Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Berhijab dan Ingin Jadi Atlet Tinju, Amaiya Zafar Jadi Kontroversi

Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 25 Sep 2015 14:06 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Star Tribune
Jakarta - Kini hijab tidak lagi menjadi halangan atau ketakutan wanita untuk mengeksplor diri. Seperti yang dilakukan oleh Amaiya Zafar. Remaja 15 tahun ini telah menentukan langkah ingin menjadi atlet tinju tanpa melepas jilbabnya.

Remaja asal Oaklade, California, Amerika itu tak ragu lagi ingin bertanding dalam kompetisi tinju. Ia telah memiliki mimpi baru menjadi atlet tinju wanita berjilbab di dunia. Amaiya mengaku pertamakali menyukai tinju saat dua tahun lalu, saat ia bersama sang ayahnya pergi menonton pertandingan yang mengarah pada kekuatan tangan tersebut.

"Aku berpikir akan memulai tinju sejak itu, aku menyukainya, dan aku mulai berlatih," tutur Amaiya seperti dilansir dari Star Tribune.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amaiya kemudian mulai berlatih dengan menonton video untuk mengamati gerakan-gerakan tinju. Setelah itu ia juga melatih diri di garasi dan pergi ke gym untuk menemukan pelatih pribadi. Amaiya mengaku ketagihan dan tinju menjadi kesenangan tersendiri baginya.

Remaja 15 tahun itu lalu berpikir kalau ia bisa melakukan lebih dari hanya sekadar berlatih di gym. Ia memiliki kepercayaan diri untuk ikut bertandingan dalam kompetisi yang resmi. Amaiya berharap bisa menjadi salah satu bagian dalam pertandingan tinju yang digelar pada akhir pekan ini di Amerika.

Sayangnya harapan Amaiya terganjal akan peraturan yang tidak mengizinkan atlet tinju untuk menutupi lengan dan kakinya dengan pakaian. Sementara ia tetap bertinju menggunakan jilbab, baju standar tinju, tapi dilengkapi penutup kaki dan lengan agar aurat tetap tertutup.

Michael Martino selaku Direktur Eksekutif dari USA Boxing mengatakan peraturan tersebut dibuat demi keamanan dan tak bisa dilanggar. "Itu semua mengenai keamanan, jika Anda menutupi lengan, kaki, bagaimana kita tahu kalau Anda cedera? Lalu kalau Anda terluka selama pertandingan, wasit juga tidak bisa melihatnya," jelas Michael.

Michael menuturkan bahwa Amerika memiliki lebih dari 30 ribu petinju amatir. Bila ia memberikan kelonggaran pada Amaiya dan tidak untuk petinju lainnya bisa menimbulkan kecemburuan. Mendengar hal itu, Amaiya berusaha berbicara kepada pelatihnya. Ia tetap ingin mencoba masuk ke dalam pertandingan tinju tanpa harus melepas jilbabnya.

Sang pelatih, Cerresso Fort, mengatakan Amaiya merupakan gadis yang berbakat. Tak pernah terpikir olehnya kalau hijab menjadi masalah. Selama latihan, Fort tidak pernah melihat hijab mengganggu gerak Amaiya ketika berolahraga. Amaiya pun mengatakan jilbab tidak pernah menjadi halangan dan ia tak akan mau berkompromi soal pelepasan jilbabnya.

"Tinju benar-benar penting sekarang bagiku, begitu pula jilbabku. Aku tidak mau berkompromi soal hijab dan tinju, aku hanya berusaha tetap setia dengan agamaku tapi masih bisa berpartisipasi dalam olahraga. Melepas jilbab saat berlatih tinju bukanlah pilihanku," tegasnya.

Sang ibunda, Sarah O'Keefe-Zafar, mendukung keputusan Amaiya untuk terus mengejar mimpinya menjadi atlet tinju. Menurut Sarah tidak ada yang salah dengan mimpi putrinya. Bahkan ia melihat perubahan positif terhadap diri Amaiya.

"Aku melihat dia tumbuh dari seorang pemalu menjadi gadis kecil yang kuat dan percaya diri setelah berlatih tinju," tambah Sarah.

Kini permintaan Amaiya untuk ikut dalam pertandingan tinju resmi belum diterima. Namun Council on American-Islamic Relations serta pelatihnya sedang mengajukan negosiasi agar Amaiya bisa diizinkan mengikuti pertandingan tinju dengan jilbabnya.

(aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads