Umrah Bersama Ibu, Dian Pelangi Dengar Dentuman Keras di Masjid Nabawi

Alissa Safiera - wolipop Selasa, 05 Jul 2016 10:14 WIB
Foto: detikcom Foto: detikcom

Jakarta - Berita duka datang pagi ini ketika sebuah ledakan terjadi di plataran Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi karena bom bunuh diri. Dilansir oleh AFP, pelaku berjenis kelamin pria ini diketahui berniat meledakkan diri di dalam Masjid Nabawi yang kala itu tengah ramai oleh jemaah yang sedang berbuka puasa. Untungnya, niat itu sempat tercium petugas dan berujung dengan bom bunuh diri yang juga menewaskan empat orang pasukan keamanan yang tengah berjaga.

Di Senin yang menegangkan itu, desainer Dian Pelangi menjadi salah satu jemaah yang sedang berbuka puasa di Masjid Nabawi dan mendengar langsung suara ledakan. Dian pun melaporkan hal itu melalui akun media sosialnya, Instagram.

"Mengenai ledakan, tadi saya memang mendengar ada suara dentuman keras menjelang buka puasa, saya belum tahu pasti apakah itu bom atau bukan, dan nggak kepikiran itu bom," tulisnya di foto kemegahan Masjid Nabawi yang dipenuhi jutaan jemaah.

Desainer asal Palembang ini melanjutkan pantauannya di area Masjid Nabawi saat itu. Menurutnya, seusai kejadian banyak mobil polisi yang berjaga.

"Suasana aman, tak ada kepanikan, kegaduhan, layaknya orang kalau mendengar berita bom pasti gaduh sibuk mengamankan diri. Sholat berjalan seperti biasa, Tarawih sama nikmatinya, orang-orang duduk lalu lalang tadarus itikaf. Tak ada tanda ketakutan. Ternyata orang mengira dentuman tersebut adalah tanda berakhirnya Ramadan. Makanya mereka langsung bersalaman," cerita Dian.

Lewat Instagramnya, desainer 25 tahun itu mengatakan tak ada ketakutan yang terlihat dari orang-orang yang ia temui di sana.

"Alhamdulillah kami dalam keadaan baik sekali..ketakutan, kepanikan, semuanya terkalahkan dengan antusias menyambut Lebaran besok, InsyAllah," lanjut Dian.

Dian Pelangi saat ini tengah merayakan Hari Raya dengan menjalankan ibadah umrah bersama sang ibunda, Hermani Mansyur. Desainer lulusan ESMOD itu berharap dapat merasakan perbedaan yang signifikan ketika merayakan Idul Fitri di Tanah Suci dengan di Indonesia.

"Ibu ingin sekali bisa lebaran di sana. Ibuku bilang nggak mikir apa-apa kalau lebaran di sana. Nggak mikir pakai baju apa, jadi benar-benar ibadah," ujar desainer 25 tahun itu. (asf/asf)