5 Cerita Hari Pertama Berhijab yang Tak Terlupakan

Silmia Putri - wolipop Selasa, 24 Apr 2018 16:24 WIB
Ayu Indriati, Kisah Berhijab. Foto: Silmia Putri/Wolipop Ayu Indriati, Kisah Berhijab. Foto: Silmia Putri/Wolipop

Jakarta - Perjalanan setiap muslimah untuk memakai hijab memiliki cerita yang berbeda. Ada yang berhijab dari kecil karena keluarga sudah terbiasa berhijab, ada pula yang harus berjuang meyakinkan keluarganya untuk berhijrah.

Beberapa waktu lalu, Wolipop mengajak para pembaca untuk berbagi kisah hari pertama berhijab. Dari sekian banyak komentar yang masuk, ada lima cerita terpilih yang paling menarik. Berikut kisah mereka.

1. Cerita Astiti Kuswardani

Hidayah bisa datang dari mana saja, tak terkecuali dari buah hati. Astiti mengaku sering ditanya oleh anaknya yang masih sekolah di SD Islam, "Mama, malu kelihatan auratnya. Kapan mama berhijab?".

Ditanya langsung oleh anak sendiri, tentunya menjadi pertanyaan yang menampar. Ada rasa malu ada pula rasa takut yang menghampiri Astiti. Hingga suatu ia mengalami kecelakaan. Kakinya terluka hingga tak bisa berjalan.

Saat itu Astiti ditolong oleh dua sopir angkot. Sayangnya, kejadian itu berlangsung saat Astiti memakai baju ketat dan rok span. Rasa risih dan tidak enak menggelayuti pikiran Astiti saat harus 'digendong' sopir angkor tersebut.

Setelah operasi di rumah sakit, Astiti pun merenung. Ia merasa kejadian tersebut adalah puncak Allah menegurnya. Saat itu juga ia mengganti foto profil di media sosial dengan foto dirinya berhijab. Mulai saat itu, ia pun istiqomah berhijab.

Baca juga: So Sweet! Cerita Peserta Sunsilk Hijab Hunt 2018 Dilamar Pasca Berhijab

2. Cerita Rizni Andari

Awalnya Rizni Andari berhijab karena sekolah di pesantren. Lulus sekolah, ia pun melanjutkan kuliah di sebuah universitas swasta. Terbawa lingkungan, Rizni pun ikut-ikutan melepas hijabnya. Ia merasa lebih percaya diri dengan penampilan barunya yang lebih gaul daripada penampilannya dulu di pesantren.

Enam bulan berlalu, Rizni mendapat kabar menyedihkan. Ibunya dikabarkan meninggal di kampung halamannya. Rizni pun tidak bisa menemui sang ibu untuk terakhir kalinya karena ia terlambat datang.

Saat itu, ia merasa sangat marah kepada Allah. "Tapi, Allah sayang saya. Dua minggu setelah mama meninggal saya membaca postingan tentang 3 amalan yang tidak akan putus, salah satunya adalah doa anak yang soleh," tulis Rizni kepada Wolipop.

Di hari itu juga, Rizni memutuskan untuk kembali berhijab. Ia menemui banyak pro kontra, tapi ia mantap berhijab dan memperbaiki diri agar bisa mendoakan ibunya.

Baca juga: World Hijab Day, Ini Cerita Inspiratif dari Wanita Berniqab di New York

3. Cerita Puan Maharani

Tak semua punya kesempatan yang mudah untuk berhijab. Salah satunya adalah Puan Maharani. Bekerja di perusahaan Korea, ia tidak diizinkan memakai hijab oleh atasannya.

Saat bosnya tak ada di kantor, ia sering bereksperimen menggunakan syal atau pashmina. Suatu hari, teman-temannya melihat Puan mencoba mengenakan hijab di kantor. Puan pun bercerita kepada teman-temannya.

Setelah berbagi cerita, ia pun mantap untuk mengenakan hijab dan resign dari pekerjaannya. Keinginannya untuk berhijab lebih kuat dari urusan pekerjaannya. Betul saja, Allah memberikan jalan lain untuk Puan.

Setelah ia mengundurkan diri, ia pun mendapat panggilan untuk wawancara kerja. Pertama kalinya Puan menjalani wawancara dengan mengenakan hijab. Tapi ternyata jusru ia diterima bekerja di perusahaan yang tak kalah besar dari perusahaannya terdahulu.

4. Cerita Rosidha Laela

Cerita Rosidha ini berbeda dengan kisah-kisah lainnya. Berhijab bermula dari 'bad hair day' yang sering dialami banyak wanita. Saat itu Rosidha menjalani kelas praktis senam aerobik di kampus.

Di luar rencana, setelah kegiatan senam tersebut ia harus mengikuti seminar yang akan dihadiri ibu Dekan fakultasnya. Karena tak ada waktu untuk keramas, ia pun memakai hijab untuk menutupi rambutnya yang basah.

Saat masuk ruang seminar, semua teman-temannya terkejut. Bahkan, mantan kekasih Rosidha menyebutnya lebih cantik saat memakai hijab. Meski awalnya 'terjebak', Rosidha pun mantap memakai hijab sejak hari itu.

5. Cerita Dwi Elawati

Memakai hijab secara kaffah atau menyeluruh memang membutuhkan waktu yang sedikit. Termasuk bagi Dwi Elawati. Saat hari pertama memakai hijab, ia ditegur oleh sahabatnya sendiri. "Pakai jilbab, tapi kok bajunya masih begitu?" terang Dwi menceritakan respons temannya.

Saat itu memang ia memakai celana jeans, kaus pendek, jaket, dan jilbab seadanya. Awalnya ia merasa tidak paham dengan ungkapan temannya. Ia merasa tidak ada yang salah dengan penampilannya karena ia masih baru berhijab.

Namun, lambat lamun ia pun mencoba memahami lebih dalam tentang kaidah berhijab. Ia pun mulai mengumpulkan baju-baju yang lebih syar'i. Meski awalnya ia sempat tersinggung dengan ucapan temannya, ia menyadari itu adalah cambukan untuknya berhijab dengan lebih baik lagi.
(sil/sil)