Guru Olahraga Berhijab Pamer Jurus Silat di Audisi Sunsilk Hijab Hunt 2019

Anggi Mayasari - wolipop Minggu, 24 Mar 2019 16:22 WIB
Foto: Anggi Mayasari/Wolipop Foto: Anggi Mayasari/Wolipop

Jakarta - Audisi tahap dua Sunsilk Hijab Hunt 2019 Surabaya tengah berlangsung. Para peserta datang dari latar belakang berbeda dengan cerita hijab sendiri. Salah satunya adalah Ika Widya Andriani.

Hijabers berusia 26 tahun ini sudah mengenakan hijab sejak duduk di bangku SMA. Meskipun pada awalnya Ika mengenakan hijab karena sang kakak, kini ia merasa nyaman memakainya sebagai salah satu kewajiban dari seorang muslimah.

Memiliki bakat pencak silat, Ika berhasil masuk 20 besar finalis Sunsilk Hijab Hunt 2019 audisi Surabaya. Motivasi lulusan Universitas Negeri Surabaya untuk mengikuti ajang pencarian bakat bagi hijabers ini pun mulia.

Ika ingin pencak silat dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu warisan dari budaya Indonesia yang harus dilestarikan. Ia pun ingin pencak silat bisa diterima lebih baik oleh kaum milenial.

"Mereka lebih cenderung menilai bahwa pencak silat itu olahraga jadul, sama seperti olahraga bela diri yang lain Taekwondo dari korea, Muay Thai dari Thailand. Hanya saja pencak silat itu budaya Indonesia sendiri," kata Ika.

Tak hanya itu, peserta Sunsilk Hijab Hunt 2019 yang merupakan guru pendidikan Jasmani ini juga ingin mempersatukan olahraga dengan hijab. Muslimah yang pernah meraih medali perak pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional level Jawa Timur ini pun ingin membuktikan bahwa hijab menjadikan dirinya berani dan bukan penghalang untuk sukses.

"Seperti kejadian yang Asian Paragames kemarin ada atlet yang diminta lepas hijab. Aku ingin hijab bukan jadi penghalang. Beberapa olahraga melarang atletnya untuk pakai hijab. Saya berharap dunia olahraga bisa lebih ramah terhadap wanita berhijab," ujar Ika.

Tonton video 'Resky Amalia Terpilih Wakili Surabaya di Sunsilk Hijab Hunt 2019':

[Gambas:Video 20detik]


(agm/asf)