Cerita Anak Islami tentang Kisah Nabi Ibrahim yang Tak Mempan Dibakar

Erwin Dariyanto - wolipop Selasa, 15 Des 2020 15:37 WIB
One day One Hadits Ilustrasi cerita anak Islami tentang Kisah Nabi Ibrahim (Foto: Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Bunda sahabat Hikmah detikcom mungkin sedang mencari cerita anak Islami untuk diceritakan kepada ananda. Nah ada sebuah kisah tentang Nabi Ibrahim Alaihissalam yang bisa diceritakan kepada sang buah hati, cocok untuk mengisi liburan akhir tahun.

Dikutip dari CNNIndonesia Nabi Ibrahim lahir di Kota Ur, wilayah Mesopotamia yang kini dikenal sebagai negara Iraq pada sekitar tahun 2000 sebelum masehi. Disebutkan dalam Al Quran, ayah Nabi Ibrahim bernama Aazar yang bekerja sebagai pembuat patung atau berhala.

Saat Ibrahim lahir, Mesopotania dipimpin oleh seorang raja bernama Namrud bin Kan'an. Ketika itu Namrud dan masyarakatnya menyembah patung atau berhala sebagai Tuhan.

Salah seorang penjual patung yang kemudian disembah masyarakat saat itu adalah Aazar, ayah Ibrahim. Dan Nabi Ibrahim sempat beberapa kali diminta membantu sang ayah untuk berjualan patung.

Allah SWT sejak awal sudah mempersiapkan Nabi Ibrahim sebagai Rasul yang tugasnya menghilangkan kesesatan, kebatilan, serta menanam ajaran tauhid dengan mengajak beriman kepada Allah SWT.

Sejak kecil Allah SWT menjaga Nabi Ibrahim dengan memberi petunjuk tentang kebenaran.

Allah SWT berfirman dalam Al Quran Surat Al-Anbiya ayat 51:


وَلَقَدْ ءَاتَيْنَآ إِبْرَٰهِيمَ رُشْدَهُۥ مِن قَبْلُ وَكُنَّا بِهِۦ عَٰلِمِينَ

Latin-Arab : Wa laqad ātainā ibrāhīma rusydahụ ming qablu wa kunnā bihī 'ālimīn.

Artinya: "Dan sebenarnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan Kami melihat (keadaan)nya."

Cerita anak Islami selanjutnya yang bisa diceritakan adalah tentang dakwah pertama Nabi Ibrahim kepada ayah kandungnya, Aazar. Kepada sang ayah, Nabi Ibrahim dengan lembut mengatakan bahwa tidak ada Tuhan yang pantas disembah kecuali Allah SWT.

Hanya Allah SWT lah Tuhan yang boleh disembah, bukan patung dan berhala. Sebab patung dan berhala adalah benda mati yang tidak bisa berbuat apa-apa.

Dakwah Nabi Ibrahim kepada ayah kandungnya diabadikan dalam firman Allah SWT melalui surat Al-An'am ayat 74:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ ءَازَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا ءَالِهَةً ۖ إِنِّىٓ أَرَىٰكَ وَقَوْمَكَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

Wa iż qāla ibrāhīmu li`abīhi āzara a tattakhiżu aṣnāman ālihah, innī arāka wa qaumaka fī ḍalālim mubīn.

Artinya: Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata."

Yang menarik dari Kisah Nabi Ibrahim dan bisa dijadikan cerita anak Islami adalah salah satu mukjizatnya yakni tidak mempan dibakar api.

KLIK DI SINI UNTUK MEMBACA






Simak Video "Nurul si Pendongeng Cantik - Sunsilk Hijab Hunt 2019 Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/nwy)