×
Ad

Ciri-ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita dan Bedanya dengan Pria

Arina Yulistara - wolipop
Sabtu, 07 Des 2024 20:42 WIB
Jakarta -

Kamu merasa punya kolesterol tinggi? Ini dia ciri-ciri kolesterol tinggi pada wanita yang wajib kamu pahami.

Kolesterol tinggi pada wanita sering kali menjadi ancaman kesehatan yang tersembunyi. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, terutama setelah menopause.

Selain itu, perbedaan kadar kolesterol antara wanita dan pria, serta pengaruh hormon estrogen, memberikan gambaran unik mengenai bagaimana kolesterol memengaruhi tubuh wanita. Kolesterol adalah zat mirip lilin yang diproduksi tubuh secara alami dan berfungsi untuk membangun sel serta mendukung berbagai proses biologis.

Meski penting, kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri, mempersempit pembuluh darah, dan meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke. Pada wanita, kadar kolesterol dipengaruhi oleh perubahan hormonal sepanjang hidup, seperti selama siklus menstruasi, kehamilan, dan menopause.

Mengutip Medical News Today, mari bahas mengenai ciri-ciri kolesterol tinggi pada wanita yang perlu diwaspadai:

Ilustrasi kolesterol tinggi Foto: Getty Images/iStockphoto/interstid

Perbedaan Kolesterol pada Wanita dan Pria

Perbedaan biologis antara wanita dan pria memengaruhi kadar kolesterol mereka. Wanita umumnya memiliki kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein) yang lebih rendah dibandingkan pria sebelum usia 55 tahun atau sebelum menopause.

Sebaliknya, pria biasanya memiliki kadar HDL (high-density lipoprotein) atau kolesterol baik yang lebih rendah dibandingkan wanita pada semua rentang usia. Sebuah studi tahun 2010 dari National Institutes of Health menunjukkan bahwa kadar estrogen pada wanita berperan besar dalam memengaruhi kadar kolesterol.

Estrogen dapat meningkatkan kadar HDL dan menurunkan kadar LDL serta trigliserida. Namun efek ini cenderung berkurang setelah menopause, ketika produksi estrogen menurun drastis.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa kadar kolesterol wanita bisa berfluktuasi hingga 19% selama siklus menstruasi. Kadar HDL cenderung mencapai puncaknya pada saat ovulasi, sementara LDL dan trigliserida berada pada titik terendah saat menstruasi dimulai.

Setelah menopause, kadar kolesterol LDL pada wanita cenderung meningkat, sementara HDL menurun. Sebuah ulasan 2017 menunjukkan bahwa estrogen memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung pada wanita sebelum menopause. Namun penurunan kadar estrogen pascamenopause dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kolesterol tinggi.

Penggunaan terapi penggantian hormon (hormone replacement therapy) telah ditemukan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total pada beberapa wanita pascamenopause. Namun penelitian lain dari 2019 menemukan bahwa hubungan antara estrogen dan kolesterol tidak selalu konsisten sehingga efektivitas terapi ini masih perlu diteliti lebih lanjut.



Simak Video "Video Kondisi Putri Thailand yang Koma Sejak 2022 Terus Menurun"

(eny/eny)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork