Ini Bedanya Tren Baju Lebaran di Online Shop dan E-commerce

Silmia Putri - wolipop Selasa, 05 Jun 2018 14:51 WIB
Peragaan busana koleksi Ramadan Zalora. Foto: Alissa Safiera/Wolipop
Jakarta - Tahun ini, semakin banyak tempat untuk membeli baju lebaran. Jika dulu kita harus pergi jauh-jauh ke mall atau ke pasar untuk membeli keperluan lebaran, kini pembelian bisa dilakukan dengan sentuhan jari di ponsel pintar.

Untuk pembelian secara online, para muslimah pun memiliki banyak pilihan. Di Instagram saja, ada banyak online shop menjual koleksi lebaran. Belum lagi e-commerce atau mall online yang menyajikan banyak brand dalam satu halaman.

Baca juga: Ini Tren Baju Lebaran Menurut Zaskia Sungkar

Menilik tren baju lebaran dari jual beli secara online, terdapat beberapa perbedaan yang cukup signifikan. Meski online shop dan e-commerce menjual produk sejenis seperti dress, blouse, dan gamis, masing-masing pasar menyukai gaya yang berbeda.

Dilihat dari 'etalase' Instagram para online shop, mereka menjual potongan busana dengan desain yang simple. Mereka cenderung fokus pada motif printing dibandingkan cutting atau pola jahitan.

Ini Bedanya Tren Baju Lebaran di Online Shop dan E-commerceKoleksi busana Hari Raya dari Heaven Light. Foto: Instagram/HeavenLight

Semakin simple, semakin netral dan lembut warnanya, semakin banyak peminatnya. Hal ini bisa dilihat dari beberapa online shop yang koleksi Lebarannya laris manis seperti Wearing Klamby dan Vanilla Hijab.

Baca juga: Tren Baju Lebaran di Instagram: Semua Kompak Jual Warna Ini

Berbeda dengan e-commerce seperti Zalora. Menurut Associate Manager Muslimwear ZALORA Asyifaa Salamah, pelanggannya lebih menyukai desain yang unik dibandingkan yang basic.

Ini Bedanya Tren Baju Lebaran di Online Shop dan E-commerceKoleksi busana Barli Asmara untuk Ramadhan Zalora. Foto: Alissa Safiera/Wolipop
"Kalau dari cutting, customer lebih suka yang extraordinary. Yang basic kurang diminati," ungkap Syifa kepada Wolipop hari Selasa (05/06/2018).

Hal ini pula yang mendasari banyak e-commerce membuat koleksi khusus dengan para desainer jelang Ramadan dan Idul Fitri. Mereka harus menyajikan sesuatu yang berbeda untuk menarik perhatian para pecinta fashion.

Namun, menurut Syifa banyak pelanggan yang tidak mementingkan desainer atau brand tapi lebih memilih kualitas dan keunikan desain. Semakin unik desainnya, semakin menarik perhatian.

Setiap pedagang memiliki pasarnya masing-masing. Ada pelanggan yang mementingkan peran fungsional dalam memilih busana, ada pula yang mementingkan keunikan desain agar tampil berbeda.

Kalau kamu, beli baju lebaran yang seperti apa? (sil/sil)