Pandemi Corona, Restu Anggaini Rilis Hijab Pashmina Antimicrobial

Gresnia Arela Febriani - wolipop Kamis, 22 Jul 2021 07:30 WIB
Foto desainer Restu Anggraini. Foto Restu Anggraini. Foto: Dok. Instagram @restuanggraini.
Jakarta -

Perancang busana Restu Anggraini membuat inovasi terbaru yang diklaim belum ada di Tanah Air. Dia meluncurkan hijab antimicrobial yang diinjeksi langsung ke dalam fiber atau serat kain, sehingga dapat membunuh virus dan bakteri 99%.

Restu Anggarini dikenal sebagai desainer yang kerap menggabungkan science dengan fashion. Sebelumnya ia pernah mengeluarkan hijab anti bakteri pada gelaran Indonesia Fashion Week 2018, hijab anti air, hingga hijab anti minyak dan tanah pada 2019.

Dia juga pernah merilis hijab voal yang menyerap dan mengeluarkan kelembapan dalam tubuh, karena menggunakan bahan dari serat alami atau natural fiber. Dan pada masa pandemi COVID-19 ini, Restu Anggraini membuat hijab dengan teknologi antimicrobial yang diklaim sudah teruji secara klinis membunuh 99% bakteri dan virus (H1N1 influenza dan COVID-19). Hijab tersebut menggunakan serat alami ramah bumi sehingga dingin ketika dipakai.

Etu panggilan akrabnya menceritakan awal mula ia membuat hijab anti microbial tersebut. Dia bekerja sama dengan salah satu penghasil serat terbesar di dunia, yaitu Birla Cellulose.

"Savyora scarf ini hijab pertama antimicrobial di Indonesia. Awalnya karena aku baru punya anak bayi dan melahirkan. Aku mencari hijab dan baju yang bisa melindungi kita. Tapi bukan APD. Karena aku punya anak bayi harus bolak-balik rumah sakit untuk vaksin dan lainnya," kata Etu kepada Wolipop lewat telepon, Senin (19/7/2021).

Foto produk hijab antimicrobial dari Restu Anggraini Official.Foto produk hijab antimicrobial dari Restu Anggraini Official. Foto: Dok. Instagram @ra_info.

Etu mengatakan awalnya pihak Birla Cellulose sudah menguji serat untuk H1N1 influenza. Namun Restu kemudian meminta tambahan bahan baru untuk menangkal virus.

"Aku mau disuntik langsung ke seratnya dan memakai natural fiber. Karena selama ini bahan APD dipakai buat bidang kedokteran. Cuma rata-rata bahannya kurang nyaman dan keras. Aku mau bahannya yang buat daily. Rencananya buat hijab yang bisa mengcover dan baju," tutur Etu.

Setelah satu tahun melakukan berbagai uji klinis dan bisa menemukan serat yang menangkal virus, Etu memutuskan untuk memproduksi hijab tersebut.

"Hasil testnya juga sudah bisa di download di Birla Cellulose. Di situ ada beberapa sertifikatnya dan ada Tester by the lab Technical and Innovative Textile Solution Center ISO 18184 & AATCC 100," ujarnya.

Selain itu yang menambah unik, Etu menjelaskan ada jam tertentu efektifitas seratnya membunuh kuman ketika dipakai. Selama dua jam 98% dan empat jam setelah hijab dipakai, kuman diklaim sudah bisa 100% mati.

Foto produk hijab antimicrobial dari Restu Anggraini Official.Foto produk hijab antimicrobial dari Restu Anggraini Official. Foto: Dok. Instagram @ra_info.

Perawatan Hijab Antimicrobial

Restu Anggarini menuturkan jika hijab pashmina yang diberi nama Savyora Scarf ini tidak membutuhkan perawatan khusus. "Ini tidak ada perawatan khusus, yang penting tidak terkena chemical berat seperti pemutih pakaian. Atau yang bisa merusak kainnya," jelas Etu.

Mengenai kekhawatiran terjadi penurunan efektivitas antimicrobial, Etu menegaskan hal itu tidak terjadi. Sebab antimicrobial tersebut bukan lapisan kain. Tetapi langsung diinjeksi ke dalam serat kain. Jadi, kamu bisa mencuci dengan tangan dan diangin-anginkan seperti biasa atau dengan mesin pengering.

"Mau dicuci sebanyak 50 kali pun nggak masalah. Karena efektivitas pun masih tinggi langsung dari seratnya dan bahannya di kaus. Bahan ini juga bisa terurai dalam tanah karena berasal bahan serat alami," tambah Etu.

Hijab antimicrobial yang dirilis Restu Anggraini ini terdiri dari empat pilihan warna, yaitu ada abu-abu, pearl, rose dan peanut. Hijab yang hadir dalam ukuran 180x65 cm ini, dijual dengan harga Rp 150.000.

Di akhir wawancara, Etu menyebutkan jika hijab antimicrobialnya tersebut bukan berarti pemakainya bebas dari COVID-19. Menurutnya hijab ini hanya sebagai bentuk perlindungan jika kamu keluar rumah agar terhindar dari virus COVID-19.

"Ini sebagai bentuk double protection gitu, ikhtiar kita agar terhindar dari virus. Karena scarf ini jika dipakai selama empat jam sudah efektif melindungi. Kamu harus tetap taat prokes, jaga jarak dan jangan lupa vaksin. Aku pun ibu menyusui sudah vaksin. Karena proteksi untuk anak dan keluarga," tutup Restu Anggraini.

Foto produk hijab antimicrobial dari Restu Anggraini Official.Foto produk hijab antimicrobial dari Restu Anggraini Official. Foto: Dok. Instagram @ra_info.

(gaf/eny)