Tren Ramadan: Baju Koko Black Panther Laris Manis di Tanah Abang

Silmia Putri - wolipop Rabu, 23 Mei 2018 13:19 WIB
Penjaga Toko Arrahman, Tanah Abang. Foto: Silmia Putri/Wolipop Penjaga Toko Arrahman, Tanah Abang. Foto: Silmia Putri/Wolipop

Jakarta - Baik saat Ramadan maupun Lebaran, baju koko masuk dalam daftar wajib para pria muslim. Baju koko biasanya dipakai untuk beribadah, seperti salat Tarawih dan salat Ied.

Mengikuti popularitas film Black Panther dan The Avengers: Infinity War, banyak orang terinspirasi membuat baju koko dari para tokoh di film tersebut. Salah satu busana yang paling mirip baju koko adalah kostum Black Panther.

Baju koko Black Panther mulai populer di awal tahun 2018. Tak hanya viral, rupanya penjualan baju koko Black Panther pun laris manis. Salah satu tempat penjualan terbesar baju koko Black Panther adalah Tanah Abang dan Thamrin City, Jakarta.

Baca juga: Baju Koko Ala Black Panther Jadi Tren di Online Shop, Ini Kisaran Harganya

Di toko Arrahman contohnya. Baju koko Black Panther diakui cukup banyak dicari. Toko yang pernah didatangi Presiden Jokowi saat kunjungan Managing Director International Monetary Fund (IMF), Christine Lagarde ini menjual baju koko Black Panther seharga Rp 225.000.

"Satu minggu lumayan sih, bisa habis tiga karung baju koko Black Panther aja. Satu ball itu ya isinya 3 kodi lebih," tutur Riko penjaga toko Arrahman kepada Wolipop hari Rabu (22/05/2018).

Baju koko Black Panther di toko tersebut terbuat dari bahan katun. Bahan katun yang dipakai terlihat lebih licin dan mengkilap, jadi terlihat cukup mewah dipakai Lebaran nanti.

Tren Ramadan: Baju Koko Black Panther Laris Manis di Tanah AbangBaju koko Black Panther laris di Tanah Abang. Foto: Silmia Putri/Wolipop

Tak hanya baju koko Black Panther, ada pula toko yang menjual baju koko White Panther. Baju koko tersebut memakai motif bordir serupa kostum Black Panther tapi berwarna dasar putih.

Menurut penjaga toko baju koko Al Azwi di Thamrin City, penjualan baju koko lebih besar saat musim haji dibandingkan Ramadan. Saat Ramadan, kebanyakan pembeli berasal dari daerah dan membeli dalam partai besar untuk dijual lagi.

Baca juga: Tren Busana Ramadan 2018 Menurut Ria Miranda Hingga Irna Mutiara

"Satu orang saja bisa ambil lebih dari 5 kodi dalam satu hari. Mereka biasanya orang daerah. Barang reject pun masih mau, yang penting murah," ungkap penjaga toko Al Azwi kepada Wolipop.

Harganya tak jauh berbeda antara satu toko dan toko lainnya. Masih berkisar di harga Rp 200 ribuan untuk eceran. Sedangkan untuk pembelian partai besar atau kodian, harganya berkisar Rp 180 ribuan.
(sil/sil)