Desainer Busana Muslim Muda
Desainer Hijab Semakin Banyak, Tak Takutkah Rani Hatta & Ayu Dyah Tersaingi?
Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 24 Jun 2016 17:09 WIB
Jakarta
-
Semakin banyak desainer-desainer baru yang terjun ke dalam dunia mode busana muslim. Dengan rancangan yang memiliki keunikkan tersendiri, mereka berhasil menarik atensi para calon pembeli dalam memperkenalkan karyanya.
Bahkan, beberapa di antara mereka sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan menggelar fashion show di sejumlah negara. Dengan banyaknya desainer busana muslimah muda yang berbakat, lantas tidak takutkah mereka akan tersaingi?
Rani Hatta, desainer busana muslimah modest wear mengaku ia tidak takut tersaingi atau memiliki saingan. Menurutnya, justru dengan banyaknya brand baru dirinya jadi termotivasi untuk meningkatkan kualitas produknya.
"Sama sekali nggak ngerasa punya saingan. Justru itu lebih buat aku termotivasi untuk mengembangkan brand Rani Hatta. Lagi pula rezeki sudah ada yang mengatur jadi nggak perlu takut tersaingi," papar desainer 25 tahun itu saat diwawancarai Wolipop di fX Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2016).
Rani sendiri memiliki sejumlah butik di Jakarta, yakni di kawasan Cibubur dan di fX. Di fX, ia bersama 12 desainer muslimah lainnya berbagi tempat untuk memajang karyanya dan butiknya pun tidak pernah sepi pengunjung.
Dituturkan ibu satu anak itu, meski ia memiliki butik, namun sekitar 70 persen omzet penjualannya berasal dari online. "Alhamdulillah 70 persen omzet banyak dari penjualan online karena tidak terpaku ruang dan waktu. Customerku juga nggak hanya di Jakarta aja dan kami juga bisa kirim ke luar negeri," katanya lagi.
Pendapat serupa diungkapkan oleh Ayu Dyah Andari. Desainer busana pesta muslimah yang naik daun sejak tiga tahun lalu tidak mempermasalahkan adanya saingan dari sesama desainer muda yang juga merilis sejumlah koleksi busana pesta.
"Aku nggak muluk-muluk, kerja yang tulus dan karya yang dihasilkan itu harus original dari garis desain. Yang penting jujur dengan desain sendiri. Aku suka cutting A line, lace, klasik, dan feminin. Aku yakin di luar sana juga banyak yang suka desain seperti aku dan seleranya sama," demikian kata Ayu kepada Wolipop di rumahnya, kawasan Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/6/2016). (itn/itn)
Bahkan, beberapa di antara mereka sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan menggelar fashion show di sejumlah negara. Dengan banyaknya desainer busana muslimah muda yang berbakat, lantas tidak takutkah mereka akan tersaingi?
Rani Hatta, desainer busana muslimah modest wear mengaku ia tidak takut tersaingi atau memiliki saingan. Menurutnya, justru dengan banyaknya brand baru dirinya jadi termotivasi untuk meningkatkan kualitas produknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rani sendiri memiliki sejumlah butik di Jakarta, yakni di kawasan Cibubur dan di fX. Di fX, ia bersama 12 desainer muslimah lainnya berbagi tempat untuk memajang karyanya dan butiknya pun tidak pernah sepi pengunjung.
Dituturkan ibu satu anak itu, meski ia memiliki butik, namun sekitar 70 persen omzet penjualannya berasal dari online. "Alhamdulillah 70 persen omzet banyak dari penjualan online karena tidak terpaku ruang dan waktu. Customerku juga nggak hanya di Jakarta aja dan kami juga bisa kirim ke luar negeri," katanya lagi.
Pendapat serupa diungkapkan oleh Ayu Dyah Andari. Desainer busana pesta muslimah yang naik daun sejak tiga tahun lalu tidak mempermasalahkan adanya saingan dari sesama desainer muda yang juga merilis sejumlah koleksi busana pesta.
"Aku nggak muluk-muluk, kerja yang tulus dan karya yang dihasilkan itu harus original dari garis desain. Yang penting jujur dengan desain sendiri. Aku suka cutting A line, lace, klasik, dan feminin. Aku yakin di luar sana juga banyak yang suka desain seperti aku dan seleranya sama," demikian kata Ayu kepada Wolipop di rumahnya, kawasan Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/6/2016). (itn/itn)











































