Kisah Inspiratif Hijabers 17 Tahun yang Mendobrak Kompetisi Karate di AS

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 25 Nov 2019 17:03 WIB
Aprar Hassan. Foto: Dok. Pribadi Aprar Hassan. Foto: Dok. Pribadi

Jakarta - Aprar Hassan adalah wanita muda berhijab yang mengembangkan bakatnya di dunia karate. Hijab tidak menghalangi langkahnya untuk terus mengukir prestasi.

Hijabers 17 tahun ini memenangkan kejuaraan nasional karate selama dua tahun berturut-turut. Aprar menjadi gadis muslim pertama dari Amerika Serikat yang berkompetisi di Amateur Athletic Union Karate National Championships.

Keikusertaannya dalam kompetisi karate tingkat nasional ini bisa terjadi setelah The World Karate Federation (WKF) menyetujui penggunaan hijab di dalam perlombaan. Persetujuan ini terjadi sejak lima tahun terakhir setelah sebelumnya atlet karate dilarang menggunakan penutup kepala apapun saat bertanding.

Kisah Inspiratif Hijabers 17 Tahun yang Mendobrak Kompetisi Karate di ASAprar Hassan sedang beraksi. Foto: Dok. Pribadi

Aprar yang dibesarkan di Brooklyn, New York merupakan anak gadis satu-satunya di antara tiga saudara kandungnya. Ayahnya berimigrasi pada 1996 dari Mesir. Sang ayah juga atlet karate yang tergabung dengan tim nasional Mesir.

Remaja dengan tinggi 157 cm itu mencoba kelas karate pertamanya di Muslim American Society (MAS) Youth Center ketika dia berusia tiga tahun. Pada usia lima tahun, dia sudah berkompetisi di Kejuaraan Nasional AS untuk karate. Sepuluh tahun kemudian, pada 2017, Aprar memenangkan pertandingan dan meraih gelar nasional pertamanya.

"Aku begitu gugup karena aku berpikir bagaimana jika aku tidak juara, bagaimana jika aku tidak tampil baik, bagaimana jika aku malah mengacaukan?" kata Aprar mengatakan kepada NBC News. Namun Aprar mengenang, semua keraguannya itu menghilang saat dirinya sudah berada di arena pertandingan.

Kisah Inspiratif Hijabers 17 Tahun yang Mendobrak Kompetisi Karate di ASAprar Hassan dan teman-temannya sedang beraksi. Foto: Dok. Pribadi


Kemampuan Aprar dalam melakoni karate ini kerap membuat takjub. Dia pernah berhasil melumpuhkan lawannya ke tanah hanya dalam jangka waktu dua menit dan 30 detik.

"Ini hal yang mengagumkan untuk memiliki seorang putri dan murid yang mengenakan hijab dan menjadi bagian dari tim nasional," kata ayah Aprar, Yasser Salama. Sang ayah lah yang mengajar Aprar dengan segala sesuatu yang dia tahu. Yasser Salama adalah seorang sensei karate atau guru.

Berprestasi di usia muda, Aprar pastinya juga mengalami berbagai rintangan. Dia pernah diremehkan karena prestasinya dianggap pengaruh dari ayahnya yang seorang atlet karate. Namun Aprar melawan omongan pedas itu.

"Aku katakan tidak. Itu ' karena aku bekerja keras dan aku berjuang untuk itu," tegas Aprar.

Penampilan Aprar yang berbeda dari atlet lainnya juga kerap menjadi sorotan. Selain memakai penutup kepala, dia juga mengenakan turtleneck putih di balik seragam karatenya. Pada Kejuaraan karate dunia di Skotlandia, dia nyaris didiskualifikasi karena dianggap melanggar aturan memakai busana lain di balik seragamnya. Namun setelah pihak panitia dan juri diberi penjelasan bahwa penampilannya ini terkait agamanya, akhirnya dia diizinkan untuk bertanding.

Aprar menargetkan ke depannya dia bisa mewakili Amerika Serikat untuk Olimpiade 2024. Dan untuk mencapai itu, dia harus menjalani berbagai pertandingan internasional.

Kisah Inspiratif Hijabers 17 Tahun yang Mendobrak Kompetisi Karate di ASFoto: Dok. Pribadi


Simak Video "Viral! Pemain Sepakbola Wanita Lindungi Lawan yang Hijabnya Terlepas"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)