Ini Kata Ariska, DJ Berhijab yang Jadi Kontroversi karena Pakai Cadar

Arina Yulistara - wolipop Jumat, 24 Mar 2017 14:35 WIB
Foto: Ariska Wigatiningtyas
Jakarta - Ariska Wigatiningtyas menjadi perbincangan akhir-akhir ini karena sebuah video yang memperlihatkan aksinya nge-DJ menggunakan cadar. Video menjadi viral serta menuai beragam kritik yang dilontarkan kepada wanita dengan nama panggung DJ Chika Riska itu, terutama soal penampilannya yang berjilbab dan memakai cadar. Mendapat kritikan pedas dari netizen, bagaimana tanggapan Chika?

Ketika berbincang dengan Wolipop, Chika mengatakan tidak terlalu memusingkan kritikan tersebut. Menurutnya, tidak ada yang salah dengan penampilannya yang berhijab dan menggunakan cadar saat melakoni pekerjaannya sebagai DJ.
Ini Kata Ariska, DJ Berhijab yang Jadi Kontroversi karena Pakai CadarFoto: Ariska Wigatiningtyas
Ini Kata Ariska, DJ Berhijab yang Jadi Kontroversi karena Pakai CadarFoto: Facebook

Chika menegaskan kalau sejak kecil ia memang sudah berhijab. Cadar digunakan hanya sebagai pelengkap penampilannya kala itu. Sedangkan dalam kesehariannya, ia tidak memakai penutup wajah tersebut. Wanita 20 tahun ini mengatakan kalau tanggapan netizen cukup berlebihan namun ia meminta maaf jika memang ada pihak yang merasa dirugikan karena penampilannya.


"Video pakai cadar itu sebenarnya sudah dari Januari, waktu itu aku sudah klarifikasi di Instagram tapi nggak tahu kenapa viral lagi. Penampilanku itu waktu acara Tahun Baru di Yogyakarta. Bisa ditanyakan ke pihak acara attitude-ku seperti apa, aku juga nggak ngerti kenapa berlebihan ya reaksinya? Tapi ya mau gimana lagi, negara ini bebas berpendapat, misalnya mereka menanggapi aku seperti itu dengan bahasa kasar yasudahlah, cara mereka seperti itu. Kalau ada pihak yang dirugikan, aku minta maaf," jelas Chika kepada Wolipop, Jumat (24/3/2017).
Ini Kata Ariska, DJ Berhijab yang Jadi Kontroversi karena Pakai CadarFoto: Ariska Wigatiningtyas
Ini Kata Ariska, DJ Berhijab yang Jadi Kontroversi karena Pakai CadarFoto: Ariska Wigatiningtyas

Chika juga sedikit bercerita kalau penerapan cadar hanya pernah dipakainya dua kali saat menjadi DJ. Acara pertama ia diminta untuk tampil di pentas budaya yang digelar di Colomadu, Surakarta. Dalam acara yang digelar akhir 2016 itu, dirinya diminta mengekspresikan diri dengan menampilkan sesuatu berbeda maka ia memilih tema Indian Arabic. Sebagai penunjang penampilan, Chika memutuskan berpakaian serba hitam seperti baju khas tradisional Arab dan menggunakan cadar agar terlihat maksimal.

Terinspirasi dari penampilan pertamanya, Chika mencoba mengenakan cadar lagi saat tampil dalam acara tahun baru di Yogyakarta. Ini murni keinginan sendiri hanya sebagai bentuk ekspresi diri. Tak disangka malah kritikan yang dituainya. Padahal wanita pecinta musik itu hanya ingin berkarya dan menunjukkan bahwa seseorang yang berhijab masih tetap bisa berekspresi dan menekuni passion-nya.



Wanita yang mulai menjadi DJ sejak awal 2016 itu memaparkan kalau ia hanya mengisi acara di berbagai event musik, lifestyle, dan komunitas. Pernah pula Chika mengisi acara perpisahan sekolah di Solo. Chika pun menegaskan dirinya tidak pernah tampil di klub-klub malam. DJ juga hanyalah pekerjaan untuk mengisi waktu luang ketika mahasiswi Jurusan Farmasi Universitas Setia Budi Surakarta itu sedang tidak sibuk kuliah.

"Aku biasa tampil di mal-mal, event musik, kuliner, perpisahan anak SMA juga, komunitas di daerah Jawa Tengah, Solo dan sekitarnya, juga Yogyakarta. Aku nggak pernah jauh-jauh karena mentingin kuliahku dulu, ini kan hanya untuk mengisi waktu luangku saja. Mama sama ayah juga mengizinkan aku menjadi DJ asal nggak main di klub, yang penting di jalur aman," tambah wanita yang juga bisa memainkan alat musik biola, gitar, hingga drum itu.
Ini Kata Ariska, DJ Berhijab yang Jadi Kontroversi karena Pakai CadarFoto: Facebook

Di akhir kata, Chika berpesan kepada para hijabers muda agar jangan takut menjadi diri sendiri. Lakukan apa yang memang Anda senang tidak perlu memusingkan omongan orang lain. Ia juga mengingatkan kalau setiap orang punya cara yang berbeda-beda untuk mengekspresikan diri.

"Semua orang itu bebas dan punya hak mengekspresikan dirinya asal masih di 'jalur' aman. Mungkin terlihat jarang dan aneh, tapi kalau itu yang kita suka kenapa ngga, kenapa harus dilarang? Kayak perempuan yang suka tari bisa mengepskresikan diri lewat menari, atau bernyanyi, mungkin memasak, banyak cara. Kenapa harus dipermasalahkan? Begitu pula dengan DJ, banyak DJ yang seksi," tandasnya. (ays/ays)