Intimate Interview
Sulitnya Gita Saraswati Menjaga Misi Gerakan Mukena Bersih
Gita Saraswati bersama enam rekannya mendirikan Gerakan Mukena Bersih (GMB) pada 2007 silam. Adapun gerakan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan mukana bersih di musala dan masjid.
Setiap relawan GMB yang baru mendaftar akan dibekali sepaket mukena yang terdiri dari empat mukena. Menjaga mukena tetap "suci" dari kotoran adalah misi utama yang harus dijalankan para relawan. Setidaknya, mukena harus dicuci sekali dalam sepekan bergantung pada seringnya pemakaian. Semakin sering mukena dipakai, frekuensi penyucian dianjurkan ditambah.
"Kegiatan ini simpel, sangat mendasar, tidak sophisticated. Tapi lebih dari itu, ini kan cerminan perilaku atau akhlak dari umat muslim," ungkap Gita saat ditemui Wolipop di sela puncak acara sewindu GMB di Masjid Jami 'Al-Ihsan, Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (31/10/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kegiatan ini butuh niat, tekad, serta komitmen yang kuat dari setiap anggotanya. Di sinilah, arti jihad sebenarnya." tambah wanita kelahiran 46 tahun lalu itu.
Kendati begitu, para relawan masih mau bertahan meski terhalang beberapa kendala. Dengan itu, ia pun bersyukur karena semakin banyak umat muslim merasakan manfaat dari GMB. Belum lagi, jumlah relawan dan donatur mau ikut berbagi juga semakin bertambah. Saat ini tercatat, sudah ada sekitar 1.000 relawan dan donatur GMB di 73 kota di seluruh Indonesia. Bahkan GMB juga sudah mulai merambah di sejumlah negara.
Tapi terlepas dari kesuksesan itu, hati kecil Gita justru merasa ngeri.
"Bukannya bangga, tapi saya agak ngeri. Jangan sampai orang berpikir bahwa saya adalah orang yang hebat dalam soal agama. Padahal saya juga masih belajar," ujar wanita yang pernah berprofesi sebagai konsultan pendidikan itu.
Sewindu sudah usia GMB, tapi masih banyak cita-cita yang belum tercapai. Di tahun kedelapannya, GMB akan mulai menggandeng perusahaan-perusahaan besar untuk ikut berpartisipasi. Selain sebagai donatur, perusahaan diharapkan bisa memotivasi karyawannya menjadi.
"Setelah fokus ke individu, kami ingin out-reach ke perusahaan. Makanya kami mempersiapakn diri dengan membentuk yayasan dan situs sebagai media barter," ungkap Gita.
Tapi di sisi lain, lanjut Gita, kemurnian GMB harus tetap terjaga. Maksudnya, GMB harus bebas dari kepentingan politik ataupun komersial. "Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami," katanya.
Selain berekspansi ke perusahaan, GMB menargetkan pertambahan jumlah relawan dan donatur sebesar 20 persen untuk setahun mendatang.
Besar harapan Gita bahwa GMB jangan sekedar menjadi euforia saja melainkan seluruh pihak yang terlibat dapat berpartisipasi secara berkelanjutan.
"Semoga ada kesetiaan dan loyalitas yang terbangun. Ini kan ibadah juga," tutur ibu dua putra itu.
(dng/dng)










































