70 Mahasiswi Kanada Coba Berhijab, Ini yang Dirasakan Mereka
Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 04 Apr 2017 13:22 WIB
Kanada
-
Di akhir Maret kemarin, sejumlah komunitas muslim di berbagai negara menyelenggarakan Hijab Day demi merayakan Muslim Women's Day. Mahasiswi muslim dari University of Northern British Columbia (UNBC), Prince George, Kanada, turut menggelar acara hijab untuk membantu meredakan Islamophobia dan meluruskan stigma yang beredar di masyarakat.
Dalam acara yang dinamakan 'Hijab for a Day' itu, sebanyak 70 mahasiswi tertarik mencoba mengenakan jilbab untuk pertamakalinya. Tak hanya sekadar mencoba, para mahasiswi juga merasakan bagaimana mengenakan jilbab selama seharian.
Salah satu pihak penyelenggara, Hira Rashid, berharap dengan adanya acara hijab tersebut bisa meredakan stereotipe tentang wanita berhijab. Tidak hanya itu, ini juga bertujuan memberitahu masyarakat lain kalau wanita berhijab tak perlu ditakuti. Hijab merupakan suatu pilihan.
"Ini pilihan. Ini adalah simbol kebebasan berekspresi. Ini bukan hanya selembar kain dan ini bukan tanda penindasan," tutur Hira seperti dilansir dari CBC.
Puluhan mahasiswi non-muslim turut menggunakan scarf warna-warni dan berjalan di sekitar kampus. Mereka juga masih mengenakannya ketika berada di dalam kelas. Setelah mengenakan jilbab, mereka pun mengutarakan pengalaman yang dirasakan selama memakai jilbab. Pengalaman para mahasiswi berbeda-beda.
Mahasiswi bernama Dara Campbell mengaku kini lebih memahami kehidupan wanita berhijab. "Saya bukan muslim, tapi saya mencoba pakai jilbab yang diberikan mahasiswi lain. Ada banyak mitos dan hal-hal salah tentang jilbab. Saya kini mengerti, kita harusnya lebih memahami pilihan wanita lain," paparnya.
Wanita lain mengaku mendapatkan tatapan tidak nyaman dari orang lain saat mencoba berhijab selama satu hari. "Aku tidak memakai jilbab tapi aku mencobanya hari ini. Aku merasa banyak tatapan tidak menyenangkan ke arahku," ujar mahasiswi jurusan Teknik Lingkungan di UNBC bernama Yousra Moutii.
Sementara mahasiswi lainnya menuturkan bahwa memakai jilbab sangat menarik perhatian. Menurut mahasiswi bernama Modupe Abioye itu seharusnya orang lain lebih menghormati wanita berhijab dan tidak hanya melihat dari penampilan luar saja.
"Dibutuhkan banyak keberanian untuk memakainya. Anda menonjol dan orang-orang menoleh kepada Anda. Beberapa orang berani mengajukan pertanyaan tapi banyak orang yang hanya menatapku dan berpaling," ujarnya
Sedangkan mahasiswi lain Maria Amir yang biasa memakai jilbab setiap hari, ketika banyak yang mengenakan kerudung di sekitarnya, ia merasa senang.
"Di kelas ketika Anda satu-satunya orang yang berhijab itu sedikit canggung. Tapi ketika Anda melihat begitu banyak orang di sekitar memakai jilbab rasanya benar-benar nyaman," kata Maria. (ays/ays)
Dalam acara yang dinamakan 'Hijab for a Day' itu, sebanyak 70 mahasiswi tertarik mencoba mengenakan jilbab untuk pertamakalinya. Tak hanya sekadar mencoba, para mahasiswi juga merasakan bagaimana mengenakan jilbab selama seharian.
Salah satu pihak penyelenggara, Hira Rashid, berharap dengan adanya acara hijab tersebut bisa meredakan stereotipe tentang wanita berhijab. Tidak hanya itu, ini juga bertujuan memberitahu masyarakat lain kalau wanita berhijab tak perlu ditakuti. Hijab merupakan suatu pilihan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puluhan mahasiswi non-muslim turut menggunakan scarf warna-warni dan berjalan di sekitar kampus. Mereka juga masih mengenakannya ketika berada di dalam kelas. Setelah mengenakan jilbab, mereka pun mengutarakan pengalaman yang dirasakan selama memakai jilbab. Pengalaman para mahasiswi berbeda-beda.
