Kisah Inspiratif Atlet Angkat Besi Berhijab Pertama yang Cetak Sejarah Dunia

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 01 Mei 2021 18:00 WIB
kulsoom abdullah Foto Kulsoom Abdullah. Foto: Dok. Instagram @kbak76.
Pakistan -

Kulsoom Abdullah menjadi atlet angkat besi yang mewakili Pakistan di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2011. Wanita yang berasal dari Amerika-Pakistan ini berhasil mencetak sejarah karena menjadi wanita berhijab pertama yang berkompetisi di kejuaraan dunia angkat besi. Berikut kisahnya.

Selama beberapa dekade, angkat besi telah menjadi olahraga yang didominasi oleh kaum pria. Pertama kali diadakan pada 1891, butuh hampir 100 tahun, agar wanita dapat bersaing dalam olahraga tersebut.

Pada tahun 2000, olahraga angkat besi wanita akhirnya memulai debut di Olimpiade Sydney, Australia. Sejak itu, angkat besi telah berkembang hampir di seluruh dunia. Tetapi di beberapa negara wanita masih kurang terwakili dalam olahraga, khususnya di kalangan masyarakat Asia dan Muslim. Hal itulah yang dirasakan Kulsoom Abdullah.

anita berhijab pertama Kulsoom Abdullah sebagai atlet angkat besi.Kulsoom Abdullah sebagai atlet angkat besi pertama yang berhijab. Foto: Dok. Instagram @asianamericanathletics.

Awal Kulsom Terjun di Olahraga Angkat Besi

Kulsoom Abdullah awalnya tak pernah berpikir akan menjadi seorang atlet angkat besi. Karena sejak usia remaja, ia tidak mendapatkan fasilitas atau orang yang mengajarinya tentang olahraga tersebut. Baru ketika Kulsoom menjalani studi pascasarjana, ia mulai tertartik untuk menjadi seorang atlet.

"Saya telah bertemu dengan seorang wanita dari Jerman saat studi pascasarjana yang sama dengan dan dia. Lalu dia mengambil kelas taekwondo dan mendorong saya untuk melakukan kelas itu bersamanya. Dia telah berbicara dengan instruktur tentang pilihan pakaian saya (berhijab) dan dia tak mempermasalahkannya. Dia tidak benar-benar peduli apakah saya mengenakan hijab atau tidak atau itu bukan masalah besar," ucap Kulsoom Abdullah dikutip dari Buzz.

Wanita kelahiran Kansas City, Amerika Serikat itu pun mulai melirik olahraga angkat besi karena wanita muslimah belum ada yang berani untuk memulainya. "Saya menyukainya, itu adalah cara untuk melepaskan stres yang cukup efektif. Setelah saya menyelesaikan sekolah, saya mulai berpikir akan terjun ke dunia angkat besi. Saya pikir itu akan menjadi tantangan yang menarik karena memiliki berbagai elemen waktu dan kecepatan," terang wanita keturunan Pakistan-Amerika itu.

Awal mulanya Kulsoom mengikuti gym CrossFit dan ada pelatih angkat besi Olimpiade yang mengajarinya cara mengangkat. Pelatihnya terus berusaha meyakinkan Kulsoom untuk berkompetisi mengikuti pertandingan angkat besi lokal. Akhirnya setelah dua tahun berlalu, Kulsoom setuju untuk mengikuti ke kompetisi pertamanya tersebut.

Kulsoom Abdullah mengungkapkan pada saat kompetisi ia mengenakan pakaian olahraga regulernya yang merupakan kemeja lengan panjang dengan celana panjang dan hijab. Hal tersebut tidak menimbulkan masalah di kompetisi tersebut. Hanya ketika dia mencapai tingkat kualifikasi karena berkompetisi di Kejuaraan Nasional Amerika Serikat, masalah dengan hijabnya dimulai.

anita berhijab pertama Kulsoom Abdullah sebagai atlet angkat besi.Kulsoom Abdullah sebagai atlet angkat besi pertama yang berhijab. Foto: Dok. Instagram @asianamericanathletics.

Perdebatan Aturan Memakai Hijab

"Di kompetisi nasional semua orang memakai apa yang disebut singlet. Berupa setelan ketat dan harus dipotong di atas lutut dan siku. Pakaian tersebut jelas tidak menutup aurat. Mereka (USA Weightlifting) mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya permintaan tersebut ditampung di tingkat nasional," harap Kulsoom Abdullah cemas.

Dalam olahraga angkat besi, para atlet mengenakan singlet untuk memperlihatkan bagian lutut dan siku. Hal ini agar wasit dapat melihat kompetitor tidak menekuk siku, berdiri tegak dan juga memastikan bahwa tidak ada perlengkapan yang dikenakan untuk membantu meningkatkan kinerja atlet.

Kulsoom telah mengajukan permintaan untuk mengubah aturan pakaian yang memungkinkannya mengenakan hijab. Namun USA Weightlifting menolak permintaannya karena mereka adalah perusahaan swasta dan mengatakan harus membawa masalah ini ke Federasi Angkat Besi Internasional (IWF).

Tantangan yang dihadapi Kulsoom mendapat perhatian dari media nasional dan internasional. Dia pun menggelar konferensi pers dengan bantuan Dewan Hubungan Amerika-Islam. Pernyataannya yang viral itu kemudian menyebabkan IWF meninjau kasusnya.

"Kamu tahu itu sangat menakutkan menjadi orang pertama yang melakukan ini. Saya berharap itu tidak akan menjadi masalah besar dan bahwa mereka akan mengakomodasi, tetapi kemudian akhirnya menjadi masalah besar dengan berita besar yang meliput cerita saya," kata hijabers yang meraih gelar master dan doktor dari Georgia Institute of Technology itu.

Kulsoom membuat argumennya kepada IWF dengan mengatakan pilihan pakaiannya tidak akan mempengaruhi keputusan wasit. Akhirnya, IWF mengizinkan wanita kelahiran 1976 itu untuk mengenakan hijab dan pakaian lengan panjangnya di kompetisi internasional dan nasional.

Kemenangan Kulsoom Abdullah mengubah sejarah olahraga angkat besi. IWF mengubah aturan yang sekarang membuka jendela besar bagi atlet muslim wanita lainnya yang ingin mencoba olahraga angkat besi. Kulsoom pun berharap ada Kulsoom-Kulsoom lainnya yang bisa berprestasi di olahraga angkat besi.

kulsoom abdullahKulsoom Abdullah sebagai atlet angkat besi pertama yang berhijab. Foto: Dok. Instagram @kbak76

(gaf/eny)