Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus Model Muslimah

Cerita Lydia Septiani, Pendiri Agensi Khusus Model Muslimah

Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 10 Jul 2015 16:01 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Instagram
Jakarta -

Berprofesi sebagai seorang model sudah ditekuni Lydia Septiani sejak 1998 silam. Di usianya yang masih 14 tahun, ia terpilih sebagai salah satu model sampul sebuah majalah. Kariernya terus menanjak naik seiring dengan banyaknya berbagai tawaran fashion show dan pemotretan majalah.

Hingga akhirnya di tahun 2010, wanita yang akrab disapa Lydia ini mulai mantap mengenakan hijab. Sempat hinggap perasaan was-was apakah dirinya masih bisa menjalani profesinya sebagai seorang model setelah mengenakan hijab, namun tak disangka kariernya justru semakin berkembang.

Banyak para desainer kondang seperti Irna Mutiara, Hannie Hananto, Najua Yanti, Itang Yunasz, dan Monika Jufry yang menggunakan jasanya untuk membawakan koleksi rancangan mereka, entah itu untuk fashion show atau sekadar pemotretan majalah. Wanita lulusan ekonomi Universitas Atma Jaya Jakarta itu juga pernah berjalan di atas catwalk pada acara Indonesia Fashion Week dan Jakarta Fashion Week.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lydia mengaku, setiap bulan Ramadan tiba, ia 'kebanjiran' pekerjaan. "Alhamdulillah setiap Ramadan aku kebanjiran show. Minggu lalu ada tiga kali show, terus shooting untuk iklan atau jadi talent di televisi. Sebenarnya di luar bulan Ramadan juga ada, tapi tidak sebanyak ini," ceritanya saat dihubungi Wolipop, Rabu (8/7/2015).

Di luar bulan Ramadan, dirinya sering diminta untuk menjadi model dari desainer yang mengeluarkan koleksi di waktu-waktu tertentu. Selain itu, ia juga kerap menjalani pemotretan untuk katalog busana terbaru dari para desainer.

17 tahun berkarier sebagai model, wanita yang hobi travelling ini merasa tidak gampang menjadi model berhijab yang baru ditekuninya sejak lima tahun lalu. Ia kerap kali dipandang sebelah mata oleh para pelaku-pelaku industri fashion.

"Aku sering mendengar perkataan, 'ah, model hijab apaan sih', jadi seperti meremehkan. Banyak juga model hijab yang jam terbangnya belum banyak, begitu dipandang sebelah mata seperti itu mental mereka langsung drop," ceritanya lagi.

Namun menjadi model berhijab tak selamanya diliputi perasaan tidak menyenangkan. Ibu satu anak ini berpendapat, salah satu cara untuk menyiarkan Islam bisa melalui dunia fashion dengan menggunakan busana muslim yang sederhana namun tetap indah dilihat.

Lydia berpendapat, menjadi model berhijab tidak perlu takut. Selagi masih bisa berkarya, pekerjaan justru akan datang dengan sendirinya. Terlebih lagi jika busana yang dipakai saat fashion show bisa mempengaruhi orang untuk berbusana yang sesuai dengan kaidah yang telah ditentukan.

Di 2010 pula ia bersama kelima temannya yang juga berkecimpung di dunia modeling; Lulu Elhasbu, Ashfi Qamara, Witha Fitra, Dian Ayu, dan Firda Khalisa membentuk agensi model muslimah bernama Zaura Models Management. Agensi ini menaungi setidaknya 15 model berhijab yang berusia mulai dari 17 tahun.

Dengan adanya agensi model muslimah ini, Lydia berharap bahwa para wanita berhijab yang memiliki bakat di bidang modeling tidak takut untuk menunjukkan kemampuannya. "Nggak perlu takut, tunjukkan bahwa model berhijab juga bisa berprestasi. Yang penting kita harus berusaha dan kuat mental," tutupnya.

(int/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads