Setelah Hijab Anti Air, Restu Anggraini Rilis Busana Anti Minyak dan Tanah

Silmia Putri - wolipop Kamis, 21 Mar 2019 14:00 WIB
Desainer Restu Anggraini. Foto: Silmia Putri/Wolipop Desainer Restu Anggraini. Foto: Silmia Putri/Wolipop

Jakarta - Tak banyak desainer Indonesia yang konsisten melakukan inovasi teknologi kain, khususnya desainer busana muslim. Restu Anggraini menjadi salah satu desainer yang menggabungkan science dengan fashion dengen eksekusi yang total.

Pada Jakarta Fashion Week 2019, desainer berbadan mungil itu merilis hijab anti-air yang diklaim aman dan nyaman dipakai berwudhu. Cipratan air biasanya cukup mengganggu penampilan, apalagi muslimah yang kerap berwudhu setiap harinya.

Produk tersebut mendapatkan sambutan meriah baik dari pelanggan maupun berbagai media lokal. Namun, seakan tak mudah puas, Restu Anggraini kembali menghadirkan teknologi baru bernama Biosheld di panggung Senayan City Fashion Nation, Rabu (20/03/2019) di Senayan City, Jakarta.


Setelah Hijab Anti Air, Restu Anggraini Rilis Busana Anti Minyak dan TanahFoto: Silmia Putri/Wolipop


Hari itu, ia berkolaborasi dengan Dewi Melky merilis koleksi bertajuk Meraki. Gaya Etu, sapaan akrab Restu Anggraini yang cenderung maskulin ditantang untuk menyatu dengan Dewi Melky yang colorful.

"Ini jadi kolaborasi dua gaya ya. Gaya Dewi lebih colorful, warna-warna Restu Anggraini biasanya lebih mute. Di koleksi ini aku ngeluarin teknologi fabric yang baru yaitu kain anti air, anti minyak, dan anti tanah. Jadi kalau kena minyak atau tanah, cukup dilap aja langsung bersih. Nggak meresap sampai ke dalam," tutur Restu Anggraini di acara Press Conference Senayan City Fashion Nation, Rabu (20/03/2019) di Senayan City, Jakarta.

Ide ini datang dari pengalaman pribadinya sendiri. Seringkali baju kita terkena noda karena kopi atau makanan berminyak. Etu pun menggali permasalahan itu menjadi inovasi baru berbusana.

Etu meracik formula di laboratorium khusus bersama rekannya. Kerja kerasnya berbuah hasil yang manis. Teknologi barunya itu ia beri nama Tech-Shirt dan Climatech khusus untuk produk bottom.

"Jadi, selain kainnya anti air, oil, dan soil, ada juga memiliki teknologi Climatech untuk produk bottom yang punya kemampuan untuk mengatur kenyamanan dalam cuaca ekstrim. Jadi kalau di luar panas, tetap terasa adem. Kalau di luar dingin juga bisa lebih hangat," terang Etu.
Setelah Hijab Anti Air, Restu Anggraini Rilis Busana Anti Minyak dan TanahFoto: Silmia Putri/Wolipop

Kain yang unik tersebut kemudian diinjeksikan dalam potongan-potongan busana yang unik. Cutting drop shoulder, oversized, terlihat begitu modern dan playful sesuai dengan gaya Dewi Melky.

Etu juga mencoba keluar dari zona nyaman dengan bermain printted pattern dengan warna-warna yang terang. Koleksinya terasa berenergi dengan teknologi kain yang sulit dilawan.

Kabar baiknya, Etu menyimpan koleksi ini di bawah label RA. Hal ini berarti harganya dibuat affordable, yaitu berkisar Rp 200.000 - Rp 500.000 saja. Menarik?
(sil/sil)