Perjalanan Mualaf Inggrid Kansil, Tertarik Pada Islam Saat Lihat Teman Salat

Gresnia Arela Febriani - wolipop Selasa, 04 Mei 2021 03:30 WIB
Inggrid Kansil Foto Inggrid Kansil. Foto: Dok.Instagram @inggrid_kansil.
Jakarta -

Ingrid Maria Palupi Kansil atau yang lebih dikenal dengan nama Inggrid Kansil, dikenal sebagai aktris, pembawa acara dan bintang iklan Tanah Air. Kini ia aktif sebagai anggota DPR dengan jabatan sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI. Dia juga menjabat sebagai wakil Sekretaris Jenderal untuk Partai Demokrat, serta ketua umum Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI).

Wanita 46 tahun itu menikah dengan Syarief Hasan pada 26 Juni 1999 dan telah dikaruniai dua anak, yakni Ziankha Amorrette Fatimah Syarief dan seorang anak yang meninggal dunia pada tahun 2000. Anak pertamanya itu meninggal dunia saat dua jam setelah lahir.

Tak banyak yang mengetahui bahwa Ingrid Kansil merupakan seorang mualaf. Melalui YouTube Venna Melinda Channel, Ingrid menceritakan kisah perjalanan mualafnya.

"Saya kan mualaf, jadi meskipun saya di agama sebelumnya, saya selalu berupaya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Apalagi dulu sebelum masuk Muslim. Saya mualaf bukan karena suami saya," kata Ingrid Kansil.

Cerita mualaf Inggrid Kansil.Cerita mualaf Inggrid Kansil. Foto: Dok.Instagram @inggrid_kansil.

Perjalanan Inggrid Kansil Menjadi Mualaf

Inggrid Kansil memutuskan untuk menjadi mualaf pada 1997 pada saat masih kuliah. Ia mengaku jika kedua orangtuanya satu rumah tapi berbeda keyakinan agama. Sang ibu beragama Islam dan ayahnya non muslim. Meski demikian keluarganya saling menghormati satu sama lainnya.

"Papa dari Sulawesi Utara dan mama dari Jawa Barat. Tapi sekarang papaku sudah hijrah. Nggak lama satu tahun saya mendapatkan hidayah itu, papa juga ikut masuk. Padahal dulu papa sempat menentang, karena dulu saya paling rajin ke gereja," kenangnya.

Mojang dan Jaka Cianjur, Jawa Barat ini percaya jika Tuhan yang mengatur semuanya. Sebelumnya ia juga telah mempelajari beberapa agama dan baginya saat itu, yang memantapkan hatinya adalah agama Islam.

"Saya belajar dan diskusi dengan paman saya yang duluan hijrah. Saya juga bertanya-tanya terhadap perbedaan-perbedaan, cuman saya nggak bisa publish di sini," lanjutnya.

Cerita mualaf Inggrid Kansil.Cerita mualaf Inggrid Kansil. Foto: Dok.Instagram @inggrid_kansil.

Selain itu, Inggrid Kansil mengatakan faktor lingkungan juga yang membuat hatinya lebih kuat lagi untuk memeluk agama Islam. Zaman SD dan SMP ia bersekolah di sekolah Katolik. Setelah itu Inggrid kuliah di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP), Jakarta Selatan. Di kampusnya dia merasa ada beragam macam suku.

Inggrid yang saat itu masih nge-kost dan tempatnya kerap dijadikan basecamp oleh teman-temannya untuk salat. Di situlah Inggrid merasakan kedamaian saat melihat teman-temannya sedang beribadah salat.

"Saya bilang enak banget sih ada kenikmatan, salat bersih, terus mereka mengaji di depan aku. Aku mulai banyak bertanya-tanya di situ," ujarnya.

Sambil menahan tangis, Inggrid Kansil mengatakan bahwa banyak doanya yang selalu dikabulkan oleh Allah SWT. "Sampai aku itu nggak tahu lagi mau membalasnya bagaimana? Karena apa yang selama ini aku minta selalu dikabulkan," tuturnya bergetar.

Di akun Instagramnya Inggrid kerap syiar melalui pesan-pesan yang bisa memotivasi. Setelah berhijab, Inggrid Kansil juga merasa lebih merasa tenang dan jika ada masalah selalu merasa dikuatkan.

"Karena aku itu kadang-kadang zaman kuliah, aku makan bisa menangis. Karena merasa menikmati makanan yang enak di restoran. Sekecil apapun yang kita punya kita harus bersyukur. Dulu aku punya uang RP 2 ribu saja sudah bersyukur. Karena mama aku mengajarkan akan selalu bersyukur," tuturnya.

Cerita mualaf Inggrid Kansil.Cerita mualaf Inggrid Kansil. Foto: Dok.Instagram @inggrid_kansil.

Inggrid yang suaminya pernah menjadi Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu II mendirikan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI). Apa yang membuatnya membangun organisasi tersebut?

"Kita kan sudah tidak di DPR pada 2014, tapi waktu saya kalah kecewa pasti. Tapi ini Qadarullah ada jalan dari Allah, saya kan selalu membuat pengajian dan bertemu orang banyak. Dan ada orang yang punya konsep tentang keorganisasi. Lalu saya membuat pemberdayaan ekonomi khusus muslimah. Kalau mau berjuang tidak harus dari DPR," jelasnya antusias.

Inggrid Kansil menambahkan sudah ada di beberapa wilayah dan beberapa negara tetangga lainnya yang menjadi anggota IPEMI. Dia pun berharap lebih bisa menggerakkan kegiatan UMKM di Indonesia.

"Saya ingin mendorong dan membantu pemerintah di dunia usaha, membuka mindset wanita agar bisa berdikari dengan usaha. Dan ternyata kegiatan ini menarik dan bisa mencontoh istri Nabi," terang Inggrid Kansil.

Cerita mualaf Inggrid Kansil.Cerita mualaf Inggrid Kansil. Foto: Dok.Instagram @inggrid_kansil.
(gaf/eny)