Sunsilk Hijab Hunt 2016
Isro, Tampilkan Bakat Pantomim di Tengah Keterbatasan Bicara
Kiki Oktaviani - wolipop
Sabtu, 07 Mei 2016 14:04 WIB
Jakarta
-
Audisi Sunsilk Hijab Hunt 2016 tengah digelar di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Sabtu (7/5/2016). Para hijabers yang mengikuti audisi sudah siap menunjukkan aksi dan bakat terbaik mereka.
Seperti Isro Ayu Permatasari. Di tengah keterbatasannya, ia sangat optimis mengikuti ajang pencarian ikon muslimah ini. Isro merupakan wanita difabel tuna rungu. Meski begitu, ia memiliki bakat unik yakni pantomim.
"Sejak SMA sudah sering pantomim di sekolah," kata Isro menggunakan bahasa isyarat.
Isro mengatakan tujuannya untuk datang ke audisi Sunsilk Hijab Hunt 2016 bukan hanya untuk menang, namun lebih ingin menginspirasi teman-teman tuna rungu lainnya. Ia menuturkan, terbatas secara fisik bukan berarti tidak bisa menonjolkan bakat.
"Aku ingin memotivasi teman tuli agar berprestasi. Saya ingin orang tuli setara dengan orang yang mendengar," imbuh wanita 24 tahun itu.
Saat ini, Isro pun telah memiliki pekerjaan tetap di bagian administrasi di salah satu perusahaan kredit motor. Isro bercerita bahwa ia merasa sangat bersyukur sudah memiliki pekerjaan saat ini.
"Walaupun pekerjaan sangat melelahkan dan hambatannya adalah komunikasi. Tapi sekarang sudah punya banyak teman di tempat kerja dan mereka jadi bisa bahasa isyarat juga," cerita Isro.
" target="_blank"> (kik/hst)
Seperti Isro Ayu Permatasari. Di tengah keterbatasannya, ia sangat optimis mengikuti ajang pencarian ikon muslimah ini. Isro merupakan wanita difabel tuna rungu. Meski begitu, ia memiliki bakat unik yakni pantomim.
![]() |
"Sejak SMA sudah sering pantomim di sekolah," kata Isro menggunakan bahasa isyarat.
Isro mengatakan tujuannya untuk datang ke audisi Sunsilk Hijab Hunt 2016 bukan hanya untuk menang, namun lebih ingin menginspirasi teman-teman tuna rungu lainnya. Ia menuturkan, terbatas secara fisik bukan berarti tidak bisa menonjolkan bakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Saat ini, Isro pun telah memiliki pekerjaan tetap di bagian administrasi di salah satu perusahaan kredit motor. Isro bercerita bahwa ia merasa sangat bersyukur sudah memiliki pekerjaan saat ini.
"Walaupun pekerjaan sangat melelahkan dan hambatannya adalah komunikasi. Tapi sekarang sudah punya banyak teman di tempat kerja dan mereka jadi bisa bahasa isyarat juga," cerita Isro.
" target="_blank"> (kik/hst)













































