Sunsilk Hijab Hunt 2016
Hijabers Ini Ingin Menduniakan Tari Tradisional Lewat Sunsilk Hijab Hunt 2016
Avitia Nurmatari - wolipop
Selasa, 05 Apr 2016 10:10 WIB
Jakarta
-
Dua hijabers peserta Sunsilk Hijab Hunt 2016 Febia Suci Rahmawati (20) dan Dyan Laylla Ramadhiana (19) bersemangat untuk mengikuti audisi hari ini, di Bandung. Keduanya berkomitmen untuk memajukan seni tari tradisional Indonesia.
Dalam audisi yang digelar di Grha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjajaran di Dipatiukur, Bandung, Selasa (15/3/2016), Febia dan Dyan akan menunjukan bakatnya di bidang seni tari. Menurut keduanya, meskipun memakai jilbab, tidak ada halangan untuk tetap berkarya.
"Sejak SD saya senang menari tradisional. Sampai sekarang saya kuliah, mengambil jurusan seni tari topeng. Saya bermimpi ingin mengangkat seni tadi mendunia," ujar Febia yang sedang mengenyam bangku kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Febia ingin mematahkan anggapan kebanyakan orang, bahwa seniman tari berhijab tak semenarik seniman tari yang tidak berhijab.
"Menari memakai Hijab tidak menjadi masalah. Orang terkadang memandang aneh, estetikanya tidak ada. Padahal sama saja orang-orang seni. Berkerudung bukan batasan untuk berkesenian," ungkapnya.
Senada dengan Febia, Dyan juga berpendapat sama. Mimpinya sejak kecil untuk menjadi penari profesional ingin diwujudkan dengan mengikuti Sunsilk Hijab Hunt 2016.
"Saya ingin mengeksplorasi bakat saya di bidang tari jaipongan dengan ikut audisi ini," kata wanita yang datang dari Sumedang ini.
Di depan dewan juri, Dyan akan menampilkan bakatnya dalam seni tari klasik modern. Ia akan menunjukan keluwesannya menari meski tubuhnya dibalut busana muslim.
"Pakai baju muslim enggak masalah. Karena sekarang sudah bisa disiasati," ungkapnya.
Antusiasme hijabers untuk ikut audisi Sunsilk Hijab Hunt 2016 di Kota Bandung cukup tinggi. Hingga saat ini, peserta masih terus berdatangan. (avi/hst)
Dalam audisi yang digelar di Grha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjajaran di Dipatiukur, Bandung, Selasa (15/3/2016), Febia dan Dyan akan menunjukan bakatnya di bidang seni tari. Menurut keduanya, meskipun memakai jilbab, tidak ada halangan untuk tetap berkarya.
"Sejak SD saya senang menari tradisional. Sampai sekarang saya kuliah, mengambil jurusan seni tari topeng. Saya bermimpi ingin mengangkat seni tadi mendunia," ujar Febia yang sedang mengenyam bangku kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menari memakai Hijab tidak menjadi masalah. Orang terkadang memandang aneh, estetikanya tidak ada. Padahal sama saja orang-orang seni. Berkerudung bukan batasan untuk berkesenian," ungkapnya.
Senada dengan Febia, Dyan juga berpendapat sama. Mimpinya sejak kecil untuk menjadi penari profesional ingin diwujudkan dengan mengikuti Sunsilk Hijab Hunt 2016.
"Saya ingin mengeksplorasi bakat saya di bidang tari jaipongan dengan ikut audisi ini," kata wanita yang datang dari Sumedang ini.
Di depan dewan juri, Dyan akan menampilkan bakatnya dalam seni tari klasik modern. Ia akan menunjukan keluwesannya menari meski tubuhnya dibalut busana muslim.
"Pakai baju muslim enggak masalah. Karena sekarang sudah bisa disiasati," ungkapnya.
Antusiasme hijabers untuk ikut audisi Sunsilk Hijab Hunt 2016 di Kota Bandung cukup tinggi. Hingga saat ini, peserta masih terus berdatangan. (avi/hst)











































