Sunsilk Hijab Hunt 2017
Kisah Patma, Anak Petani Mantan Pengamen Finalis Sunsilk Hijab Hunt 2017
Arina Yulistara - wolipop
Senin, 29 Mei 2017 17:42 WIB
Jakarta
-
Sunsilk Hijab Hunt 2017 sudah menentukan sepuluh hijabers terbaik yang melaju ke babak final. Salah satunya Patmawati Dalimunthe, finalis Sunsilk Hijab Hunt 2017 asal Medan, Sumatera Utara. Wanita berparas manis dengan sapaan akrab Patma ini merasa senang bisa terpilih sebagai salah satu finalis. Ia tidak menyangka karena dirinya saat audisi tidak lolos sebagai juara favorit.
Selain merasa senang, ia juga mengaku minder dengan finalis lain dengan bakat mumpuni dan sudah sering berprestasi di mana-mana. Wanita 22 tahun ini merasa serba kekurangan melihat bakat peserta lain.
"Sampai saat ini merasa minder karena aku nggak pernah menjadi juara apa pun, sedangkan yang lain bagus-bagus banget. Belum lagi mereka kan lebih dari aku, kadang suka nggak nyambung karena handphone-ku masih jadul banget, nggak ada kamera depan, tapi aku tetap semangat mencoba memberikan yang terbaik," ujar Patma ketika mencurahkan isi hatinya dengan Wolipop di lokasi karantina, Hotel Diradja, Tendean, Jakarta Selatan, Senin (29/5/2017).
Berkisah kepada Wolipop, Patma mengaku pernah menjadi pengamen demi membantu orangtua yang bekerja sebagai petani. Pekerjaan tersebut dilakoni ketika masih masuk kuliah semester 3 di Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara. Patma terpaksa mengamen seminggu dua kali untuk membantu orangtua membayar kuliahnya. Ia mengatakan sehari bisa mendapat Rp 20 ribu sampai Rp 120 ribu. Patma biasa mengamen di depan rumah makan atau rumah sakit.
Dengan mengamen, ia bisa mengirimkan bantuan uang untuk orangtua dan tambahan kuliah. Tidak hanya itu, terkadang Patma juga suka jualan makanan di kampus untuk tambahan uang jajan. Hijabers asal Rantau Prapat itu juga bercerita pernah menyanyi di kafe. Namun setelah berhijab sekitar satu setengah tahun lalu, Patma memilih berhenti sebagai penyanyi kafe. Menurutnya setelah berhijab akan kurang pantas dilihat orang bila sering pulang malam.
Selain itu, Patma mengaku sempat sakit yang membuatnya tidak boleh kelelahan. Wanita 22 tahun ini mengatakan kalau ia pernah terserang penyakit di mana pembuluh darah di belakang kepala tidak mengalir ke otak. Hal tersebut membuatnya lupa nama orang, nama tempat, hingga ada beberapa bagian tubuh yang sulit digerakkan.
Patma mengaku sedih saat terserang penyakit tersebut karena ia tidak bisa lagi membantu orangtuanya mencari uang. Namun ia tak berputus asa, ketika keadaannya sedang buruk Patma memilih untuk menghapal juz-juz dalam Al Quran.
"Ketika kita menghapal Al Quran maka kita akan dibantu sama Allah, dilancarkan urusannya, rezekinya, semoga ini bisa membantu orangtua, semoga kita bisa berkumpul di akherat nanti," kata wanita dengan bakat menyanyi sambil main gitar itu.
Kini setelah berobat jalan ke Riau karena ia mengaku tak sanggup membayar biaya rumah sakit, Patma akhirnya diberikan kesembuhan. Ia mengaku bersyukur karena bisa diberi kesehatan sampai sekarang.
Perjalanannya bisa sampai di Jakarta saat ini juga sangat disyukurinya. Ia masih memiliki tante yang baik untuk membantu segala kebutuhannya. Untuk persiapan jelang malam final yang berlangsung pada Minggu (4/5/2017), Patma tak memiliki ritual khusus yang penting sehat dan selalu berdoa. Seandainya ia keluar sebagai pemenang maka hadiah akan diberikan untuk keluarganya.
"Banyak doa yang penting. Waktu beli baju dan sepatu mau ke sini aku minta doa juga sama penjualnya, nggak usah vote nggak apa-apa yang penting doanya karena jalan hidup kita Allah yang mengatur. Aku kan juga gampang kelelahan jadi ya harus jaga kesehatan selagi ada waktu langsung tidur. Aku nggak mikir bisa menang, tapi kalau seandainya menang mau aku persembahkan untuk kedua orangtua dan kuliahin adik," tambahnya. (ays/ays)
Selain merasa senang, ia juga mengaku minder dengan finalis lain dengan bakat mumpuni dan sudah sering berprestasi di mana-mana. Wanita 22 tahun ini merasa serba kekurangan melihat bakat peserta lain.
