Solidaritas, Mahasiswi di Universitas Non-muslim AS Berjilbab Seminggu Sekali
Arina Yulistara - wolipop
Senin, 19 Des 2016 11:07 WIB
Utah
-
Sejak kemenangan Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) banyak masyarakat nasrani yang semakin aware dengan warga muslim. Bahkan mereka turut berpartisipasi dalam acara hijab untuk meningkatkan citra Islam.
Tidak hanya berpartisipasi, kali ini sekelompok aktivis yang masih berstatus sebagai mahasiswi di salah satu universitas AS menyelenggarakan acara hijab di kampusnya. Bukan acara besar-besaran tapi lebih mengedukasi teman-temannya agar peduli dengan masyarakat muslim.
Hal tersebut dilakukan karena melihat melonjaknya penyerangan terhadap orang-orang muslim yang tinggal di AS terutama wanita berhijab pasca Trump terpilih. Para aktivis tersebut bukan berasal dari universitas umum melainkan milik gereja di kawasan Utah, AS.
Selama tiga minggu terakhir, sekelompok aktivis dari Brigham Young University (universitas non-muslim) mengejutkan teman-teman kampusnya dengan pakaian baru mereka menggunakan busana tertutup dilengkapi jilbab. Para mahasiswi berhijab setiap seminggu sekali tepatnya pada hari Rabu.
Sebagian besar dari kelompok aktivis tersebut merupakan anggota dari Christian Church of Jesus Christ of Latter-day Saints. Namun para mahasisiswi ini mengambil studi Middle Eastern dan mengatakan bahwa mereka ingin menunjukkan adanya keragaman dan melawan diskriminasi.
Salah satu aktivis, Sondra Sasser, menjelaskan bahwa mereka melakukan ini demi solidaritas sesama warga AS. Mereka bersikeras untuk mengirimkan pesan kepada masyarakat muslim kalau kalian tidak sendirian.
Aksi ini juga dilakukan sebagai bentuk protes akan diskriminasi dengan alasan kebencian yang sering dialami wanita berhijab. Tidak hanya dilakukan di akhir tahun tapi Sondra juga mengatakan bahwa ia dan teman-teman akan melanjutkannya di tahun baru.
"Banyak muslim yang merasa tidak nyaman dengan banyak hal. Mereka merasa takut tentang banyak hal dan adanya salah paham di masyarakat. Dengan aksi solidaritas ini saya pikir bisa membuat mereka merasa lebih aman dan tidak sendirian," jelas Sondra seperti dilansir dari Daily Express.
Sondra sedikit menambahkan, ia bersama teman-temannya merasa memiliki banyak kesamaan dengan masyarakat muslim dan saling menghormati iman masing-masing. Oleh karena itu mereka tidak mau melihat wanita berhijab dan orang-orang muslim lainnya terluka hanya karena pakaian serta status agamanya. Ia pun mengajak mahasiswi lain untuk berpartisipasi dalam aksi solidaritas ini.
"Cara terbaik memahaminya adalah berbicara dengan masyarakat muslim dan saya tahu bahwa orang-orang akan terkesan dengan itu. Jika Anda memakai jilbab mencoba menjadi mereka (wanita muslim), Anda tidak perlu khawatir. Itu hanya tentang kesederhanaan dan tetap menjadi diri sendiri. Saya pikir ini adalah pesan," tambahnya.
(ays/ays)
Tidak hanya berpartisipasi, kali ini sekelompok aktivis yang masih berstatus sebagai mahasiswi di salah satu universitas AS menyelenggarakan acara hijab di kampusnya. Bukan acara besar-besaran tapi lebih mengedukasi teman-temannya agar peduli dengan masyarakat muslim.
Hal tersebut dilakukan karena melihat melonjaknya penyerangan terhadap orang-orang muslim yang tinggal di AS terutama wanita berhijab pasca Trump terpilih. Para aktivis tersebut bukan berasal dari universitas umum melainkan milik gereja di kawasan Utah, AS.
