

Namun sesampainya di sana, Rasul justru tidak mendapat sambutan yang baik sama sekali dari penduduk Thaif. Sedari awal, ia sudah menerima penolakkan dari penduduk maupun para tokoh penguasa.

Mereka menyebut bahwa mereka tidak mempercayai Nabi Muhammad sehingga melakukan pengusiran kepada Nabi. Mengutip dari buku Di Bawah Panji Muhammad karya Supriyadi, tidak hanya pengusiran yang dirasakan oleh Nabi Muhammad. Namun, ia juga menerima cemoohan, hardikan, dan lemparan baru atau benda apa pun dari para penduduk Thaif.

Lemparan benda-benda tajam tersebut membuat wajah Nabi Muhammad bercucuran dengan darah. Tubuhnya pun ikut lebam-lebam akibat terkena dengan benturan batu yang diarahkan padanya.

Rasulullah SAW pun lantas bersembunyi di sebuah kebun anggur milik orang Mekah yang bernama Rabiah. Kondisi Rasul saat itu sangat mengkhawatirkan. Sebab pakaian yang dikenakannya sudah bercampur dengan darah dan debu.

Melihat kondisi Nabi Muhammad sekacau itu, malaikat Jibril datang menawarkan bantuan untuk memberi hukuman bagi penduduk Thaif. Malaikat Jibril menawarkan untuk menimpakan gunung-gunung pada mereka.

Namun, jawaban tidak terduga justru datang dari Nabi Muhammad, ia berkata:

"Jangan engkau lakukan, wahai Jibril. Mereka memperlakukan aku seperti ini karena mereka belum tahu. Aku berharap suatu saat keturunan mereka akan menjadi pengikutku,"

Kemudian Rasulullah SAW mulai bermunajat kepada Allah:

"Aku berlindung dengan cahaya muka-Mu yang mulia, yang menyinari langit dan menerangi segala yang gelap. Dan atas-Nyalah teratur segala urusan dunia dan akhirat. Dari Engkau menimpakan atas diriku kemarahanMu atau dari Engkau turun adzab-Mu. Kepada Engkaulah aku adukan halku sehingga Engkau ridha. Tidak ada daya dan upaya melainkan dengan Engkau."

Berdasarkan kisah ini dapat terlihat bahwa ujian berat yang dihadapi oleh Nabi Muhammad tidak melunturkan kepercayaannya pada pertolongan Allah. Bahkan Rasul rela diperlakukan seperti itu oleh penduduk Thaif asalkan Allah tidak marah kepadanya.

Kisah tentang kesabaran Nabi Muhammad SAW lebih lanjut bisa klik Di Sini ya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(rah/lus)