Ini Khadijah Mellah, Joki Berhijab Pertama di Pacuan Kuda Inggris
Kisah Khadijah di jalur pacuan kuda rupanya tak mudah. Dia butuh waktu selama dua tahun untuk bisa bergabung dengan Ebony Horse Club, sebuah klub berkuda di Brixton, London, Inggris.
Khadijah pun mengetahui mengenai klub berkuda tersebut secara tidak sengaja. "Ada masjid di Brixton, kadang kami mengikuti kelas pelajaran bahasa Arab atau agama Islam. Suatu hari, kami sedan berjalan dan ibuku melihat selebaran yang menempel di jendela berisi informasi ada klub berkuda di Brixton. Aku langsung membujuk ibuku untuk mengikutinya," kenangnya.
Khadijah Mellah menjadi hijabers pertama yang menjadi joki di arena pacuan kuda di Inggris. Foto: Dok. greatbritishracing |
Lima bulan yang lalu, ambisi berkuda remaja Muslim ini hanya ingin mengikuti latihan di klub berkudanya. Namun, kini dia sudah siap bersaing dengan joki ternama lainnya di antaranya mantan joki dan atlet sepeda Victoria Pendleton, model Irlandia dan presenter TV Vogue Williams, dan runner-up Apprentice seri sembilan Luisa Zissman.
Khadijah Mellah menjadi hijabers pertama yang menjadi joki di arena pacuan kuda di Inggris. Foto: Dok. greatbritishracing |
Saat ini Khadijah sedang dilatih oleh Hayley Turner dan Oli Bell. Pelatihnya itu sangat bangga padanya. "Dia bilang padaku, jika ada satu orang yang mengirimkan pesan padaku dan bilang aku menginspirasi, itu akan jadi momen paling membanggakan untukku," kata Bell mengingat ucapan Khadijah padanya.
Menekuni olahraga berkuda, Khadijah juga menyukai aktivitas fisik lainnya. Dia merupakan pemegang sabuk hitam karate. Dia juga mengidolakan atlet berhijab Mesir, Manal Rostom yang mendirikan grup pendukung hijabers Surviving Hijab.
(gaf/eny)












































Khadijah Mellah menjadi hijabers pertama yang menjadi joki di arena pacuan kuda di Inggris. Foto: Dok. greatbritishracing
Khadijah Mellah menjadi hijabers pertama yang menjadi joki di arena pacuan kuda di Inggris. Foto: Dok. greatbritishracing