"Sampai saat ini merasa minder karena aku nggak pernah menjadi juara apa pun, sedangkan yang lain bagus-bagus banget. Belum lagi mereka kan lebih dari aku, kadang suka nggak nyambung karena handphone-ku masih jadul banget, nggak ada kamera depan, tapi aku tetap semangat mencoba memberikan yang terbaik," ujar Patma ketika mencurahkan isi hatinya dengan Wolipop di lokasi karantina, Hotel Diradja, Tendean, Jakarta Selatan, Senin (29/5/2017).
Foto: Arina Yulistara |
Berkisah kepada Wolipop, Patma mengaku pernah menjadi pengamen demi membantu orangtua yang bekerja sebagai petani. Pekerjaan tersebut dilakoni ketika masih masuk kuliah semester 3 di Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara. Patma terpaksa mengamen seminggu dua kali untuk membantu orangtua membayar kuliahnya. Ia mengatakan sehari bisa mendapat Rp 20 ribu sampai Rp 120 ribu. Patma biasa mengamen di depan rumah makan atau rumah sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Patma mengaku sempat sakit yang membuatnya tidak boleh kelelahan. Wanita 22 tahun ini mengatakan kalau ia pernah terserang penyakit di mana pembuluh darah di belakang kepala tidak mengalir ke otak. Hal tersebut membuatnya lupa nama orang, nama tempat, hingga ada beberapa bagian tubuh yang sulit digerakkan.
Patma mengaku sedih saat terserang penyakit tersebut karena ia tidak bisa lagi membantu orangtuanya mencari uang. Namun ia tak berputus asa, ketika keadaannya sedang buruk Patma memilih untuk menghapal juz-juz dalam Al Quran.
"Ketika kita menghapal Al Quran maka kita akan dibantu sama Allah, dilancarkan urusannya, rezekinya, semoga ini bisa membantu orangtua, semoga kita bisa berkumpul di akherat nanti," kata wanita dengan bakat menyanyi sambil main gitar itu.
Kini setelah berobat jalan ke Riau karena ia mengaku tak sanggup membayar biaya rumah sakit, Patma akhirnya diberikan kesembuhan. Ia mengaku bersyukur karena bisa diberi kesehatan sampai sekarang.
Perjalanannya bisa sampai di Jakarta saat ini juga sangat disyukurinya. Ia masih memiliki tante yang baik untuk membantu segala kebutuhannya. Untuk persiapan jelang malam final yang berlangsung pada Minggu (4/5/2017), Patma tak memiliki ritual khusus yang penting sehat dan selalu berdoa. Seandainya ia keluar sebagai pemenang maka hadiah akan diberikan untuk keluarganya.
"Banyak doa yang penting. Waktu beli baju dan sepatu mau ke sini aku minta doa juga sama penjualnya, nggak usah vote nggak apa-apa yang penting doanya karena jalan hidup kita Allah yang mengatur. Aku kan juga gampang kelelahan jadi ya harus jaga kesehatan selagi ada waktu langsung tidur. Aku nggak mikir bisa menang, tapi kalau seandainya menang mau aku persembahkan untuk kedua orangtua dan kuliahin adik," tambahnya. (ays/ays)
Home & Living
5 Rekomendasi Rice Cooker Multifungsi! Masak Nasi, Sup, Hingga Dessert dalam Satu Alat
Home & Living
Cara Menggunakan French Press untuk Membuat Kopi di Rumah Senikmat di Cafe
Elektronik & Gadget
5 Rekomendasi Power Bank PISEN Ini Bikin Mudik Bebas Drama Lowbatt
Olahraga
Dunlop Gecko Tac Overgrip: Grip Anti Licin untuk Tingkatkan Performa
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Baju Lebaran 2026
7 Rekomendasi Setelan Lebaran 2026: Koleksi Baju One Set Ala Gen Z
40 Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 untuk Kartu & Bingkisan Lebaran
Buttonscarves Rilis Koleksi Lebaran 2026, Eksplorasi Budaya Mesir dan Maroko
Baju Lebaran 2026
Rekomendasi Tunik Lebaran 2026: Pilihan Brand Lokal Terbaik Mulai Rp 100 Ribu
8 Amalan Lailatul Qadar yang Bisa Dilakukan Wanita Saat Haid
Most Popular
1
Foto: Adu Gaya Seksi Para Bintang di Karpet Merah Oscars After Party 2026
2
Makin Panas, Keluarga Kim Sae Ron Diduga Alami Tekanan Akibat Kim Soo Hyun
3
Pesona Son Ye Jin dengan Otot Perut Kencang, Tak Disangka Sudah Jadi Ibu
4
Vagina Gatal Padahal Sudah Bersih? Ini Penyebab yang Sering Tak Disadari
5
Terungkap Ucapan Timothee Chalamet ke Kylie Jenner Sebelum Kalah di Oscar 2026
MOST COMMENTED












































Foto: Arina Yulistara