Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

52 Tahun Tak Bisa Sendawa, Pria Ini 'Sembuh' Setelah Suntik Botox

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Jumat, 09 Okt 2026 08:30 WIB
...
Ilustrasi sendawa atau serdawa.
Ilustrasi pria sendawa. Foto: Getty Images/iStockphoto/m-gucci
Jakarta -

Suntik Botox umumnya dikenal sebagai prosedur untuk menyamarkan kerutan dan tanda-tanda penuaan. Selain untuk keperluan estetika, Botox ternyata juga bisa digunakan dalam dunia medis untuk menangani sejumlah kondisi tertentu.

Salah satunya dialami Daryl, pria berusia 52 tahun yang baru bisa bersendawa setelah suntik Botox. Bagaimana ceritanya?

Selama puluhan tahun, Daryl tidak pernah bisa sendawa dan mengalami berbagai masalah pencernaan akibat gas yang terperangkap di dalam tubuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gas yang menumpuk membuat perutnya terasa sangat kembung dan tidak nyaman. Tubuhnya juga berusaha mengeluarkan gas melalui cara lain sehingga ia mengalami kentut berlebihan.

Daryl awalnya tidak menganggap ketidakmampuannya bersendawa sebagai masalah. Namun, ketika memasuki pertengahan usia 40-an, ia mulai mengalami perut kembung, gas yang terperangkap, nyeri, dan sembelit hampir setiap hari.

ADVERTISEMENT

"Saya tidak bisa mengonsumsi makanan tertentu atau minuman berkarbonasi tanpa merasa seperti akan meledak karena tekanan gas. Ketika itu terjadi, saya biasanya memaksakan diri untuk muntah agar udara berlebih bisa keluar. Rekan-rekan kerja bahkan bisa mendengar suara saya seperti tersedak dari dalam toilet," tutur pria yang bekerja sebagai eksekutif di bidang keamanan siber ini, seperti dilansir Straits Times.

Sejak 2018, Daryl telah mendatangi berbagai dokter umum dan dokter spesialis, baik di rumah sakit swasta maupun rumah sakit pemerintah. Namun tidak juga menemukan penyebab maupun solusinya.

"Ada yang mengatakan saya mengalami GERD, sementara dokter lainnya menyebutnya IBS atau sindrom iritasi usus," katanya.

Karena hasil pemeriksaan tidak menunjukkan penyakit serius seperti kanker, Daryl pun melanjutkan hidup seperti biasa. Setiap kali perut terasa penuh atau kembung, ia akan memaksakan diri untuk muntah agar gas bisa keluar.

Sampai sekitar dua tahun lalu, dia menemukan informasi mengenai kondisi bernama retrograde cricopharyngeus dysfunction (RCPD) ketika menjelajahi internet dan membaca diskusi di forum online. Daryl kemudian menemukan sebuah artikel ilmiah mengenai RCPD yang ditulis oleh dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan Leong Zhou Hao dari Singapore General Hospital.

Leong, konsultan di Departemen Otorinolaringologi rumah sakit tersebut, kemudian memastikan bahwa Daryl mengalami RCPD, yang juga dikenal sebagai no-burp syndrome atau sindrom tidak bisa bersendawa. Kondisi ini tergolong jarang dan masih kurang terdiagnosa.

Salah satu alasannya, RCPD baru secara resmi dikenali sekitar 2019. Menurut Leong, manusia secara alami menelan udara ketika makan, minum, atau berbicara. Di saluran makanan terdapat dua otot sfingter, yaitu otot berbentuk cincin yang dapat membuka dan menutup. Dalam kondisi normal, keduanya tertutup dan akan rileks ketika seseorang menelan makanan agar makanan dapat masuk.

Makanan yang dikonsumsi kemudian dapat menghasilkan gas. Gas tersebut bergerak kembali ke saluran makanan dan membuat kerongkongan meregang.

"Peregangan ini dirasakan oleh otak yang kemudian memicu otot untuk rileks sehingga terjadilah sendawa," jelasnya.

Namun, pada sebagian orang, refleks tersebut tidak berkembang dengan baik sehingga mereka tidak dapat bersendawa.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, dokter dapat menggunakan botulinum toxin atau Botox. Leong menjelaskan bahwa Botox disuntikkan ke otot sfingter di bagian atas kerongkongan. Suntikan tersebut membantu membuat otot lebih relaks sehingga pasien dapat bersendawa.

"Botox membantu mengendurkan otot tersebut dan secara paksa memungkinkan pasien untuk bersendawa," jelas Leong.

Efek setiap suntikan Botox biasanya bertahan sekitar tiga bulan sehingga perlu diulang. Namun, dokter juga meminta pasien berlatih bersendawa dengan harapan refleks alami tersebut dapat kembali berkembang.

Enam bulan setelah suntik Botox, Daryl akhirnya bisa bersendawa dengan nyaman. Dia juga tidak lagi mengalami nyeri atau kembung di perut seperti sebelumnya.

"Rasanya sangat melegakan. Saya bahkan bisa mengatakan bahwa ini mengubah hidup saya. Sekarang saya senang karena bisa kembali minum latte tanpa masalah," ujarnya.

(hst/hst)
...
Hide Ads