Pakaian Menurut Islam, Nggak Cuma Menutup Aurat

Rosmha Widiyani - wolipop Jumat, 03 Sep 2021 05:30 WIB
Muslim woman spreading cream over her face while looking in the mirror. Beauty treatment. Female putting on moisturizer on her facial. Muslim woman applying cream to face and looking to mirror Foto: Getty Images/iStockphoto/dragana991/Pakaian Menurut Islam, Nggak Cuma Menutup Aurat.
Jakarta -

Pakaian menurut Islam telah dijelaskan dalam Al Quran dan hadits. Pakaian tidak sekadar memenuhi ketentuan misal menutup aurat. Pakaian menjadi cermin karakter dan akhlak penggunanya.

"Sewajarnya seseorang itu menggunakan pakaian yang sesuai aturan. Pakaian sopan dan menutup aurat adalah cermin seseorang muslim yang sebenarnya," tulis portal resmi Provinsi Sumatera Barat.

Islam tidak menetapkan bentuk atau warna pakaian ketika beribadah dan beraktivitas. Islam hanya menyatakan pakaian harus bersih, menutup aurat, sopan, dan sesuai akhlak seorang muslim.

Tentunya, Islam memiliki panduan berpakaian untuk umat. Panduan pakaian menurut Islam tersedia untul laki-laki perempuan. Ada ketentuan yang berlaku bagi keduanya, meski beberapa lainnya hanya untuk salah satu.

6 panduan pakaian menurut Islam

1. Menutup aurat

Dalam Islam, aurat laki-laki adalah pusar ke lutut. Untuk perempuan, aurat adalah seluruh anggota badan kecuali wajah serta telapak tangan dan kaki.

2. Tidak menampilkan bentuk tubuh

Pakaian tidak hanya hanya sekadar menutup aurat, tapi juga jangan sampai menampilkan bentuk tubuh. Rasulullah SAW menjelaskan kerugian menggunakan pakaian yang menampilkan bentuk tubuh dalam haditsnya,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ، وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Artinya: Diriwayatkan oleh Abu Hurairah: "Dua (jenis manusia) dari ahli neraka yang aku belum melihatnya sekarang yaitu; kaum yang membawa cemeti-cemeti seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, berjalan berlenggak lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, dan sungguh wangi surga itu telah tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian." (HR Muslim).

3. Pakaian tidak ketat dan menimbulkan perasaan riya

Tujuan pakaian tidak ketat adalah mencegah terjadinya perbuatan maksiat. Terkait perasaan riya, Rasulullah SAW telah mengingatkan dalam hadisnya,

لاَ يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاَءَ

Artinya: "Barangsiapa yang melabuhkan pakaiannya karena sombong, maka Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat." (HR Bukhari).

4. Pakaian lelaki dan wanita berbeda

Rasulullah SAW dalam haditsnya memperingatkan seluruh umat tidak berpakaian menyerupai lawan jenis,

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ، وَالمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

Artinya: Dinarasikan Ibnu Abbas RA, "Rasulullah saw melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki."

Hadits juga mengingatkan, sutra dan emas hanya boleh digunakan perempuan bukan laki-laki,

أُحلَّ الذهبُ والحريرُ لإناثِ أُمتي، وحُرِّم على ذكورِها

Artinya: "Dihalalkan emas dan sutra bagi wanita dari kalangan umatku, dan diharamkan bagi kaum laki-lakinya." (HR An Nasa'i).

5. Memanjangkan pakaian

Panduan pakaian menurut Islam untuk wanita ini tercantum dalam Al Quran surat Al Ahzab ayat 59

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Arab-Latin: Yā ayyuhan-nabiyyu qul li`azwājika wa banātika wa nisā`il-mu`minīna yudnīna 'alaihinna min jalābībihinn, żālika adnā ay yu'rafna fa lā yu`żaīn, wa kānallāhu gafụrar raḥīmā

Artinya: Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

6. Pilih warna dan gunakan sebelah kanan lebih dulu

Umat Islam disarankan memilih pakaian warna putih sesuai hadits berikut,

الْبَسُوا مِنْ ثِيَابِكُمُ الْبَيَاضَ فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ

Artinya: "Pakailah oleh kalian pakaian yang putih karena itu termasuk pakaian yang paling baik. Dan berilah kafan pada orang mati di antara kalian dengan kain warna putih." (HR Abu Daud).

Terkait mendahulukan bagian kanan juga diingatkan Rasulullah SAW dalam haditsnya,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ، فِي تَنَعُّلِهِ، وَتَرَجُّلِهِ، وَطُهُورِهِ، وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

Artinya: "Dahulu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam amat menyukai memulai dengan kanan dalam mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci dan dalam urusannya yang penting semuanya." (HR Bukhari).

Panduan pakaian menurut Islam tentunya tidak mungkin meninggalkan berdoa sebelum dan setelah menggunakannya. Doa dipanjatkan pada Allah SWT sebagai ungkapan syukur dan mohon perlindungan dari Zat Yang Maha Kuasa.

Gimana detikers, penjelasan pakaian menurut Islam dan panduannya sudah jelas? Semoga bermanfaat ya.



Simak Video "Tren Baju Oversize Disebut Bakal Tetap Diminati Hingga Tahun 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(row/erd)