Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Jelang Show di Australia, Restu Anggraini Khawatir dengan Islamophobia

Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 23 Feb 2016 19:02 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Arina Yulistara/Wolipop
Jakarta - Restu Anggraini terpilih menjadi satu-satunya desainer yang mewakili Indonesia untuk show di Virgin Australia Melbourne Fashion Festival 2016. Wanita dengan sapaan akrab Etu itu mengaku bangga dan senang karena hal tersebut. Wanita 28 tahun ini berhasil terpilih setelah mengikuti kompetisi yang diselenggarakan oleh pihak Jakarta Fashion Week.

Etu akan memamerkan rancangan terbarunya berupa busana kerja untuk wanita muslim, maskulin tapi tetap modest. Tetap membawa ciri khasnya yakni detail handmade yang khas, Etu kali ini menampilkan kepangan. Terdapat sekitar 12 hingga 16 koleksi yang nanti ditampilkan.

Etu rencananya akan berangkat tanggal 5 Maret dan tampil di Virgin Australia Melbourne Fashion Festival 2016 pada 10 Maret. Jelang keberangkatannya ke negeri Kanguru itu, ibu satu anak ini mengaku sudah siap lahir dan batin. Meski demikian, rasa khawatir masih menyelimutinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Desainer lulusan sekolah mode ESMOD Jakarta itu mengatakan sempat sebelumnya merasa takut dengan Islamophobia di Australia, terutama setelah serangan teroris yang terjadi di beberapa negara pada akhir 2015.

"Jujur sih aku takut. Aku sempat ngeri tapi ini mungkin jadi jalan aku buat syiar juga kalau muslim tuh bukan seperti itu, yang kayak (teroris) itu bukan agama. Di Islam sebenarnya semuanya baik nggak ada ngebunuh orang. Jadi ini salah satu jalan untuk bisa memperkenalkan muslim itu nggak seperti itu (teroris)," papar Etu saat berbincang dengan Wolipop beberapa hari lalu di bilangan Senopati, Jakarta Selatan.

Etu juga ingin menunjukkan kalau Islam itu indah. Ia ingin meredakan stereotipe buruk tentang wanita berhijab lewat fashion dengan menggelar trunk show saat berada di Melbourne, Australia. Trunk show yang direncanakannya tersebut akan berkolaborasi bersama beberapa desainer Indonesia serta tiga perancang terbaik di Melbourne.

"Kita indah kok, kita pakai bajunya sebenarnya baju yang sama, baju memang nggak ada religinya cuma lebih modest dan bisa menutup aurat saja. Dan menurutku sejatinya berpakaian yang baik seperti ini. Aku ingin mendobraknya lewat fashion," tambah wanita yang memulai karier sejak 2009 itu.

(ays/ays)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads