Liputan Khusus Kisah Bule Mualaf

3 Kisah Wanita China, Islandia dan AS Jadi Mualaf, Ada yang Pernah Atheis

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 16 Mei 2021 18:10 WIB
Kisah Ashley Pearson Khan yang memutuskan untuk menjadi mualaf. Foto: Dok. Instagram @callmemrskhan.
Jakarta -

Setiap orang memiliki cerita yang berbeda saat mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Seperti kisah tiga bule cantik ini yang mendapatkan hidayah untuk memeluk agama Islam. Seperti apa kisahnya?

Hidayah adalah terbukanya hati untuk menerima Allah SWT dan lapangnya dada untuk meyakini kebenaran agama (Islam). Seorang yang mendapatkan hidayah akan selalu beristiqomah dalam menjalankan setiap ibadah.

Kisah pertama bule atau orang asing yang mendapat hidayah dengan menjadi mualaf datang dari Ashley yang berasal dari negara bagian Arkansas, Amerika Serikat. Ia merupakan salah satu perwakilan World Hijab Day dari Amerika.

Ashley mengungkapkan kisah mualafnya di akun Youtube Trifty Qurrota Aini, yang merupakan perwakilan World Hijab Day dari Indonesia. Ashley sangat antusias ketika menjalani puasa pertamanya tahun ini.

"Tahun ini adalah Ramadan pertamaku. Aku merasa baik. Aku puasa tahun lalu, tapi tahun lalu aku belum Muslim. Aku merasa tahun lalu cuaca di luar lebih panas," ucap Ashley.

Kisah Ashley Pearson Khan yang memutuskan untuk menjadi mualaf.Kisah Ashley Pearson Khan yang memutuskan untuk menjadi mualaf. Foto: Dok. Instagram @audurlinda.

Ashley menyebutkan jika ia sudah mengucapkan dua kalimat syahadat pada 2 Juni 2020. "Ramadan tahun ini sangat baik. Ada beberapa kali aku tidak minum dan makan sama sekali. Saat itu lebih sulit. Tapi secara keseluruhan semuanya berjalan dengan baik," tuturnya.

Bule mualaf lainnya yang berbagi kisah ada wanita bernama Audurlinda yang berasal dari Islandia. Dia memutuskan menjadi mualaf ketika berada di Bali. Ia tidak bisa pulang ke negara asalnya karena pandemi Corona yang melanda di seluruh dunia.

Ketika diwawancara dalam podcast Deddy Corbuzier, Audurlinda juga mengatakan jika ia sempat memandang agama Islam sebagai teroris. Ia juga pernah menjadi seorang atheis.

"Saya percaya terhadap ilmu sains atau logika. Saya dulu tidak pernah percaya terhadap Tuhan," kata Audurlinda.

Kisah Audurlinda yang memutuskan untuk menjadi mualaf.Kisah Audurlinda yang memutuskan untuk menjadi mualaf. Foto: Dok. Instagram @audurlinda.

Audurlinda mengaku merasa kecewa ketika mejadi seorang atheis. "Pertama saya menjadi atheis di Bali, saya mengalami kecelakaan motor. Saya kesal dan marah mengapa ini terjadi. Ketika saya di Jakarta, saya melihat di Instagram, teman saya adalah temannya Gus Miftah. Tapi saya tidak tahu dia siapa," katanya.

Kisah bule mualaf yang terakhir adalah, Chong Sau Yong yang akrab disapa Cherry. Wanita yang berasal dari China yang kini menetap di Kedah, Malaysia. Kepada Wolipop, Cherry mengaku sudah tertarik memeluk agama Islam sejak usia 17 tahun.

"Cherry sudah merencanakan untuk menjadi seorang Muslim sejak usia 17 tahun. Tapi saat itu belum diizinkan karena harus berusia 18 tahun terlebih dahulu," ungkap Cherry.

Ia mengungkapkan alasannya untuk menjadi seorang mualaf karena melihat ajara agama Islam yang masuk sesuai dengan logikanya. "Saya yakin memeluk agama Islam karena Islam adalah satu-satunya agama yang benar dan sesuai dengan logika," tutupnya.

Seperti apa kisah lengkap perjalanan mualaf dari ketiga bule tersebut? Simak artikel lengkapnya di Wolipop!

Kisah Cherry Chong yang memutuskan untuk menjadi mualaf.Kisah Chong Sau Yong yang memutuskan untuk menjadi mualaf. Foto: Dok. Instagram @cherry___life.
(gaf/eny)