Sukses Jadi Penyanyi, Begini Pengalaman Yuna Zarai Berhijab di LA

Arina Yulistara - wolipop Jumat, 13 Jan 2017 12:08 WIB
Foto: Jerod Harris/Getty Images Foto: Jerod Harris/Getty Images

Los Angeles - Wanita berhijab yang tinggal di negara barat memiliki pengalaman berbeda-beda terkait penggunaan jilbabnya. Penyanyi pop terkenal asal Malaysia, Yuna, juga mempunyai cerita sendiri saat pertamakali berhijab di Los Angeles (LA), Amerika Serikat.

Yuna memang kini berdomisili di LA. Ia pindah ke negeri Paman Sam sejak berumur 24 tahun. Meski pindah ke LA, Yuna tetap menggunakan hijab dan setia dengan gaya turbannya.

A photo posted by Yuna (@yunamusic) on



Pertama pakai hijab di LA, wanita yang kini berusia 30 tahun itu bercerita kalau banyak orang menyarankan agar ia melepas jilbab. "Orang-orang seperti, 'Just take it off, it's no big deal'. Tapi aku suka mengenakan jilbab," ujar bernama lengkap Yunalis Mat Zara'ai itu seperti dilansir dari The Guardian.

Wanita yang lahir dan besar di Malaysia itu mengatakan bahwa ia menyukai fashion walaupun berhijab. Maka dari itu, gaya busananya cenderung modern dan metropolis. Menurutnya, jilbab bukan membuat wanita menjadi tertutup dari dunia luar tapi banyak gadis muslim yang bergaya mengikuti fashion secara global.

Yuna pun menuturkan kalau ia senang tinggal di LA. Seiring berjalannya waktu, ia mulai diterima di industri musik LA walaupun berhijab. Bahkan kini Yuna merasa kalau banyak seniman yang semakin menghormati muslim.

"Biasanya jika kamu seorang perempuan dan bekerja di musik, kamu harus cantik yang berarti memamerkan tubuhmu, rambutmu, da itu hal yang normal. Aku tidak menentang itu tapi aku merasa itu bukan aku. Aku tidak tahu bagaimana memulainya, dengan menyanyi dan tetap berhijab, tapi inilah aku sekarang, dan aku suka gayaku, ini identitasku," papar wanita yang pernah berduet dengan penyanyi Usher tersebut.

A photo posted by Yuna (@yunamusic) on



Yuna kini semakin terkenal dan sukses. Wanita yang mengidolakan Gwen Stefani dan Audrey Hepburn itu pernah masuk tangga Billboard musik Amerika dan Asia Selatan. Ia pun pernah bekerjasama dengan beberapa penyanyi ternama dunia seperti Pharrell, Usher, dan DJ Premier.

Selain namanya besar di industri musik, ia juga sangat populer di kalangan fashion muslim. Bahkan brand high street asal Jepang Uniqlo menggandengnya untuk menjadi ikon mereka. Bukan dalam daily wear tapi untuk ikon modest wear.

Di akhir kata, Yuna pun berpesan agar jangan takut untuk mengejar mimpi hingga ke ujung dunia sekalipun. Jangan takut hanya karena Anda berjilbab dan tidak diterima di tengah masyarakat dunia. Yang penting berpikir positif dan yakin dengan kemampuan diri sendiri.

"Tidak ada tantangan berarti menjadi seorang penyanyi muslim. Jika Anda berpikir ini sangat sulit maka hal itu akan terjadi, tapi aku selalu berusaha berpikir positif. Ketika pertamakali aku pindah ke sini, orang seperti meyakinkanku, 'Apa Anda yakin ingin tetap memakai jilbab?'. Aku pikir hal tersebut yang paling sulit. Bagaimana orang membicarakan penampilanku bukan laguku. Tapi aku tidak pernah lelah untuk selalu menjawab pertanyaan orang-orang itu," tandasnya kemudian.



(ays/ays)