5 Cara Mencuci Celana Dalam dengan Benar agar Awet dan Higienis
Celana dalam merupakan jenis pakaian yang kontak langsung dengan kulit di area sensitif dan dipakai setiap hari. Oleh karena itu, pemakaiannya pun tidak boleh asal-asalan.
Terlebih lagi, menjaga kesehatan di area intim yang paling utama adalah menjaga kebersihan celana dalam terlebih dahulu. Ini beberapa cara mencuci dan merawat celana dalam dengan benar.
1. Harus Dicuci Setiap Kali Pemakaian
Celana dalam harus dicuci setiap kali setelah dipakai untuk menjaga higienitasnya. Mencuci celana dalam pun memerlukan perhatian khusus, karena umumnya terbuat dari bahan yang lembut seperti katun, lycra atau satin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Pakai Deterjen dengan Formula Lembut
Dokter kesehatan kulit Melissa Piliang, MD, menganjurkan untuk menggunakan deterjen berformula lembut. Lebih baik lagi jika deterjen adalah jenis yang hypoallergenic, artinya tidak menimbulkan reaksi alergi dan aman bagi kulit sensitif.
"Saya suka pakai deterjen hypoallergenic yang dibuat khusus untuk kulit sensitif, bebas bahan pewarna dan parfum," kata dokter yang bekerja di Cleveland Clinic ini, seperti dikutip dari Health.
3. Kucek dengan Tangan, Jangan Pakai Mesin
Mencuci celana dalam hendaknya menggunakan tangan namun jangan terlalu keras menggosok atau menguceknya. Kucek secara perlahan terutama di bagian yang bersentuhan dengan area selangkangan.
4. Cuci Terpisah dari Pakaian Lain
Pakaian dalam sebaiknya dicuci terpisah dari jenis pakaian lainnya. Mencampur semua pakaian dalam satu sesi cuci berisiko menyebarkan bakteri E.coli, bakteri yang biasa ditemukan dalam feses atau tinja.
Sebuah studi yang diterbitkan pada 2021 oleh American Society for Microbiology menemukan bahwa rata-rata celana dalam orang dewasa mengandung 0,1 gram feses, meskipun tak terlihat secara kasat mata.
Kamu bisa mengantisipasi penyebaran kuman dengan memisahkan celana dalam dari pakaian atau bahan kain lainnya. Cuci celana dalam di wadah tersendiri dan kucek menggunakan tangan.
5. Hindari Pemakaian Pemutih
Hindari penggunaan cairan pemutih kain karena kandungan bleaching-nya berpotensi menimbulkan iritasi pada kulit di area sensitif.
Memakai cairan pemutih tak hanya meningkatkan risiko iritasi kulit, tapi juga membuat kain lebih cepat rusak. Terlebih lagi bagi pakaian dalam yang biasanya menggunakan kain lebih lembut dan ringkih terhadap deterjen.
(hst/hst)
Home & Living
Sekali Coba Susah Balik! Handuk Premium Ini Harus Kamu Punya, Cek Alasannya
Home & Living
Satu Set Alat Ini Memudahkan Pekerjaan Kamu! TEKIRO Socket Set Harus Kamu Miliki di Rumah
Home & Living
Nggak Perlu Capek Bersihin WC! Notale Spin Scrubber Ini Memudahkan Pekerjaan, Harus Ada di Rumah
Home & Living
Cari Dudukan Santai yang Empuk dan Estetik? Pilihan Bean Bag Ini Layak Jadi Andalan
Tak Hanya Minyak Berlebih, Ini Penyebab Jerawat di Wajah
Kenali Jenis-Jenis Jerawat dan Cara Merawatnya dengan Tepat
Tren 'Ozempic Body' Makin Ekstrem, Kini Beralih ke Pengangkatan Tulang Rusuk
6 Tren Diet yang Viral dan Populer Sepanjang 2025
6 Bulan Diet Ayam Rebus, Influencer Ini Nyaris Kehilangan Nyawa
Desta Remake Foto Keluarga di Korea, Kompak Bareng Natasha Rizki & 3 Anak
Potret Jisoo BLACKPINK Ultah, Traktir 103 Fans Makan Hingga Bagi-bagi iPhone
Viral Verificator
Viral Pengantin Curhat Pakai Makeup Artist Pilihan Keluarga Mertua, Bikin Nangis
8 Foto Pernikahan Putri Gordon Ramsay, Terungkap Pakai Gaun Pengantin Elie Saab











































