Laporan dari Paris
Feny Mustafa: Indonesia Layak Jadi Kiblat Mode Muslim Dunia
Kiki Oktaviani - wolipop
Kamis, 26 Mei 2016 17:32 WIB
Jakarta
-
Industri modest wear di Indonesia kini tengah bersinar. Para desainer dan brand busana muslim kian hari semakin banyak bermunculan. Mereka bahkan berani pamer karya di kancah internasional.
Seperti brand busana muslim Shafira yang sempat memamerkan karyanya di Amerika dalam ajang Couture Fashion Week (CFW) di New York pada September 2015 lalu. Yang terbaru, Shafira berkolaborasi dengan kristal Swarovski untuk mengadakan mini fashion show di Museum Swarovski di Austria baru-baru ini.
Dituturkan oleh pendiri Shafira, Feny Mustafa, melihat berkembangnya modest wear tersebut membuat Indonesia layak jadi kiblat busana muslim dunia. Wanita yang telah merintis brand Shafira selama 27 tahun itu juga mengungkapkan bahwa dia menjadi salah seorang yang mencetuskan ide ke pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat busana muslim di Asia bahkan di dunia untuk 2020 mendatang.
"Industri busana muslim di Indonesia sudah maju banget. Sudah mulai banyak desainer dan toko-toko yang menjual busana muslim dan banyak juga pemakainya. Menurut saya Indonesia layak jadi kiblat mode busana muslim dunia," kata Feny di Paris, Prancis dalam rangka gathering dan jalan-jalan keliling Eropa dengan member loyal Shafira yang juga didukung oleh Simply Happy Tour, Minggu (22/5/2016).
Pemakai hijab dan busana muslim di Indonesia memang kini semakin fashionable. Feny membandingkan dengan negara lain yang dinilai kurang stylish jika dibanding dengan hijabers di Tanah Air.
"Orang Timur Tengah mereka menggunakan abaya. Orang muslim India biasanya pakai baju tradisionalnya, begitu juga dengan Malaysia. Sementara orang Eropa dan Amerika mereka lebih banyak menggunakan busana yang mereka beli di mal dan department store lalu ditambahkan scarf. Di Indonesia sendiri mereka memang menggunakan produk busana muslim dengan pilihan yang sangat beragam karena desainer busana muslim sudah banyak bermunculan," tambah wanita yang juga mendirikan brand busana muslim Zoya itu.
Feny sebagai pioneer pendiri bisnis busana muslim ikut menggalakkan program pemerintah tersebut. Shafira pun tidak merasa tersaingin dengan lahirnya berbagai desainer dan brand modest wear.
"Kuncinya kita semua harus bersaing sehat dan jangan saling menjatuhkan karena pasar di Indonesia itu luas, pasti memiliki target pasar masing-masing," kata Feny. (kik/eny)
Seperti brand busana muslim Shafira yang sempat memamerkan karyanya di Amerika dalam ajang Couture Fashion Week (CFW) di New York pada September 2015 lalu. Yang terbaru, Shafira berkolaborasi dengan kristal Swarovski untuk mengadakan mini fashion show di Museum Swarovski di Austria baru-baru ini.
Dituturkan oleh pendiri Shafira, Feny Mustafa, melihat berkembangnya modest wear tersebut membuat Indonesia layak jadi kiblat busana muslim dunia. Wanita yang telah merintis brand Shafira selama 27 tahun itu juga mengungkapkan bahwa dia menjadi salah seorang yang mencetuskan ide ke pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat busana muslim di Asia bahkan di dunia untuk 2020 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemakai hijab dan busana muslim di Indonesia memang kini semakin fashionable. Feny membandingkan dengan negara lain yang dinilai kurang stylish jika dibanding dengan hijabers di Tanah Air.
"Orang Timur Tengah mereka menggunakan abaya. Orang muslim India biasanya pakai baju tradisionalnya, begitu juga dengan Malaysia. Sementara orang Eropa dan Amerika mereka lebih banyak menggunakan busana yang mereka beli di mal dan department store lalu ditambahkan scarf. Di Indonesia sendiri mereka memang menggunakan produk busana muslim dengan pilihan yang sangat beragam karena desainer busana muslim sudah banyak bermunculan," tambah wanita yang juga mendirikan brand busana muslim Zoya itu.
Feny sebagai pioneer pendiri bisnis busana muslim ikut menggalakkan program pemerintah tersebut. Shafira pun tidak merasa tersaingin dengan lahirnya berbagai desainer dan brand modest wear.
"Kuncinya kita semua harus bersaing sehat dan jangan saling menjatuhkan karena pasar di Indonesia itu luas, pasti memiliki target pasar masing-masing," kata Feny. (kik/eny)
Elektronik & Gadget
Butuh Laptop Harian yang Produktif dan Ringan? Cek Advan Laptop WorkMate
Olahraga
Sporty Tapi Modern, Nike Court Dri-FIT Slam Dress Wajib Masuk Keranjang!
Olahraga
Alat Workout Rumahan yang Harus Kamu Miliki! Barbel Set & Slider Disc Bikin Latihan Lebih Maksimal
Olahraga
Bikin Percaya Diri Saat Olahraga, Ini Pilihan Celana Sport yang Nyaman Dipakai
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Baju Lebaran 2026
Tren Baju Lebaran 2026: Baju Kurung Melayu Jadi Buruan di Tanah Abang
Baju Lebaran 2026
Warna Butter Yellow Jadi Tren Baju Lebaran, Gaya Maia Diserbu di Tanah Abang
Outfit Lebaran Rp 35 Ribu di Rendezvous Modest Market X BSN, Serbu Sekarang!
40 Ide Caption Bukber Aesthetic yang Simple namun Berkesan
Baju Lebaran 2026
Lagi Viral! Model Janggan Jadi Primadona Baju Lebaran di Tanah Abang
Most Popular
1
Gaya Anggun Jisoo BLACKPINK Jadi Princess Dior, Pakai Gaun Semi Transparan
2
Influencer Tewas Usai Implan Payudara, Sempat Jalani 2 Operasi Tambahan
3
Sandara Park Bantah Terlibat Kasus Narkoba Usai Dituduh Park Bom
4
'Rest in Peace', Meditasi Dalam Peti Mati Jadi Tren Mental Health di Jepang
5
Potret Chelsea Olivia Usai 4 Kali Operasi Rahim, Tetap Glowing Tanpa Makeup
MOST COMMENTED











































