Perkembangan Tren Hijab Menurut Risty Tagor, Zaskia Mecca dan Jenahara

- wolipop Senin, 18 Mei 2015 05:52 WIB
Foto: Intan/Wolipop Foto: Intan/Wolipop

Jakarta -

Acara detikcom Women's Day with BNI Syariah: Empowering Hasanah Women yang digelar di Gandaria City sejak Sabtu (16/5/2015) telah usai. Berbagai kegiatan telah dilakukan, mulai dari kompetisi memasak, live music, dan talkshow. Salah satu acara yang paling ditunggu-tunggu khususnya oleh para hijabers adalah Hijab Talk bersama tiga desainer muda Indonesia, yakni Jenahara, Risty Tagor, dan Zaskia Adya Mecca.

Dalam sesi Hijab Talk, ketiga desainer ini membahas seputar perkembangan hijab di Indonesia. "Yang saya lihat dari tahun 2010 perkembangan hijab beraneka ragam ya. Tapi sekarang identitasnya sudah mulai simpel dan nggak ribet," ujar Jenahara saat Hijab Talk di Gandaria City, Minggu (17/5/2015).

Wanita 29 tahun ini menilai, dahulu para hijabers seolah berlomba-lomba ingin tampil beda dengan menggunakan hijab tabrak warna. Namun kini penggunaan hijab lebih praktis dan minimalis.

Aktris sekaligus pemilik label Ristyland, Risty Tagor setuju dengan Jenahara. Simpel dan minimalis juga diterapkan ke dalam gaya hijabnya yang kini mulai syar'i. "Kalau aku lihatnya hijab syar'i mulai menjadi tren yang positif ya. Banyak yang pakai hijab syar'i karena lebih mudah dipakai untuk salat, jadi tidak usah bawa mukena lagi," tutur ibu satu anak ini.

Menurutnya, berhijab bukan hanya dari penampilannya saja, tetapi sekaligus menghijabi hati. Meski ia datang dari lingkungan yang mayoritas tidak menggunakan hijab, namun istri Stuart Collin itu tetap berusaha memperbaiki diri dengan berhijab dan memilih untuk tidak mendengarkan komentar negatif tentang dirinya.

Sedangkan Zaskia berpendapat, menggunakan hijab memang membutuhkan proses panjang. Ada beberapa wanita yang masih ingin terlihat tetap fashionable dengan hijabnya, ada juga yang sudah mulai menerapkan hijab sesuai dengan kaidah.

"Kita tidak bisa memaksakan seseorang untuk berhijab seperti apa. Itu kan perlu proses. Tapi untuk yang baru mulai berhijab, saranku carilah gaya hijab yang sesuai dengan karakter dan kepribadian masing-masing," terang pemilik label Meccanism itu.

Di akhir perbincangan, para desainer busana muslim ini berharap bahwa semakin banyaknya wanita yang berhijab dan Indonesia bisa menjadi salah satu acuan dalam dunia mode busana muslim. "Harapannya di tahun 2020 mendatang Indonesia bisa jadi kiblat fashion busana muslim. Mudah-mudahan banyak desainer luar negeri yang dapat inspirasi busana muslim dari Indonesia," tutup Jenahara.


(int/eny)