Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kisah Lucy Liu Operasi Kanker Payudara Ternyata Salah Diagnosa

Rahmi Anjani - wolipop
Selasa, 14 Apr 2026 14:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Lucy Liu (Photo by JP Yim/Getty Images)
Foto: Getty Images/JP Yim
Jakarta -

Lucy Liu baru-baru ini menceritakan pengalamannya menjalani operasi payudara. Hal itu dilakukan setelah sang aktris mendapati adanya benjolan di bagian tubuh tersebut. Didiagnosa kanker, ia pun segera melakukan tindakan untuk mengangkatnya. Tapi ternyata Lucy Liu salah didiagnosa.

Salah diagnosa bahkan bisa terjadi pada aktris Hollywood. Diungkap dalam wawancara PEOPLE, aktris 57 tahun itu mengaku pergi ke dokter pada tahun 1990-an setelah menemukan benjolan di payudara. Ketika itu, informasi kesehatan memang tidak mudah diakses seperti sekarang. Karenanya, ia hanya percaya pada dokter.

Ibu dari satu anak ini menjelaskan bahwa dokternya meraba benjolan itu dan mengatakan itu kanker. Ketika itu, tidak dilakukan pemeriksaan atau tes lanjutan apa pun, termasuk ultrasound atau mammogram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Aku sebenarnya tidak terlalu memikirkannya. Tapi itu menakutkan, karena pada saat itu, informasi yang tersedia sangat terbatas, karena kami belum memiliki internet," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Bintang 'Devil Wears Prada 2 ini' lalu segera menjadwalkan dan menjalani operasi untuk mengangkat benjolan dari payudara sebelum kemudian mengetahui bahwa benjolan itu bukan kanker.

Beberapa dekade kemudian ia merenungkan pengalamannya yang disebut awal dari pemahaman tentang pentingnya membela diri sendiri. Menurutnya, pada saat itu ia menerima apa yang ia kira sebagai diagnosis resmi, ia tidak berpikir untuk menindaklanjutinya lebih jauh. "Meskipun temanku menyarankan untuk mendapatkan pendapat kedua, aku berpikir lalu apa gunanya? Dokter tahu apa yang mereka bicarakan," ujarnya.


Kini, Lucy Liu bekerja sama dengan Pfizer untuk kampanye 'Every Breakthrough Matters' (Setiap Terobosan Penting). Ia pun ingin memotivasi orang lain untuk menjadi pendukung terbesar bagi diri mereka sendiri dan menggunakan platformnya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini melalui skrining kanker.

"Ini bukan tentang memperbaiki, tetapi tentang benar-benar memahami apa itu skrining, dan tentang informasi dan advokasi. Itu adalah hal yang sangat penting," katanya. "Dan meskipun ada begitu banyak yang tersedia bagi kita secara teknologi, banyak orang tidak melakukannya karena mereka tidak ingin tahu jika ada sesuatu yang salah atau mereka terlalu sibuk," kata Lucy Liu.

(ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads