Intimate Interview
Blogger Populer Amerika Heba Jay Kagum dengan Fashion Hijab di Indonesia
Rahmi Anjani - wolipop
Rabu, 02 Nov 2016 15:43 WIB
Jakarta
-
Anda yang mengikuti perkembangan fashion hijab di Instagram, mungkin familiar dengan sosok Heba Jay. Blogger yang punya punya 152 ribuan pengikut tersebut beberapa waktu ini tengah berkunjung ke Indonesia. Kehadirannya tentu bukan tanpa alasan. Dibawa oleh KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) untuk New York, Heba datang untuk melihat keragaman mode busana muslimah di Tanah Air.
Wolipop sempat menemui dan berbincang-bincang dengan Heba yang tengah menyaksikan Jakarta Fashion Week (2017) di Senayan City, Jakarta Pusat. Wanita 26 tahun tersebut pun banyak bercerita mengenai gaya busana dan kehidupannya sebagai seorang hijabers di Amerika Serikat. Sudah memakai kerudung sejak umur sembilan tahun, ia mengaku melihat hijab sebagai sesuatu yang merepresentasikan dirinya.
"Ini bukan hanya tentang memakai hijab, hijab juga tentang bagaimana kamu merepresentasikan diri. Suka atau tidak, ketika kamu memakai hijab artinya kamu mewakili wanita muslim dan Islam. Jadi kamu harus lebih berhati-hati bagaimana kamu merepresentasikan diri ketika mengenakannya," kata Heba.
17 tahun mengenakan jilbab di Amerika Serikat, untungnya Heba tidak pernah menemui kendala atau tantangan berarti dalam keseharian. Hanya saja, wanita keturunan Libanon itu tidak bisa memakai busana muslimah tertentu, misalnya abaya serba hitam. Menurutnya, baju seperti itu bisa menimbulkan pandangan dan pertanyaan. Meski begitu, ia tak pernah bertemu dengan situasi Islamophobia.
"Di Amerika Serikat, biasanya pakai celana, kemeja, kasual saja. Kamu memakai dress (seperti abaya) tetapi akan sulit untuk membaur karena kamu ingin terlihat sama dengan orang lain. Itu tantangan terbesar untukku," ungkap Heba.
"Sejujurnya, alhamdullillah, aku tidak pernah menemui kejadian Islamophibia selama di Amerika. Aku tahu orang-orang lain mungkin pernah, tapi aku sendiri tidak," tambahnya.
Pertamakali datang ke Indonesia, Heba pun terkejut dengan budaya dan perkembangan fashion hijabnya. Menurutnya, para hijabers di sini punya gaya busana yang stylish, baik di keseharian maupun panggung peragaan. Berbeda dengan di Amerika di mana para hijabers biasanya berpakaian kasual
"Aku sangat berterimakasih dan senang bisa berada di Indonesia. Kamu tahu, aku sangat terkejut akan banyak hal, seperti pakaian yang mereka kenakan di mall dan runway. Aku mau memakainya. Di Amerika, mungkin orang akan berpikir Indonesia pakai hal-hal aneh. Tapi di sini, Masya Allah semuanya berpakaian menarik," tutur Heba.
Selama di Indonesia, Heba mengunjungi beberapa acara bertema hijab hingga sejumlah peragaan busana muslimah di JFW 2017. Wanita yang mengaku mengagumi koleksi Ria Miranda itu pun hadir dalam Meet and Greet dengan Dian Pelangi dan Anniesa Hasibuan.
(ami/ami)
Wolipop sempat menemui dan berbincang-bincang dengan Heba yang tengah menyaksikan Jakarta Fashion Week (2017) di Senayan City, Jakarta Pusat. Wanita 26 tahun tersebut pun banyak bercerita mengenai gaya busana dan kehidupannya sebagai seorang hijabers di Amerika Serikat. Sudah memakai kerudung sejak umur sembilan tahun, ia mengaku melihat hijab sebagai sesuatu yang merepresentasikan dirinya.
"Ini bukan hanya tentang memakai hijab, hijab juga tentang bagaimana kamu merepresentasikan diri. Suka atau tidak, ketika kamu memakai hijab artinya kamu mewakili wanita muslim dan Islam. Jadi kamu harus lebih berhati-hati bagaimana kamu merepresentasikan diri ketika mengenakannya," kata Heba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Rahmi Anjani |
"Di Amerika Serikat, biasanya pakai celana, kemeja, kasual saja. Kamu memakai dress (seperti abaya) tetapi akan sulit untuk membaur karena kamu ingin terlihat sama dengan orang lain. Itu tantangan terbesar untukku," ungkap Heba.
"Sejujurnya, alhamdullillah, aku tidak pernah menemui kejadian Islamophibia selama di Amerika. Aku tahu orang-orang lain mungkin pernah, tapi aku sendiri tidak," tambahnya.
Pertamakali datang ke Indonesia, Heba pun terkejut dengan budaya dan perkembangan fashion hijabnya. Menurutnya, para hijabers di sini punya gaya busana yang stylish, baik di keseharian maupun panggung peragaan. Berbeda dengan di Amerika di mana para hijabers biasanya berpakaian kasual
Foto: Instagram Heba Jay |
Selama di Indonesia, Heba mengunjungi beberapa acara bertema hijab hingga sejumlah peragaan busana muslimah di JFW 2017. Wanita yang mengaku mengagumi koleksi Ria Miranda itu pun hadir dalam Meet and Greet dengan Dian Pelangi dan Anniesa Hasibuan.
(ami/ami)
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singka
Fashion
Hijab Sering Melorot? 3 Rekomendasi Ciput Ini Bikin Hijab Lebih Nempel dan Nyaman Dipakai Seharian
Fashion
Lebih Bebas Gerak! Pilih Bra Tank Tanpa Kawat yang Tepat Agar Aktivitas Harianmu Jadi Lebih Nyaman
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Kisah Wanita Dulu Kelaparan, Kini Pemilik 36 Agensi Model di Indonesia
Intimate Interview
Kisah Wanita Sarjana Peternakan Sukses Bangun Brand Busana dan Hijab Anak
Miss Universe Indonesia 2025
Profil Mahasiswi Kedokteran UI, Finalis Berhijab di Miss Universe Indonesia
Intimate Interview
Hijabers Ini Raup Omzet Ratusan Juta dari Bisnis Daster, Awalnya Jual Pulsa
Hijab Hunt
Kisah Inspiratif Nabila, Alumni Hijab Hunt Kini Jadi Desainer Modest Fashion
Most Popular
1
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
2
Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual
3
Kisah Cinta Sesama Idol Jepang, Mantan AKB48 Akan Dinikahi Anggota BOYS & MEN
4
Momen Miley Cyrus Ngomel ke Fotografer, Disuruh Lepas Kacamata di Red Carpet
5
Komentator Politik yang Sebut Ibu Negara Prancis Transgender Kembali Menyindir
MOST COMMENTED












































Foto: Rahmi Anjani
Foto: Instagram Heba Jay