Papan Ucapan Selamat Datang Pakai Foto Hijabers di Swedia Tuai Protes

Silmia Putri - wolipop Kamis, 28 Feb 2019 17:42 WIB
Foto: (Facebook/Mikael Svensson via Sputnik News) Foto: (Facebook/Mikael Svensson via Sputnik News)

Gavle - Sebuah papan ucapan selamat datang di kota Gavle, Swedia mengundang kontroversi. Lain dari biasanya, ada foto wanita memakai hijab di papan bertuliskan, "Welcome to Gavle".

Sosok wanita berhijab yang terpampang dalam papan ucapan itu adalah Suzan Hindi. Ia merupakan muslimah yang tinggal di kota Gavle. Dilansir dari koran lokal Gefle Dagblad, Suzan merupakan guru yang mengundurkan diri karena harus berjuang melawan kanker. Untuk itu, sosoknya yang dianggap inspiratif dipilih untuk tampil dalam papan ucapan tersebut.

Papan Ucapan Selamat Datang Pakai Foto Hijabers di Swedia Tuai ProtesFoto: Facebook/Mikael Svensson

Pihak pemerintahan kota Gavle, Johan Adolfsson mengungkapkan tujuan ditampilkannya hijabers dalam papan itu adalah untuk menunjukkan keberagaman warga kota Gavle. Saat ini, di kota tersebut ada 120 bahasa berbeda.

Namun, banyak orang merasa papan tersebut tidak mewakili perbedaan tersebut karena hanya menampilkan wanita berhijab saja. Swedia juga bukan negara muslim, sehingga menampilkan wanita berhijab dalam papan ucapan dianggap aneh.

Dalam beberapa hari saja, kantor pemerintahan kota Gavle menerima sekitar 20 telepon dan 40 email berisi protes terhadap papan ucapan tersebut. Kritik tak hanya datang dari orang Swedia, tapi juga beberapa negara lainnya.

"Sedih melihat Swedia jadi negara Islam, dan Norwegia juga sedang berproses menuju ke sana," ungkap salah satu pengguna Twitter yang berasal dari Norwegia.

Menerima hujatan tersebut, pihak Gavle kembali menekankan pentingnya toleransi. Suzan Hindi yang terpampang dalam papan tersebut merupakan sosok inspiratif. Namun, ia jadi tersudutkan karena ia memakai hijab.

"Memandang Islam sebagai sesuatu yang berbahaya dan jahat sudah jadi bagian dari sikap Islamophobia yang klasik. Banyak juga yang menganggap hijab adalah simbol penindasan," terang Johan dikutip dari Sputnik News.

Hingga saat ini Swedia tidak masuk jajaran negara Eropa yang melarang pemakaian cadar atau hijab seperti Prancis dan Belanda. Namun, di beberapa tempat kerja ada aturan larangan memakai atribut hijab.

(dtg/dtg)