#Hijab for a Day @UNBC #cityofpg pic.twitter.com/GfBv35vLzc
— CBC Daybreak North (@daybreaknorth) March 29, 2017
Mahasiswi bernama Dara Campbell mengaku kini lebih memahami kehidupan wanita berhijab. "Saya bukan muslim, tapi saya mencoba pakai jilbab yang diberikan mahasiswi lain. Ada banyak mitos dan hal-hal salah tentang jilbab. Saya kini mengerti, kita harusnya lebih memahami pilihan wanita lain," paparnya.
Wanita lain mengaku mendapatkan tatapan tidak nyaman dari orang lain saat mencoba berhijab selama satu hari. "Aku tidak memakai jilbab tapi aku mencobanya hari ini. Aku merasa banyak tatapan tidak menyenangkan ke arahku," ujar mahasiswi jurusan Teknik Lingkungan di UNBC bernama Yousra Moutii.
Sementara mahasiswi lainnya menuturkan bahwa memakai jilbab sangat menarik perhatian. Menurut mahasiswi bernama Modupe Abioye itu seharusnya orang lain lebih menghormati wanita berhijab dan tidak hanya melihat dari penampilan luar saja.
"Dibutuhkan banyak keberanian untuk memakainya. Anda menonjol dan orang-orang menoleh kepada Anda. Beberapa orang berani mengajukan pertanyaan tapi banyak orang yang hanya menatapku dan berpaling," ujarnya
Foto: CBC |
Sedangkan mahasiswi lain Maria Amir yang biasa memakai jilbab setiap hari, ketika banyak yang mengenakan kerudung di sekitarnya, ia merasa senang.
"Di kelas ketika Anda satu-satunya orang yang berhijab itu sedikit canggung. Tapi ketika Anda melihat begitu banyak orang di sekitar memakai jilbab rasanya benar-benar nyaman," kata Maria. (ays/ays)
Perawatan dan Kecantikan
Base Makeup Lebih Flawless dengan Puff Multifungsi dari Aeris Beaute Favorit Banyak Orang!
Perawatan dan Kecantikan
Rekomendasi Sheet Mask Mediheal Best Seller dari Korea untuk Wajah Cerah, Glowing, dan Bebas Jerawat Saat Lebaran!
Perawatan dan Kecantikan
Kenalan dengan Alchemist Fragrance Pink Laundry & Powder Room, Parfum Clean dan Elegan yang Bikin Kamu Wangi Seharian!
Makanan & Minuman
Lagi Cari Minuman Segar untuk Buka Puasa? Coba ABC Squash Delight Nanas
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Tren Warna Baju Lebaran 2026, Begini Kata Owner Brand Hijab
Baju Lebaran 2026
Tren Baju Lebaran Cheongsam Harga Rp 200 Ribu, Ratusan Koleksi Ludes Terjual
Baju Lebaran 2026
Borong 10 Hijab Hanya Rp 100 Ribu di Bazar Rendezvous Market, Stok Terbatas
Baju Lebaran 2026
Diskon 50% Mukena Lebaran di Rendezvous Modest Market AEON Tanjung Barat
Baju Lebaran 2026
Berburu Tren Baju Lebaran Warna Butter Yellow di Bazar Rendezvous AEON Mall
Most Popular
1
Gaya Nagita Slavina Pakai Kemeja saat Datang Bukber, Harganya di Luar Nurul
2
Penjelasan Gamis Bini Orang Diburu Pembeli Menurut Akademisi Budaya
3
7 Gaya Lisa BLACKPINK Jadi Tamu VIP Konser Bad Bunny di Jepang
4
Model Ini Diejek karena Alis Nyambung, Kini Tampil Lebih Percaya Diri
5
Gaya Edgy Naomi Watts Bareng Anak Transgender di Fashion Show Balenciaga
MOST COMMENTED












































Foto: CBC