Berhijab Saat Naik Kereta di Inggris, Wanita Ini Diserang Pria Tak Dikenal
Arina Yulistara - wolipop
Senin, 27 Jul 2015 13:00 WIB
Jakarta
-
Perilaku diskriminasi untuk wanita berhijab masih saja terjadi di beberapa negara maju, salah satunya Inggris. Baru-baru ini seorang hijabers yang sedang melakukan perjalanan naik kereta tiba-tiba saja diserang pria tak dikenal. Sang pria bukan ingin merampok tapi justru berusaha menarik lepas jilbab yang dipakainya.
Penumpang berhijab yang tak ingin disebutkan namanya tersebut sontak kaget karena perilaku pria tak dikenal yang mendadak menyerangnya saat kereta berjalan antara Matlock dan Derby. Bahkan wanita itu dikabarkan mengalami trauma atas kejadian tak menyenangkan hanya karena ia mengenakan jilbab.
"Korban sangat tertekan atas kejadian mengejutkan ini karena saya yakin setiap orang menyaksikannya," tutur salah satu petugas investigasi, Joseph Jenkins seperti dilansir dari Mirror.
Pelaku dikabarkan keluar dari kereta di stasiun Ambergate dan kini sedang dicari oleh kepolisian Inggris. Pria yang melakukan tindakan kasar itu memiliki ciri khas tato di bagian belakang lehernya. Polisi berusaha untuk menemukan orang yang bertanggung jawab atas hal itu karena menurut mereka tindakan ini bukan masalah sepele.
Para polisi transportasi serta pihak kereta api Inggris saat ini masih sedang memburu pria tersebut untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. Mereka ingin membuat pelaku jera atas sikap diskriminasi yang telah dilakukannya kepada seorang wanita muslim.
"Kami tidak mentolerir prilaku semacam ini dan masalah ini sangatlah serius. Semua orang berhak melakukan perjalanan dengan kereta tanpa takut diskriminasi dan kami telah bekerja sama dengan British Transport Police untuk menyelesaikan masalah ini," ujar Rob Greensmith, manager tindak kejahatan dari East Midlands Trains, Inggris.
(aln/aln)
Penumpang berhijab yang tak ingin disebutkan namanya tersebut sontak kaget karena perilaku pria tak dikenal yang mendadak menyerangnya saat kereta berjalan antara Matlock dan Derby. Bahkan wanita itu dikabarkan mengalami trauma atas kejadian tak menyenangkan hanya karena ia mengenakan jilbab.
"Korban sangat tertekan atas kejadian mengejutkan ini karena saya yakin setiap orang menyaksikannya," tutur salah satu petugas investigasi, Joseph Jenkins seperti dilansir dari Mirror.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para polisi transportasi serta pihak kereta api Inggris saat ini masih sedang memburu pria tersebut untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. Mereka ingin membuat pelaku jera atas sikap diskriminasi yang telah dilakukannya kepada seorang wanita muslim.
"Kami tidak mentolerir prilaku semacam ini dan masalah ini sangatlah serius. Semua orang berhak melakukan perjalanan dengan kereta tanpa takut diskriminasi dan kami telah bekerja sama dengan British Transport Police untuk menyelesaikan masalah ini," ujar Rob Greensmith, manager tindak kejahatan dari East Midlands Trains, Inggris.
(aln/aln)











