Foto: Facebook |
Selama tiga minggu terakhir, sekelompok aktivis dari Brigham Young University (universitas non-muslim) mengejutkan teman-teman kampusnya dengan pakaian baru mereka menggunakan busana tertutup dilengkapi jilbab. Para mahasiswi berhijab setiap seminggu sekali tepatnya pada hari Rabu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu aktivis, Sondra Sasser, menjelaskan bahwa mereka melakukan ini demi solidaritas sesama warga AS. Mereka bersikeras untuk mengirimkan pesan kepada masyarakat muslim kalau kalian tidak sendirian.
Aksi ini juga dilakukan sebagai bentuk protes akan diskriminasi dengan alasan kebencian yang sering dialami wanita berhijab. Tidak hanya dilakukan di akhir tahun tapi Sondra juga mengatakan bahwa ia dan teman-teman akan melanjutkannya di tahun baru.
"Banyak muslim yang merasa tidak nyaman dengan banyak hal. Mereka merasa takut tentang banyak hal dan adanya salah paham di masyarakat. Dengan aksi solidaritas ini saya pikir bisa membuat mereka merasa lebih aman dan tidak sendirian," jelas Sondra seperti dilansir dari Daily Express.
Sondra sedikit menambahkan, ia bersama teman-temannya merasa memiliki banyak kesamaan dengan masyarakat muslim dan saling menghormati iman masing-masing. Oleh karena itu mereka tidak mau melihat wanita berhijab dan orang-orang muslim lainnya terluka hanya karena pakaian serta status agamanya. Ia pun mengajak mahasiswi lain untuk berpartisipasi dalam aksi solidaritas ini.
"Cara terbaik memahaminya adalah berbicara dengan masyarakat muslim dan saya tahu bahwa orang-orang akan terkesan dengan itu. Jika Anda memakai jilbab mencoba menjadi mereka (wanita muslim), Anda tidak perlu khawatir. Itu hanya tentang kesederhanaan dan tetap menjadi diri sendiri. Saya pikir ini adalah pesan," tambahnya.
(ays/ays)
Kesehatan
Stop Panik Sama Garis Halus! Ini Solusi Simpel Biar Kulit Tetap Muda
Olahraga
Transformasi Tubuh dari Rumah! Cuma Modal 1 Alat Ini, Otot Langsung Terbentuk
Kesehatan
Rahasia Perut Rata Tanpa Tersiksa! Ini Cara Simpel Turunkan Berat Badan dengan Fiber
Kesehatan
Sendi Sering Ngilu atau Kaku? Bisa Jadi Tubuhmu Lagi Butuh Ini!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Baju Lebaran 2026
7 Rekomendasi Setelan Lebaran 2026: Koleksi Baju One Set Ala Gen Z
40 Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 untuk Kartu & Bingkisan Lebaran
Buttonscarves Rilis Koleksi Lebaran 2026, Eksplorasi Budaya Mesir dan Maroko
Baju Lebaran 2026
Rekomendasi Tunik Lebaran 2026: Pilihan Brand Lokal Terbaik Mulai Rp 100 Ribu
8 Amalan Lailatul Qadar yang Bisa Dilakukan Wanita Saat Haid
Most Popular
1
Pesona Vittoria Ceretti, Pacar yang Dibawa Leonardo DiCaprio ke Oscars
2
Jangan Salah Bawa Bekal! 4 Camilan Sehat yang Cocok untuk Perjalanan Mudik
3
Foto: Adu Gaya Seksi Para Bintang di Karpet Merah Oscars After Party 2026
4
Makin Panas, Keluarga Kim Sae Ron Diduga Alami Tekanan Akibat Kim Soo Hyun
5
Pesona Son Ye Jin dengan Otot Perut Kencang, Tak Disangka Sudah Jadi Ibu
MOST COMMENTED












































Foto: Facebook