×
Ad

Diet Bone Broth untuk Turunkan Berat Badan, Ini Plus Minusnya

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Senin, 02 Feb 2026 11:20 WIB
Foto: iStock
Jakarta -

Diet bone broth atau kaldu tulang belakangan ini ramai diperbincangkan karena diklaim mampu menurunkan berat badan dalam waktu relatif singkat. Pola makan ini bahkan disebut-sebut efektif membantu mengurangi lemak tubuh.

Namun, seberapa efektif diet bone broth menurut ahli gizi?

Dani Rancourt, RD, pendiri Pivot Nutrition Coaching, menjelaskan bahwa ada beberapa versi diet bone broth. Salah satu yang paling populer adalah program diet rendah karbohidrat selama 21 hari yang diperkenalkan oleh dokter naturopati Kellyann Petrucci.

"Versi diet ini mengombinasikan tiga elemen utama, yaitu intermittent fasting, konsumsi bone broth, serta makanan bersifat anti-inflamasi," jelas Dani, seperti dikutip dari Women's Health Mag.

Pola makannya dibagi menjadi dua jenis hari, yakni hari puasa dan hari non-puasa. Dalam seminggu, terdapat dua hari puasa yang tidak dilakukan secara berurutan. Pada hari tersebut, dianjurkan hanya mengonsumsi lima hingga enam porsi bone broth sekitar 240 ml sepanjang hari.

Sementara itu, lima hari lainnya diisi dengan pola makan anti-inflamasi, idealnya dalam jendela makan delapan jam. Pola diet ini berfokus pada konsumsi protein rendah lemak, sayuran, dan lemak sehat, serta disarankan berhenti makan maksimal pukul 19.00.

Bone broth atau kaldu tulang sendiri merupakan kaldu bening yang dibuat dari tulang ayam atau sapi yang dimasak perlahan dalam waktu lama. Rebecca Russell, RD, pendiri The Social Nutritionist, menjelaskan bahwa proses perebusan selama enam hingga 24 jam memungkinkan jaringan ikat dan sumsum tulang terurai dan melepaskan kandungan nutrisinya.

"Hasilnya adalah kaldu yang secara alami kaya kolagen, mineral, dan asam amino," kata Rebecca.



Simak Video "Video: Terpesona Duet Maut Lyodra dan Amora di OST Moana Live Action"

(hst/hst)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork