Indonesia Fashion Week 2016
Segera Buka Gerai di London, Busana Hijab Elzatta Lebih Simpel
Intan Kemala Sari - wolipop
Minggu, 13 Mar 2016 10:02 WIB
Jakarta
-
Brand busana muslim Elzatta semakin menunjukkan eksistensinya di kancah internasional. Pada Mei mendatang, brand yang mendaulat aktris Alice Norin sebagai brand ambassador ini akan membuka gerai di London, Inggris.
Dituturkan oleh Ina Binandari selaku perwakilan dari Elzatta, ada sekitar 24 set busana terbaru yang akan dihadirkan. Koleksi tersebut terinspirasi dari gaya-gaya fashion street para hijabers London saat tim Elzatta berkunjung ke sana beberapa waktu lalu. Potongan busananya juga lebih simpel, clean, tidak terlalu banyak detail.
Busana yang dihadirkan juga merupakan pakaian yang biasa digunakan sehari-hari, mulai dari blus lengan panjang, coat, tunik, dress, sekaligus hijabnya. Untuk merancang koleksi tersebut, digunakan beberapa bahan diantaranya katun, silk, sifon, dan taffeta.
"Bahan yang kita pilih adalah bahan yang berkualitas karena walaupun gayanya simpel siapapun bisa bikin. Tapi untuk bahan yang bagus itu agak sulit. Untuk kualitas jahitannya juga kami pilih manufaktur yang baik," tutur Ina saat ditemui di acara Indonesia Fashion Week 2016, Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016).
Meski mengaku tidak ada tema khusus yang disiapkan dalam rancangan Elzatta kali ini, Ina menyebutkan bahwa keharmonisan adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan koleksi terbarunya. Harmonisasi tersebut tercipta dalam kombinasi kain sifon yang dipadukan dengan katun, permainan warna-warna yang disesuaikan dengan aksesori dan hijabnya sehingga tidak terlihat monoton.
"Tentunya koleksi ini juga akan disesuaikan dengan iklim di sana. Karena koleksi yang kami hadirkan ini ready-to-wear dengan nuansa biru keabu-abuan dan beberapa warna lainnya serta ada kombinasi warna-warna tanah," lanjutnya lagi.
Ina mewakili Elzatta berharap, koleksi yang akan dihadirkan nantinya bisa diterima di kalangan para wanita muda di London. Target utamanya adalah wanita muslimah London yang berusia 25 sampai 40 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa semua wanita, baik yang berhijab maupun tidak juga bisa mengenakannya.
"Kami ingin menunjukkan kepada dunia, ini lho brand busana muslim dari Indonesia. Kita sebagai penduduk Indonesia yang populasi muslimnya terbesar, harusnya bisa punya kekuatan untuk memimpin fashion muslim dunia," tutup Ina. (int/hst)
Dituturkan oleh Ina Binandari selaku perwakilan dari Elzatta, ada sekitar 24 set busana terbaru yang akan dihadirkan. Koleksi tersebut terinspirasi dari gaya-gaya fashion street para hijabers London saat tim Elzatta berkunjung ke sana beberapa waktu lalu. Potongan busananya juga lebih simpel, clean, tidak terlalu banyak detail.
Busana yang dihadirkan juga merupakan pakaian yang biasa digunakan sehari-hari, mulai dari blus lengan panjang, coat, tunik, dress, sekaligus hijabnya. Untuk merancang koleksi tersebut, digunakan beberapa bahan diantaranya katun, silk, sifon, dan taffeta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski mengaku tidak ada tema khusus yang disiapkan dalam rancangan Elzatta kali ini, Ina menyebutkan bahwa keharmonisan adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan koleksi terbarunya. Harmonisasi tersebut tercipta dalam kombinasi kain sifon yang dipadukan dengan katun, permainan warna-warna yang disesuaikan dengan aksesori dan hijabnya sehingga tidak terlihat monoton.
"Tentunya koleksi ini juga akan disesuaikan dengan iklim di sana. Karena koleksi yang kami hadirkan ini ready-to-wear dengan nuansa biru keabu-abuan dan beberapa warna lainnya serta ada kombinasi warna-warna tanah," lanjutnya lagi.
Ina mewakili Elzatta berharap, koleksi yang akan dihadirkan nantinya bisa diterima di kalangan para wanita muda di London. Target utamanya adalah wanita muslimah London yang berusia 25 sampai 40 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa semua wanita, baik yang berhijab maupun tidak juga bisa mengenakannya.
"Kami ingin menunjukkan kepada dunia, ini lho brand busana muslim dari Indonesia. Kita sebagai penduduk Indonesia yang populasi muslimnya terbesar, harusnya bisa punya kekuatan untuk memimpin fashion muslim dunia," tutup Ina. (int/hst)











































