Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Wanita Moskow Buat Acara Fashion untuk Ubah Stereotipe Berhijab di Rusia

Arina Yulistara - wolipop
Rabu, 29 Jul 2015 11:10 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ist.
Jakarta - Tidak seperti di Indonesia, banyak hijabers di luar sana yang masih mengalami perilaku diskriminasi. Oleh sebab itu, beberapa di antara mereka merasa takut untuk berpergian mengenakan jilbab. Rusia menjadi salah satu negara yang sebagian masyarakatnya masih memandang wanita berhijab dengan sebelah mata.

Demi mengubah pandangan tersebut, para wanita muslim di Rusis khususnya Moskow sedang berusaha meningkatkan citra Islam lewat fashion hijab. Beberapa waktu lalu, wanita berhijab mengenakan pakaian warna-warni berkumpul di sebuah taman hotel bintang empat untuk menggelar acara bazaar amal dengan konsep fashion. Mereka menjajarkan busana karya para desainer lokal untuk dijual buat amal.

Para hijabers yang hadir berpenampilan stylish untuk menunjukkan bahwa wanita muslim dengan hijab itu tetap terlihat cantik dan bisa beraktivitas. Wanita muslim yang berhijab juga masih sangat mungkin untuk bekerja dan tidak akan menyakiti orang lain. Mereka membuat acara tersebut juga bertujuan untuk membuat hijab populer di Rusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sedang membuat muslim menjadi trendsetter," tutur Natalia Narmin Ichaeva, humas dari acara bazaar amal itu seperti dilansir dari Nytimes.

Baca juga: 50 Inspirasi Gaya Hijab Selebgram

Natalia merupakan seorang mualaf yang baru masuk Islam sejak dua tahun lalu. Ia juga menjadi bagian dari komunitas Moscovite Muslims yang berusaha untuk membantu meningkatkan citra Islam di Rusia.

Dalam beberapa dekade, Islam di Rusia masih sering dikaitkan dengan teroris seperti erang melawan separatis di Chechnya dan pemberontakan yang terus berlangsung di Kaukasus Utara. Belum ditambah stigma masyarakat yang melihat bahwa wanita berhijab dengan kerudung hitamnya merupakan pelaku bom bunuh diri untuk membalas kematian ayah hingga anak mereka.

Berita-berita dari koran atau televisi juga semakin memperkuat stigma tersebut. Namun dalam satu tahun terakhir ini, stereotip itu tampak mulai memudar terutama karena hubungan ke negara-negara Timur Tengah yang memiliki populasi masyarakat muslim terbesar semakin baik. Masyarakat Rusia bisa melihat bagaimana perkembangan hijab di dunia mulai melesat.

"Saya melihat kini wanita muslim keluar sebagai sorotan," ujar Rezeda Suleyman, desainer 23 tahun.

Rezeda menambahkan, semakin berkembangnya hijab fashion di dunia juga memudahkan usahanya dalam bisnis hijab baik menjual kerudung maupun busana tertutup. Bahkan tak sulit baginya untuk menawarkan potongan busana muslim kepada masyarakat yang non-muslim.

Di acara bazaar amal itu, para hijabers juga berfoto-foto dan merekam kegiatan mereka dalam sebuah video. Video tersebut kemudian disebarkan melalui jejaring sosial masing-masing baik lewat Facebook maupun Instagram. Hijabers lainnya yang turut hadir di acara fashion, Zulfiya Raupova, juga berharap stereotip buruk tentang wanita berhijab bisa hilang di Rusia.

"Akan selalu ada waktu yang bagus untuk mengubah stereotip," tambah Zulfiya.



(aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads